Cara Unik Merawat & Memangkas Tanaman Cabe Agar Berbuah Lebat

.
.

Jika anda potong tanama cabai pada usia muda, maka hal itu akan mendorong tanaman untuk tumbuh lebih rimbun dan tinggi. Dengan melakukan pemangkasan ini, akan memperkuat dan menebalkan batang untuk membantu produksi buah lebih lebat kemudian hari. Saya sudah melihat banyak kasus bahwa produksi buah cabai jauh lebih lebat dengan cara membuat tanaman untuk fokus pada pembentukan akar dan cabang tambahan yang lebih banyak pada batang utama tanaman. Pemangkasan tanaman cabai ini sangat penting untuk memfokuskan energi tanaman pada pembentukan akar dan cabang. Meski pertumbuhan akan sedikit memakan waktu yang lebih lama karena tanaman akan menjalani fase vegetatif yang berkepanjangan sebelum akhir nya memasuki fase generatif, namun saya pastikan anda tidak akan kecewa dengan hasil nya. Tanaman akan tumbuh lebih kuat, lebih lebat, dan anda bisa mengatur kapan tanaman siap untuk dibuahkan.
Alasan tepat untuk memangkas tanaman cabai anda jika tanaman muda terserang berbagai penyaklit baik yang menular maupun yang tidak. Dengan pemangkasan berat dan sedikit treatment maka tanaman muda anda akan kembali sehat dan tumbuh lebih subur lagi pada akhirnya. Pemangkasan juga mencegah suatu penyakit menular ke tanaman lain.
Yang perlu diperhatikan sebelum memangkas tanaman cabai anda adalah mengetahui karakter dan tipe jenis cabai anda dengan menanyakan pada penjual benih dimana anda membeli benih tersebut. Yang bisa dipangkas untuk menambah produksi adalah jenis Perennial Chili Plant, selain itu yakni Annual Chili sangat tidak disarankan untuk dipangkas karemna akan mengurangi hasil produksi. Berikut pedoman type pertumbuhan beberapa tanaman cabai yang perlu anda ketahui.
Perennials (Tumbuh Secara Menahun)
C. chinense Adjuma • Ají dulce • Bhut jolokia • 'Carolina Reaper' • Datil • Fatalii • Habanero • Hainan yellow lantern • 'Madame Jeanette' • 'Naga Morich' • 'Red Savina' habanero • Scotch bonnet • Trinidad moruga scorpion • Trinidad scorpion 'Butch T'
C. frutescens African bird's eye • Kambuzi • Malagueta • Siling labuyo • Tabasco
C. baccatum Ají • Bishop's crown • Lemon drop • Peppadew
C. pubescens Rocoto pepper
Annuals (Tumbuh Semusim)
C.annum var. annum Aleppo • Banana pepper • Bell pepper • Bird's eye • Cascabel • Cayenne • Chilaca • Chungyang red pepper • Cubanelle • De árbol • Dundicut • Espelette • Facing heaven • Fresno • Friggitello • Guajillo • Hungarian wax • Jalapeño • Medusa • Mulato • New Mexico (Anaheim) • Padrón • Pasilla • Peter • Pimiento • Poblano • Santa Fe Grande • Serrano • Shishito
C. annuum var. glabriusculum Piquín • Wild chiltepin
Sudah jelas dengan type cabai yang anda miliki?? Jika sudah jelas maka mari simak cara pemangkasan cabai yang dilakukan sejkak awal tanam. simak uraian berikut.
Step 1;
Tanam benih cabai anda sebaik mungkin, bisa dengan cara organik maupun anorganik, dengan cara konvensional maupun hidroponik. Terserah anda pilih bagaimana caranya sesuai kemampuan anda. Tumbuhkan sampi hampir terlihat calon bunga, atau terlihat calon cabang Y pertama. Jangan lebih dari itu, sebab akan semakin berkepanjangan fase vegetatif tanaman cabai anda. Lalu bagaimana jika memangkas terlalu muda? Juga kurang baik, meski terlihat lebih efisien namun cabai yang jumlah daun nya masih sedikit tentu memiliki jumlah akar yang sedikit. Akibatnya setelah dipangkas maka pertumbuhan nya tidak sepesat tanaman yang sudah terlanjur memiliki jumlah akar banyak. Tanaman yang memiliki jumlah daun banyak dan lebatr maka akan memunculkan tunas yang vigor dan sangat cepat bertumbuh. Jadi pastikan dipangkas dalam keadaan seperti gambar dibawah ini.
Step 2;
Potong ujung tanaman dan sisakan sekitar 10 cm dari pangkal tanaman, atau sekitar 9-10 daun.
Kemudian buang juga daun-daun yang berada di bagian paling atas dan bawah untuk memudahkan tunas baru untuk tumbuh dan terkena matahari langsung. Sisakan sekitar 3-5 lembar daun untuk tetap melakukan proses fotosintesis agar tanaman tetap tumbuh.
Setelah semua selesai dipangkas begini penampakan nya:
Dari ketiak daun yang dipotong tersebut nanti akan tumbuh cabang atau tunas baru sebagai ranting yang akan membawa banyak buah dan pertahankan 4-6 cabang yang paling bagus saja. Dicabang-cabang itu juga nanti akan keluar banyak bunga dan buah.
Setelah proses pemangkasan selesai, rawat dengan memberikan pemupukan dengan pupuk dominan N untuk mempercepat pertumbuhan tunas baru. Taruh di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung tanpa naungan untuk mempercepat pertumbuhan tunas. Jika diperlukan maka sekaligus pindah ke dalam pot yang lebih besar untuk menopang pertumbuhan akar yang secara pesat akan tumbuh setelah dilakukan pemangkasan.
Step 3;
Setelah sekitar 2 minggu maka beberapa tunas muda sudah mulai tumbuh di beberapa titik. Jika dirasa terlalu rimbun dengan membesarkan semua tunas tersebut maka buang beberapa tunas yang tidak bagus posisi dan pertumbuhan nya.
Lakukan pemangkasan daun tua yang tersisa juga biar makin fokus dengan pertumbuhan daun baru.
Tanaman akan secara otomatis merespon kekurangan jumlah daun dengan membentuk daun-daun baru pada pertumbuhan berikutnya, jadi jangan kuatir dengan keseluruhan proses ini, tanaman tidak akan mati, malah justru semakin kuat karena sambil menunggu fase generatif tanaman akan membentuk pula akar yang semakin mantap dan kokoh yang mampu menopang semua cabang yang tumbuh pada tanaman cabai anda.
Tempatkan tanaman yang sudah selesai di pangkas tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Rawat dengan menjaga kelembaban media dan pemupukan yang diperlukan.
Step 4;
Setelah beberapa minggu maka tanaman anda akan berubah menjadi lebih rimbun d engan batang yang nampak kokoh dengan banyak sekali cabang. Beberapa cabang sudah menunjukan bunga, inilah saat nya membuahkan. Ketika tanaman anda masuk fase generatif seperti ini maka hanya tinggal mengatur tunas yang tumbuh, jika terdapat bagian yang terlalu rimbun bisa dipangkas kembali cabangnya sampai tanaman anda memiliki tajuk sesuai yang diharapkan.
Semua proses diatas sudah saya tes dan memberikan hasil positif pada 2014 yang lalu. Berikut hasil yang sudah saya praktikan dengan tutorial diatas:
Sumber : FP: Dedy Ranch Village “ Tips & Trick to Grow Food at Home ”
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive