Cara Pembuatan dan Pemanfaatan Kacang Babi (Tephrosia Vogelii) Sebagai Pestisida Nabati

.
.


Petani kerap menggunakan insektisida sintetik secara intensif. Akibatnya, bukan hanya membuat ekosistem rusak, tapi juga menyebabkan hama sasaran menjadi resisten ( tahan / kebal ) terhadap insektisida.
Dampak lebih buruk lagi, hama sasaran tidak dapat dikendalikan lagi secara efektif dengan insektisida tersebut. Salah satu hama yang cepat menjadi kebal terhadap insektisida sintetik ialah ulat daun kubis (Plutella xylostella). Saat ini hama tersebut telah resisten terhadap hampir semua golongan insektisida sintetik yang ada di pasaran.

Salah satu sarana pengendalian hama ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan mengatasi resistensi hama terhadap insektisida sintetik ialah insektisida dari tumbuhan (insektisida nabati). Jika menelisik jenis tumbuhan yang ada di Indonesia, potensi mengembangkan insektisida nabati sangat besar. Salah satunya, kacang babi (Tephrosia vogelii). Tanaman ini termasuk famili Leguminoceae (kacang-kacangan atau tumbuhan berpolong).

Di Jawa Barat, tumbuhan tersebut dikenal dengan nama umum kacang babi. Sebab, polongnya berwarna kecoklatan dan berambut-rambut halus yang tampak seperti kulit babi. Kacang babi merupakan tumbuhan perdu tahunan yang berasal dari Afrika Timur.

Kini kacang babi tersebar luas di daerah tropis dan subtropik dengan ketinggian 0-2.100 meter di atas permukaan laut, curah hujan 850-2.700 mm per tahun dan suhu rata-rata harian 12–27ÂșC. Di Jawa, kacang babi sering ditanam di perkebunan coklat, kina dan kopi sebagai pupuk hijau dan penahan angin.

Tumbuhan kacang babi mudah dibudidayakan di daerah dengan kondisi geografi yang beragam. Bahkan dapat tumbuh dengan cepat, sehingga bahan baku insektisida nabati kacang babi dapat diperoleh dengan cukup mudah.
Saat ini petani sayuran dataran menengah dan dataran tinggi di Jawa Barat, termasuk petani sayuran organik, banyak memanfaatkan insektisida nabati kacang babi untuk mengendalikan hama ulat di lahan sayuran.

Untuk meningkatkan pemanfaatan insektisida nabati sebagai komponen pendukung pengendalian hama terpadu (PHT), perlu pemasyarakatan insektisida nabati di kalangan petani secara lebih luas. Antara lain, melalui kaji tindak di Stasiun Lapangan PHT dan penyediaan bibit tanaman insektisida nabati.
Kacang babi dapat tumbuh dengan cepat, bercabang agak banyak dan tingginya mencapai 2-3 meter. Daunnya berwarna hijau dan bermanfaat sebagai pupuk hijau. Bunganya berwarna ungu atau putih dan menyerbuk sendiri. Bijinya kecil, keras dan berwarna hitam.
Kacang babi dapat diperbanyak dengan mudah menggunakan biji. Selain sebagai pupuk hijau, daun kacang babi telah dimanfaatkan sebagai insektisida dan racun ikan seperti akar tuba (Derris elliptica) yang mengandung zat aktif rotenon.


Cara membuat pestisida nabati kacang babi :
Satu sendok makan kacang babi ditumbuk halus , masukan kedalam botol berisi air biasa sebanyak satu liter . Tutup, kocok , dan diamkan selama 12 jam ( semalaman ).
Saring cairan tersebut , tambahkan sabun pencuci piring sebanyak satu sendok makan , masukan kedalam tangki pompa semprot gendong. Tambahkan air sampai penuh,siap disemprotkan pada tanaman.
Dalam keadaan serangan yang parah , penyemprotan dilakukan 3 hari berturut-turut. Tetapi, pestisida ini tak dapat digunakan untuk hari berikutnya.Jadi mesti bikin setiap hari,selama penyemprotan berlangsung.


PERINGATAN PENTING !
Penggunaan pestisida nabati dari kacang babi yang sudah di fermentasi,mesti sesegera mungkin digunakan dalam kurun waktu 24 jam.Jika berlebihan waktunya,akan beracun bagi tanaman yang kita semprot.
Botol dan pompa semprot bekas penggunaan fermentasi kacang babi,jangan dibersihkan di kolam ikan , karena racunnya akan mematikan ikan yang ada di kolam.
Tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan luas...Bijinya yang kering dapat disimpan lama dalam wadah kering dan tertutup,sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu diperlukan.
Mudah dibudidayakan / ditanam , dengan cara menanam bibit / biji langsung kedalam tanah.Setelah 1,5 bulan kacang babi dapat dipanen.Yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah bijinya yang sudah tua.
Ampuh membasmi ulat dan kutu-kutuan,bahkan semut...
Jadi, ngapain mesti beli pestisida di toko ? mulai nanem sendiri pestisidamu...
Selamat berkarya...

Sumber : Charlie Tjendapati - 085210974722
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive