Rahasia Cara Budidaya Temulawak Agar Menghasilkan Puluhan Ton Per Hektar

.
.
Temulawak (curcuma xanthorrhiza ROXB) telak lama dikenal sebagai tanaman obat. Temulawak tumbuh baik di berbagai tempat. Baik tanah yang kurang subur terlebih yang subur. Jika ditanam di area yang subur, hasil rimpang temulawak akan tinggi. Berikut cara budidaya temulawak dengan hasil yang memuaskan.
Pengolahan tanah
Tanah dicangkul atau dibajak dua sampai tiga kali sedalam 25 -30 cm. Kemudian dibuat bedengan selebar 20-40 cm dengan ketinggian 20 cm. Fungsi bedengan adalah untuk menjaga jangan sampai rimpang membusuk karena tergenang air. Pada bedengan ini dibuat lubang tanam dan diisi pupuk kandang 2-3 kg per lubang. dengan cara mengaduknya dengan tanah. Pemupukan ini dilakukan dua minggu sebelum tanam.
Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, agar tersedia waktu yang cukup untuk pertumbuhan rimpang.

Seleksi Bibit
Sebaiknya gunakan bibit dari hasil budidaya petani di sentra produksi yang sudah terkenal mutunya, seperti temulawak dari Sulawesi Selatan. Pilihlah bibit dari tanaman yang berumur 9 bulan atau lebih. Bibt yang digunakan adalah bibit yang berasal dari rimpang induk, tidak memar/lecet, bersih, dan bebas hama penyakit. Bibit ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyimpanya ditempat yang teduh dan kering serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, dan juga mempunyai sirkulasi udara yang baik. Setelah 4 sampai 6 minggu tunas akan muncul dan rimpang dapat dipotong-potong. Ukuran bibit yang paling efisien adalah 1/4 bagian rimpang induk (berat kurang lebih 25-30 gr). Tiap potongan rimpang mengandung sedikitnya dua mata tunas. 
Cara lain, yang dapat dicoba yaitu rimpang induk yang baru dipanen dipotong-potong seperti tersebut diatas, kemujdian dijemur selama 4-6 hari. Minimal waktu penjemuran 4 jam perharinya. Setelah itu rimpang siap ditanam.

Penanaman dan Perawatan
Kebutuhan bibit untuk satu hektar lahan yang akan ditanamai temulawak dengan jarak 60 x 60 cm adalah 7-13 Kwintal. Sebelum bibit rimpang ditanam, lubang tanam yang sudah disiapkan diberi pupuk TSP. Dosisnya 2 gr perlubang. Lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis. Bibit rimpang ditanam dengan tunas atau mata tunas mengahadap keatas, satu bibit rimpang untuk setiap lubang , kemudian tanahnya dipadatkan. 
Langkah berikutnya hanya tinggal perawatan. Pembumbunan dilakukan disekitar tanaman agar rimpang dapat tumbuh baik dan berfungsi mengurangi penguapan air tanah. Penyiangan dilakukan dengan cara siang bersih, 2-3 kali tergantung pada pertumbuhan rumput liar. Bila menggunakan bibit dengan cara kedua, perlu dilakukan penyulaman pada bibit yang tidak tumbuh atau mati karena dengan cara tersebut tunas baru akan tumbuh setelah 2-3 minggu. 

Pemupukan
Pemupukan pertama dilakukan 2 bulan setelah tanam dengan menggunakan 3 gr urea dan 3 gr KCL per lubang. Pupuk dibenamkan 7-10 cm di sekeliling tanaman, Tepat umur 4 bulan tanaman dipupuk lagi dengan 0,2 kg pupuk kandang dan 1 gram urea dan 2 grm TSP per lubang. Cara pemupukan tidak berbeda dengan cara yang pertama. 
Tanaman temulawak dapat dipanen bila bagian tanaman yang ada diatas tanah sudah mulai kering dan mati. Biasanya tanaman dipanen pada umur 9 bulan atau lebih. Dengan perlakuan tersebut di atas, satu hektar tanaman temulawak akan menghasilkan 20 ton. Tentu jumlah yang tidak sedikit bukan?
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Blog Archive