Cara Mencegah Rontok Bunga dan Buah Tanaman Cabai, Tomat

.
.


Budidaya tanaman cabai dan Tomat membutuhkan proses waktu dan latihan berulang agar bisa berhasil dengan baik. Hal ini di sebabkan karena permasalahan yang ada di lapang sangat komplek dan beraneka macam dan penyakit yang di hadapi setiap saat selalu berkembang dan bervariasi.
Mencegah Rontok Bunga dan Buah Tanaman Cabai
Mencegah Rontok Bunga dan Buah Tanaman Cabai
Itu baru kendala yang berasal dari Hama dan Penyakit, belum lagi permasalahan yang di akibatkan oleh lingkungan dan musim yang kurang mendukung bagi perkembangan cabai itu sendiri. Salah satu kendala yang sering di hadapi dalam Budidaya cabai dan Tomat seperti saat ini ( Musim penghujan ) adalah sering terjadinya kerontokan pada Bunga dan Buah padahal fisik tanaman cabai kalau kita lihat begitu bagus tampilannya. Dengan dasar itu penulis merasa tergelitik untuk membahas bagaimana cara dan strategi Budidaya cabai agar terhindarkan dari kerontokan Bunga dan Buah. 

Ide ini berawal ketika penulis menemui petani dan ternyata permasalahan kerontokan Bunga dan Buah tersebut sudah besar dan membikin gundah dan gusar rata-rata petani. Hal ini tidak mengherankan karena betapapun bagusnya fisik tanaman cabai dan tomat kalau bunga dan buahnya sedikit yang tentu petani akan rugi.

Sebelum membahas inti permasalahan utama maka kita harus tahu terlebih dahulu faktor-faktor apa saja yang membuat Bunga dan Buah tanaman cabai dan tomat rontok di musim penghujan. Pada dasarnya ada beberapa Faktor dan penyebab kenapa Bunga dan Buah Cabai dan Tomat rontok, antara lain adalah :
  • Kelembabab udara di sekitar tanama yang sangat rendah
  • Cabai ternaungi tanaman sekitar ( Kurang Panas )
  • Tanah yang kering 9 kurang air )
  • Suhu Udara sekitar tanaman yang terlalu panas
  • Serangan Hama ( Kutu-kutuan ) dan penyakit pada tanaman, terutama Virus
  • Defisiensi atau justru kelebihan Nitrogen
  • Kekurangan unsur Mikro tanaman
Kerontokan bunga dan buah pada tanaman cabai dan tomat akan di respon oleh masing-masing Individu petani dengan cara yang berbeda beda pula dan ini akan menyebabkan perlakuan yang berbeda pula dalam aplikasi pupuk, obat dan pestisida tanaman cabai dan tomatnya. Bahkan aplikasi yang di berikan terkadang tidak tepat dan over dosis sehingga yang terjadi justru tanaman mengalami keracunan, selain itu juga akan membuang banyak biaya dan tenaga.

Cekaman tanaman cabai dan tomat yang berasal dari lingkungan sering kali lebih parah dan dominan di banding serangan Hama dan Penyakit itu sendiri. Hal ini yang tidak banyak di mengerti dan di sadari oleh petani terutama yang masih awal tanam dan awam. Cekaman lingkungan seperti suhu yang terlalu tinggi, kelembaban udara rendah, kurangnya sinar matahari serta pemberian Nutrisi ( Pupuk ) lebih sering menjadi penyebab faktor rontoknya bunga dan buah. Mari kita bahas sedikit tentang cekaman lingkungan yang sudah kita bahas tadi :

Kelembaban udara sekitar tanaman
Kelembaban udara yang rendah di sekitar tanaman cabai dan tomat akan menyebabkan penurunan tekanan pada bagian Xylem tanaman sehingga akan mengganggu dalam penyerapan pupuk tanaman, tekanan pada Xylem yang terlalu extrem akan menyebakan kerontokan pada bunga dan buah pada tanaman cabai dan tomat mencapai 50 %. Peningkatan kelembaban di sekitar tanaman bisa di lakukan dengan penggenangan 5-6 jam.Penggenangan yang mencapai 35 jam bisa menyebabkan tanaman cabai dan tomat yang kita Budidayakan terserang penyakit layu.


