Cara Mudah Menanam Padi Hitam di Pot / Ember bekas

.
.


Pada bulan ini saya akan mengulas pengulaman  budidaya padi hitam yang saya tanam pada ember. Mungkin sudah banyak yang mencoba menanam padi di ember karena memang cocok skala rumahan namun saya mencoba menanam padi hitam bukan padi biasa. 
Alasannya kalau padi biasa kita butuhkan setiap harinya dalam jumlah banyak untuk dimasak dan susah dipenuhi dalam skala rumahan dan beras putih memang mudah kita dapatkan, adapun padi hitam tentu sebaliknya. Sebelumnya saya hanya menanam satu ember saja karena sebagai percobaan dan mengetes benih padi hitam saya jual.
 Mengenal Padi Hitam
Tanaman Padi Hitam
Padi hitam (Oryza sativa L.) menjadi salah satu kekayaan plasma nutfah Indonesia perlu dibudayakan. Padi hitam kaya akan antosianin. Antosianin adalah zat warna alami dengan kemampuan sebagai antioksidan yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Tingginya kadar kolesterol dalam menimbulkan berbagai penyakit. Padi hitam juga mampu hidup di tanah yang kering, menurut penelitian padi hitam dengan sedikit kandungan air dalam tanah dapat meningkatkan antosianin, namun produktivitasnya cenderung menurun. Walaupun demikian tetap dapat meningkatkan nilai ekonomis di lahan kering, serta sebagai alternatif sumber pangan lain selain beras putih.
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), beras hitam memiliki kandungan protein lebih tinggi daripada beras putih, merah, ungu, dan coklat, yakni 8,5 gram per 100 gram beras. Kandungan seratnya tertinggi dibandingkan jenis lainnya. Adapun kandungan besinya lebih tinggi daripada beras putih, tetapi sedikit di bawah beras merah dan ungu.
 Pengolahan lahan
Saya menggunakan ember bekas cat 5 kilogram, jangan diberi lubang dibagian bawahnya supaya ember tidak bocor dan airnya bisa menggenang karena biasanya menanam padi membutuhkan genangan air. Saya menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang kemudian saya beri air sampai menggenang sekitar 0.5 cm.
Penyemaian
Sebelum disemai benih direndam dalam air selama 4-5 hari setelah muncul sedikit kecambah/akar barulah disemai di ember. Karena tidak ada proses pindah tanam maka saya semai 3-5 biji dengan pertimbangan setelah tumbuh hanya akan disisakan 2 tanaman saja dan sisanya dicabut.
Dua Tanaman padi yang sudah tumbuh
Dua Tanaman padi yang sudah tumbuh
 Perawatan
Perawatan tanaman padi dalam skala rumahan relatif mudah saya hanya melakukan 2 kegiatan berikut
  1. Penyiraman
Pada awal tanaman tumbuh sampai bulan ke-3 tanaman masih kecil sehingga penyiraman lebih dari seminggu baru dilakukan bahkan sampai muncul lumut digenangan air.
Tanaman padi dengan ember yang masih terlihat lumut -lumutnya
Tanaman padi dengan ember yang masih terlihat lumut -lumutnya
Namun seiring dengan pertumbuhan dan semakin banyak anakan yang dihasilkan maka populasi tanaman semakin padat sehingga semakin sering dilakukan penyiraman dari yang semula seminggu bahkan lebih, menjadi lebih sering sampai puncaknya 2 kali sehari dengan volume penyiraman hampir satu gayung setiap penyiraman. Dan alhamdulillah musim hujan jadi tidak repot menyiram terus menerus hanya kalau tidak turun hujan saja.
Tanaman Padi Yang Sudah Berbunga
Tanaman Padi Yang Sudah Berbunga
 2. Pengendalian hama
Hama yang menyerang ditanaman saya adalah belalang hijau yang memakan daun-daun padi. Saya tangkap semua belalang yang ada pada tanaman padi dan saya masukan botol air mineral buat mainan anak saya.
Pertumbuhan
Memasuki bulan ke-3 tanaman padi sudah mulai gencar beranak pinak dari 2 biji padi yang saya tanam menjadi 2 rumpun tanaman padi. Rumpun pertama berisi 12 batang dan rumpun kedua berisi 17 batang. Jadi dalam satu ember ada sekitar 29 batang tanaman padi.
2 rumpun dalam satu ember
2 rumpun dalam satu ember
Panen
Setelah tanaman padi berumur sekitar 4 bulan dari awal penyemain maka tanaman padi sudah ada yang berbunga. Pembungaan tidak berbarengan ada yang mulai menghitam kulit padinya, tapi sebagian masih baru berbunga bahkan masih ada yang baru mau mekar.Setelah bulir padi berwarna hitam kecoklatan maka tanaman padi saya panen.
Panen Pertama
Panen Pertama
Satu malai padi menghasilkan 150-200 biji gabah
Satu malai padi menghasilkan 150-200 biji gabah
Pasca Panen
Setelah dipanen gabah dikeringkan dengan dijemur diterik matahari supaya cepat kering, tapi berhubung musim penghujan dan hujan terus menerus jadi akhirnya saya hamparkan saja gabahnya pada selembar kertas dan diletakkan diatas lemari.
padi dan beras hitam dari 3 malai padi
padi dan beras hitam dari 3 malai padi
Setelah agak kering saya mencoba mengupas secara manual dengan tangan dan kuku sebagian gabah sehingga menjadi beras hitam. Mungkin ini lah masalah utama ketika anda menanam padi hitam skala rumahan yaitu susah dalam penggilingan gabah menjadi beras. Mau digiling tanggung sedikit tapi kalau manual menggunakan tangan tentu membutuhkan waktu yang lama.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive