Untung Besar dengan Tanam Bawang Merah dengan Biji Ini Caranya

Sponsored Links

Mau Untung Besar? Coba Tanam Bawang Merah dengan Biji!

Dengan menggunakan biji, keuntungan yang didapat pun lebih besar, bisa mencapai 6 ton umbi basah



Bawang Merah (Ist) Bawang Merah (Ist) 

 Budidaya bawang merah dengan menggunakan umbi telah banyak dikenal petani bawang merah di Indonesia. Tetapi, membudidayakan bawang merah dengan biji mungkin belum banyak terbayangkan petani. Namun, hal itu bukan tidak mungkin.
Peneliti Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah, Anang Firmansyah mengatakan, uji coba penanaman bawang merah dengan biji sudah dilakukan. Dari hasil uji coba tersebut biaya produksi budidaya bawang merah menggunakan biji tidak begitu mahal dibanding dengan menggunakan umbi.
Keuntungan yang didapat pun lebih besar, yaitu bisa mencapai 6 ton umbi basah. Selain bisa ditanam di dataran rendah, penggunaaan biji sebagai bahan tanam juga bisa diterapkan di lahan gambut.
Adapun tahapan budidaya bawang merah dengan biji akan diulas  di bawah ini :
Pengolahan Tanah. Adapun cara budidaya bawang merah menggunakan biji diawali dengan proses pengolahan tanah. Tanah harus bertekstur remah sehingga mendukung pertumbuhan umbi. Setelah itu, buat guludan-guludan dengan lebar 1 meter. Untuk panjang guludan 15 meter diberikan pupuk kandang sebanyak ± 50 kg, an dicampur dengan abu sekam. Bisa juga ditambahkan SP 36 dan Furadan jika tanah terdapat ulat tanah.
Persemaian. Lakukan persemaian benih bawang merah dengan membuat baris-baris di setiap guludan dengan jarak 10 cm. Benih disebar pada baris-baris guludan dengan kedalaman 1 cm. Lalu tutuplah dengan abu sekam atau pupuk kandang dengan takaran sedikit saja. Setelah itu, guludan ditutup dengan jerami, dan setelah itu baru lakukan penyiraman.
Dalam persemaian, harus ada nauangan agar benih bawang tidak terkena matahari secara langsung. Selang 4 hari setelah tanam, jerami bisa dipindahkan. Setelah bibit berumur 25 hari, naungan bisa dilepas karena bibit sudah tahan terhadap sinar matahari.
Penanaman. Pada umur 40-45 hari bibit siap dipindahtanamkan. Sebaiknya penanaman dilakukan di lahan yang tergenang air agar bibit lebih cepat tumbuh. Jarak tanam bawang sebaiknya 5-10 cm.
Pemupukan. Untuk pemupukan, sebaiknya gunakan pupuk berimbang. Misalnya, pupuk NPK yang memenuhi prinsip 16-16-16. Untuk pupuk mikro bisa dicampur dengan pupuk makro asalkan dosis yang diberikan sesuai. Pemupukan dilakukan sebanyak 3-4 kali diawali pada saat umur 2-4 minggu setelah pindah tanam, dengan tenggang waktu 2-3 minggu selama penanaman. Pupuk yang digunakan sekitar 150-200 kg/ha.
Pengendalian Hama. Pemupukan yang terlalu rutin atau intensif akan mengakibatkan munculnya gulma yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman bawang merah. Karena itu, perlu dilakukan pengendalian secara manual dengan pencabutan gulma disekitar tanaman. Jika perlu disemprotkan herbisida pada saat gula masih kecil.
Hama yang perlu mendapat perhatian banyak adalah ulat grayak dan penyakit bercak ungu serta bercak putih. Ulat grayak biasanya menyerang daun tanaman. Adapun cara pengendalian bias dilakukan secara mekanis. Saat muncul gejala gigitan pada daun bawang merah, segera lakukan pemotingan pada daun tersebut.
Jika diperlukan juga bisa menggunakan insektisida Biothion dan Crumble. Bercak putih dan ungu sangat membahayakan bawang merah karena akan mematikan tanaman dalam waktu singkat. Pengendalian bisa mengunakan fungisida, misalnya Dithane M-45 dan Delsene.


Sumber :  http://www.jitunews.com/read/13567/mau-untung-besar-coba-tanam-bawang-merah-dengan-biji#ixzz45LZEbiRp
Sponsored Links
Loading...
loading...

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Loading...

Blog Archive