2. Tekanan Suhu di sekitar tanaman
Suhu siang dan malam yang baik untuk pembentukan bunga menjadi buah setelah di serbuki adalah 21 - 27 Derajat Celcius, naiknya suhu menjadi 32 - 38 Derajat Celcius menyebabkan bunga yang keluar rontok sehingga proses pembentukan buah pun menjadi gagal

3. Naungan sekitar tanaman
Pada dasarnya tanaman cabai dan tomat menghendaki sinar yang luar dan tidak tehalang langsung. jumlah naungan cahanya yang mencapai 50 persen menyebabkan hasil berbeda. Peningkatan naungan sampai 70 persen akan menyebabkan bunga menjadi rontok dan pembentukan buahnya terganggu.

4. Jumlah aplikasi pupuk Nitrogen
Pemakaian pupuk Nitrogen pada tingkatan tertentu akan menyebabkan terbentuknya bunga dan buah menjadi banyak, apabila aplikasi pupuk Nitrogen ini berlebihan akan mengganggu proses pembentukan bunga dan buah yang di tandai dengan kerontokan, penurunan hasil bunga dan buah pada cabai dan tomat ini di sebakan karena tanama terjadi keracunan garam yang ada pada pupuk Nitrogen

5. Penyakit Tanaman ( Virus )
Tanaman cabai dan tomat termasuk tanaman sayur yang sangat respon terhadap serangan Cucumber Mosaic Virus ( CMV ) dan Potato Virus Yellow ( PVY ) yang biasanya di tandai dengan daun berwarna kuning, terlihat urat dengan di sertai fisik dari tanaman menjadi kerdil dan pembentukan bunga dan buah menjadi terhambat. Bahkan untuk periode tahaun 2011 sampai sekarang serangan kedua Virus jenis ini menjadi ancaman utama dalam Budidaya Cabai dan Tomat karena kerugiannya bisa mencapai 50 %

6. Serangan Jamur dan Bakteri
Secara umum tidak ada akibat langsung serangan jamur dan bakteri yang menyebabkan langsung kerontokan bunga dan buah. Namun demikian serangan jamur dan bakteri pada tanaman tomat dan cabai yang menyerang bagian daun dan akar akan menyebabkan terganggunya proses pembentukan bunga dan buah.


Setelah kita ketahui beberapa penyebab bunga dan buah cabai dan tomat rontok tentu kita akan bisa menentukan tindakan yang dapat mencegah kerontokan bunga dan buah cabai. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kerontokan bunga dan buah tanaman cabai adalah:

Usahakan mencari lahan untuk menanam cabai yang mudah pengairannya, hal ini bertujuan agar kita mudah menjaga kelembaban udara dan tanahnya. Tapi perlu diingat bahwa cabai tidak suka diairi berlebihan, bisa layu. Bebaskan tanaman cabai dari naungan bangunan maupun tanaman lain yang lebih besar

Dalam pemupukan tanaman cabai harus diperhatikan pemberian unsur nitrogen, pemberian terlalu banyak bisa sangat membahayakan kehidupan tanaman cabai. Bukan hanya dari kerontokan bunga dan buah tetapi juga menjadi rentan dari serangan hama dan penyakit. Kekurangan unsur N juga kurang bagus karena tanaman cabai menjadi kurang subur
Hati-hati terhadap serangan virus, cegah dengan mengendalikan vektor penyebarnya diantaranya kutu kebul dan aphids. Selain itu sebelum menanam kita harus memastikan bahwa lahan kita bebas dari bebagai virus (bukan bekas tanaman yang terserang virus) atau hindari menanam cabai dan tomat pada areal yang berdekatan dengan tanaman lain yang terkena virus.

Cegah sedini mungkin serangan hama-hama penghisap (kutu-kutuan) dengan manipulasi lingkungan maupun menggunakan insektisida, terutama saat musim kemarau.

Monitoring dan kendalikan serangan penyakit tanaman cabai. Terutama penyakit patek. Pada awal penanaman usahakan pemberian kalsium ((kapur), bisa juga dengan pemberian kalsium dengan cara penyemprotan.

Jika syarat-syarat diatas telah dipenuhi tapi ternyata masih terjadi kerontokan bunga dan buah besar kemungkinan tanaman cabai anda kekurangan salah satu unsur mikro. Pemberian unsur mikro bisa dilakukan dengan menyemprotkan pupuk daun yang mengandung unsur mikron lengkap melalui daun.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive