Teknologi Mitigasi Gas Metan Enterik Pada Ternak Ruminansia

.
.

Teknologi Mitigasi Gas Metan Enterik Pada Ternak Ruminansia











Mitigasi Ternak
Efek rumah kaca dapat ditimbulkan oleh gas-gas dari kegiatan pertanian yaitu CO2, CH4 dan N2O. Gas metan merupakan tipikal emisi gas rumah kaca (GRK) pada komoditas peternakan dan sekitar 90% dari emisi metan ternak dikontribusi oleh ruminansia.
Kontribusi emisi GRK subsektor peternakan secara nasional hanya sekitar 1,2%, namun secara global aktivitas peternakan memberikan kontribusi sebesar 12% dari emisi gas rumah kaca global. Peningkatan konsentrasi GRK secara nyata dan drastis akan menyebabkan terjadi pemanasan global.
Diprediksi bahwa pemanasan global menyebabkan temperatur rata-rata dunia akan naik antara 1,8 –4,0°C pada tahun 2100. Produksi gas-gas yang mempunyai efek rumah kaca harus dapat ditekan melalui upaya mitigasi yang tepat, namun untuk sektor pertanian upaya mitigasi harus selalu berpedoman kepada kebijakan kecukupan pangan nasional.
Teknologi penurunan produksi metan enterik telah banyak dilakukan melalui pendekatan aspek manajemen nutrisional dan manipulasi ekosistem rumen. Studi in vivo yang terkait dengan pengamatan   penurunan   produksi   gas   metan enterik   kebanyakan   dilakukan   pada   ternak domba,  sapi  potong  dan  sapi perah,  sedangkan pada  kerbau  sangat  jarang.  Besarnya produksi    gas    metan    enterik    pada    hewan ruminansia  terutama  ditentukan  oleh  tingkat daya  cerna  dan  efisiensi  penggunaan  pakan.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Balai Penelitian Ternak (Balitnak)
Sponsored Links
loading...
Loading...

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive