Pekarangan Sebagai Sumber Pangan dan Gizi Keluarga

.
.

Pekarangan Sumber Gizi Keluarga




Lahan pekarangan kalau ditata dengan baik dapat menjadikannya sebagai lumbung hidup, apotik hidup, atau warung hidup sekaligus sebagai tabungan keluarga dan penambahan keindahan rumah. Di samping itu para ibu rumahtangga dapat menyediakan sendiri bahan pangannya yang beranekaragam untuk dikonsumsi. Hal yang perlu diperhatikan dalam menata pekarangan adalah (1) pemilihan jenis tanaman yang cocok untuk ditanam di lahan pekarangan, ada tanaman yang tahan naungan dan ada tanaman yang tidak tahan naungan, (2) kandungan gizi dan vitamin yang diinginkan, (3) umur tanaman, potensi hasil dan (5) rasa/selera.

Empat Kategori
Pekarangan dapat dibagi dalam 4 (empat) kategori yaitu (1) pekarangan yang ukuran kecil yang luasnya kurang dari 120 m² disebut pekarangan sempit, (2) ukuran 120 s/d 400 m² disebut pekarangan sedang, (3) pekarangan yang berukuran 400 s/d 1.000 m² disebut pekarangan luas dan (4) pekarangan yang berukuran lebih dari 1.000 m² disebut pekarangan yang sangat luas.
Bagi masyarakat yang mempunyai lahan sempit (kurang dari 120 m²) dapat ditata dengan sistem vertikultur yaitu: (1) Memanfaatkan halaman semaksimal mungkin dalam 3 dimensi di mana dimensi tinggi (vertical) ditata sedemikian rupa sehingga indeks panen persatuan luas dapat dilipat gandakan. (2) Menanam tanaman pada bak-bak tanaman yang diatur bertangga (cascade planting). (3) Bertanam dalam pot-pot gantung yang mengisi semua ruangan. Tempatkanlah tanaman yang tidak tahan panas di bagian bawah dan tanaman yang lebih suka panas ditempatkan di bagian atas.

Untuk kelompok masyarakat yang mempunyai pekarangan ukuran sedang (120 s/d 400 m²) dan pekarangan luas (400 s/d 1.000 m²) penataan pekarangan dapat dilakukan sebagai berikut: (1) Halaman depan dapat ditanami dengan tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak-anak, bangku-bangku taman dan tempat menjemur hasil tanaman. (2) Halaman samping (kiri dan kanan) digunakan untuk bedengan tanaman pangan, sayur-sayuran, bedengan obat-obatan dan kolam ikan serta tempat jemuran pakaian. (3) Halaman belakang dapat juga ditanami dengan tanaman bumbu dapur, kandang ternak, tanaman industri dan tanaman sayuran.

Tanaman yang dipilih untuk ditanami di pekarangan adalah tanaman yang banyak mengandung vitamin A, B dan C serta mengandung protein dan mineral, berumur pendek, mudah tumbuh dan mudah pemeliharaannya. Untuk buah-buahan pilihlah tanaman yang cepat menghasilkan dan berpotensi hasil yang tinggi, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, dapat pula dijual guna menambah pendapatan. Sifat fisik dari tanaman perlu diperhatikan karena tanaman tersebut ada yang tinggi dan ada yang rendah sedangkan perakarannya perlu juga diperhatikan, hal ini berguna untuk mengatur sinar matahari, kelembaban serta keindahan. Jenis tanaman yang ditanam perlu disesuaikan dengan rasa/selera kita serta kandungan gizinya. Lahan pekarangan sebelum ditanami sebaiknya dipagar dahulu dengan tanaman yang dapat menghasilkan agar sayuran tidak dirusak oleh hewan/ternak.

Mudah dan Menyenangkan
Pada dasarnya memanfaatkan pekarangan adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan karena : (1) Semua anggota keluarga dapat membantu mengelola pekarangan, (2) Pengaturan tanaman di pekarangan merupakan kegiatan yang tidak sulit karena bibit/benih sayuran, buah-buahan dan ternak dapat disediakan di pekarangan, (3) Dengan pergiliran tanaman yang baik, bahan makanan dapat dihasilkan secara terus menerus dengan jenis yang beranekaragam, (4) Kotoran ternak dengan memperhatikan kebersihannya dan kesehatannya dapat digunakan sebagai pupuk tanaman dan sisa tanaman dapat digunakan sebagai makanan ternak dan ikan, (5) Pengaturan tanaman di pekarangan dapat menambah keindahan rumah sekaligus memperbaiki lingkungan hidup.
Ada 4 kelompok yang dapat diusahakan di pekarangan yaitu :
1. Kelompok Sayuran
a. Kelompok sayuran sebagai pagar hidup jenis tanamannya adalah katuk, daun mangkokan, daun lamtoro, daun singkong, daun bluntas.
b. Kelompok sayuran daun yang ditanam di halaman belakang dan di samping rumah adalah bayam, petsai, genjer, daun kacang panjang, daun talas, krokot, sawi hijau dan labu siam, sawi putih dan selada. Di samping itu daun pepaya, daun jambu mete, daun koro dan daun kedondong serta daun melinjo dapat juga dikonsumsi menjadi sayuran.
c. Kelompok sayuran buah seperti tomat, labu air, gambas/oyong, labu siam, terong, pepaya muda, paria, wortel.
d. Sayuran kacang-kacangan dan polong-polongan seperti buncis, kacang panjang, kacang kapri, kecipir.
e. Sayuran bunga seperti kembang turi, kembang kol, bunga pepaya dan jantung pisang.

2. Kelompok Buah-buahan
Buah-buahan pada umumnya merupakan sumber vitamin dan mineral terutama vitamin C. Buah-buahan yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah yang mengandung 30 – 80 mg vitamin C dalam setiap 100 gram buah segar seperti: jambu biji, sirsak, nanas, belimbing, srikaya, rambutan, pepaya, mangga, sawo, jambu mete, pisang, kedondong, jeruk bali dan jambu air.
3. Kelompok Ternak dan Unggas
Dalam rangka penyediaan pangan sumber protein hewani di tingkat rumah tangga yang dapat diusahakan di lahan pekarangan adalah ayam kampung (yang sudah beradaptasi dengan lokasi setempat), bebek, kambing dan kelinci.


4. Kelompok Budidaya Ikan
Budidaya jenis ikan tertentu dapat pula diusahakan di pekarangan, hal ini bertujuan untuk pemenuhan protein hewani keluarga. Jenis-jenis ikan yang dapat diusahakan di pekarangan adalah: ikan lele, ikan nila, belut, ikan mas, tawes dan mujair.

Teknik Penanaman Sayuran di Pekarangan
1. Pengolahan tanah dilakukan dengan kedalaman ± 15 cm. Tanah dihaluskan dan diratakan. Bedengan dibuat dengan lebar 80–100 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan pekarangan yang ada.
2. Bibit/benih ditanam dengan jarak tanam 10 x 10 cm² atau 15 x 15 cm² (jarak tanam disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam).
3. Pemeliharaan tanaman perlu dilaksanakan seperti penyiraman, penyiangan (dengan mencabut atau membuang tanaman pengganggu atau gulma).
4. Berikan pupuk kandang atau kompos pada tanaman dan kalau ada hama dan penyakit yang menyerang gunakan bahan alami (non kimia) agar sayuran kita bebas dari pestisida (sayuran organik).
5. Jenis tanaman yang ditanam di pekarangan sebaiknya diatur secara bergiliran. Pergiliran tanaman disesuaikan dengan musim.
6. Petiklah/panenlah tanaman sesuai dengan umurnya. Untuk tanaman sayuran dapat dipanen setelah berumur 20–60 hari.

Sumber : agronomerz .com
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Blog Archive