Panen Raya Jagung Hibrida Unggul Produktivitas Tinggi

.
.

Panen Raya Jagung Hibrida Unggul Produktivitas Tinggi

SULSEL – Kementerian Pertanian bersama Bupati Bantaeng serta Pangdam VII Wirabuana melakukan panen raya jagung hibrida unggul Bima 16, Bima 19, serta Bima 20 yang produktif tinggi di Kabupaten Bantaeng, Rabu (30/12/2015).
Varietas yang digelar pada gelar varietas unggul jagung hibrida tersebut merupakan hasil pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), yang mempunyai produktivitas rata-rata 8-9 t/ha dan sesuai untuk lahan suboptimal. Selain itu, benihnya dapat diperbanyak sendiri oleh petani sehingga dapat menjadi solusi permasalahan kelangkaan benih di tingkat petani.
Menteri Pertanian dalam pidato yang dibacakan oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. Agung Hendriadi menyebutkan bahwa kedaulatan pangan merupakan salah satu target pemerintah saat ini yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2017.
“Kementerian pertanian sendiri telah menindaklanjuti percepatan pencapaian swasembada pangan dengan meluncurkan berbagai macam kegiatan, diantaranya Upaya Khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai. Pada kegiatan Upsus Pajale, segala strategi dan upaya dilakukan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas di daerah-daerah sentra produksi pangan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bantaeng  Prof. Nurdin Abdullah mengatakan wilayah Bantaeng luasnya 0,8% dari Provinsi Sulawesi Selatan, namun petani Bantaeng beserta Pemerintahnya ingin menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai pionir dalam penghasil benih jagung hibrida Bima 19 dan Bima 20 URI yang memasok provinsi tersebut dan Indonesia bahkan ekspor.
“Bantaeng telah berhasil melakukan pertanaman dengan menggunakan Bima 19 dan 20 dengan hasil 10,56 ton/ha dimana sebelumnya para petani menggunakan varietas lain rata-rata menghasilkan 5 ton /ha,” jelasnya.
“Selain varietas Bima, di Bantaeng menggunakan teknologi penanaman Legowo untuk jagung 2:1 yang juga diimplementasikan dengan baik serta peneliti dari Balitsereal terus melakukan pendampingan dalam pertanaman tersebut,” tambah Bupati.
Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti, pada kesempatan itu, mengatakan bahwa dukungan prajurit TNI dalam membantu petani sudah merupakan amanah, karena dalam kondisi damai prajurit TNI ditugaskan untuk membantu masyarakat khususnya kepada petani dalam mendukung swasembada pangan.
Lebih lanjut, Pangdam berkomitmen untuk siap menerjunkan prajurit TNI bila di lapangan masih perlu bantuan guna mendukung swasembada ini.
Mentan berharap kegiatan gelar teknologi varietas unggul Kementerian Pertanian dapat terus diperluas dan menggantikan varietas lokal yang produktifitasnya rendah (< 3 t/ha) yang saat ini luas pertanamannya masih cukup banyak, sekitar 800.000 ha dan umumnya dijumpai di luar pulau Jawa.
Ditambahkan, di tahun 2017, melalui penguatan kelembagaan penangkar, diharapkan dapat diraih swasembada jagung nasional demi kesejahteraan petani.

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive