Penyakit Penting pada tanaman Kacang Tanah

.
.

Penyakit Penting pada tanaman Kacang Tanah


BERCAK DAUN CERCOSPORA


Penyebaran penyakit tidak terbatas geografik, dapat ditemukan di hampir semua negara penghasil kacang tanah

Gejala Penyakit

Gejala pertama muncul 10 hari setelah inokulasi berupa lesio kecil klorotik; lesio semakin meluas hingga diameter 1 – 10 mm berwarna semakin gelap. Sporululasi patogen terjadi pada bercak yang telah berkembang penuh biasanya 15 hari setelah inokulasi. Gejala berbeda tergantung dari spesies patogen (Cercospora arachidicola dan P. personata). Inang kedua patogen ini hanya kacang tanah

C. personata bercak relatif lambat muncul, berukuran lebih kecil, berwarna coklat gelap sampai hitam, halo tidak begitu jelas, sporulasi cendawan lebih banyak di permukaan bawah daun. C. personata membentuk konidia lebih pendek dan gemuk bersekat 1-7

C. arachidicola bercak relatif lebih dulu muncul, berukuran lebih besar, berwarna kekuningan, mempunyai halo lebih jelas, sporulasi cendawan lebih banyak di permukaan atas daun. C. arachidicola membentuk konidia lebih panjang dan ramping bersekat 2-12

Penyebab Penyakit

Sumber inokulum dapat berupa konidia atau miselium pada sisa tanaman. Inokulum ini dapat disebarkan oleh angin, air hujan, serangga dan alat pertanian. Bila temperatur diatas 19C dan kelembaban diatas 95%, konidia berkecambah, menetrasi jaringan tanaman melalui stomata atau secara langsung. Miselium tumbuh inter atau intraseluler. C. personata membentuk haustorium tetapi C. arachidicola tidak

Defisiensi magnesium dapat mengakibatkan tanaman menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Pemupukan berat dengan N dan P dapat memperberat serangan, sedangkan K dapat menurunkan

Pengendalian Penyakit

Pengendalian dapat dilakukan dengan pemupukan yang seimbang. Rotasi tanaman yang dibarengi dengan sanitasi terhadap sisa tanaman dan. jika cukup ekonomis, dapat digunakan fungisida benomyl, tembaga hidroklorida, belerang, dan lain-lain.

KARAT (RUST)

Karat adalah penyakit penting secara ekonomi di negara-negara penghasil kacang tanah; menyebabkan kehilangan hasil yang cukup signifikan terutama bila serangannya bersama-sama dengan penyakit bercak daun cercospora.

Terjaldinya penyakit sebelum atau di awal fase generatif tanaman menyebabkan pengurangan pengisian polong.

Gejala Penyakit

Karat mudah dikenali jika pustul berwarna orange yang merupakan uredia cendawan terlihat di permukaan bawah daun; bila pustul pecah maka keluar masa uredospora berwarna coklat agak kemerahan

Uredospora penting untuk infeksi sekunder; pada kultivar rentan, di sekitar pustul muncul pustul sekunder, atau bahkan di permukaan atas daun. Disamping pada daun, gejala karat juga dapat timbul di seluruh bagian tanaman di atas permukaan tanah kecuali bunga, daun-daun yang terserang karat tetap menempel, tidak gugur lebih awal

Penyebab Penyakit

Puccinia arachidis membentuk uredospora bulat agak lonjong, berduri, coklat kemerahan. Teliospora umumnya bersel dua tetapi ada yang bersel satu, tiga atau empat Inang terbatas hanya pada genus Arachis dan inang fase piknium dan aesium belum ditemukan. Uredospora adalah satu-satunya propagul untuk penyebarannya. Teliospora tidak berfungsi sebagai propagul karena segera berkecambah setelah mencapai ukuran dewasa tanpa dormansi

Patogen dapat bertahan antar musim tanam pada tanaman kacang tanah yang tertinggal di lahan. Penyebaran jarak jauh melalui uredospora yang diterbangkan angin, atau melalui sisa tanaman, polong dan benih yang permukaannya terinfestasi uredospore. Penyebaran antar tanaman dibantu oleh angin, air hujan, dan serangga. Infeksi terjadi bila terdapat air bebas di permukaan tanaman (20-30C), kelembaban 87% (23-24C) sesuai untuk perkembangan penyakit; kelembaban di bawah 75% (di atas 26C) menghambat infeksi

Pengendalian Penyakit

Pengolahan tanah antar tanam dilakukan paling cepat 1 bulan dan memusnahkan sisa tanaman yang tertinggal adalah cara yang efektif untuk mengurangi inokulum primer. Beberapa kultivar kacang tanah dilaporkan resisten terhadap karat; pada kultivar ini periode inkubasi lebih lama, frekuensi infeksi menurun, dan ukuran pustul lebih kecil. Fungisida dithiokarbamat, klorotalonil, tebuconazole efektif untuk karat

BELANG (MOTTLE)

Gejala Penyakit

Gejala belang dapat disebabkan oleh Peanut mottle virus (PeMoV) maupun Peanut stripe virus (PStV)

Gejala pada daun muda berupa belang (mottle) atau mosaik hijua tua tidak teratur. Pada daun tua gejala tidak jelas. Kadang-kadang gejala oleh PStV berupa garis putus-putus berwarna hijau gelap (stripe). Tetapi umumnya gejala kedua virus ini sukar dibedakan

Penyebab Penyakit

PeMoV dan PStV termasuk potyvirus; mempunyai partikel panjang (700 mm) lentur; membentuk badan inklusi berupa cakra serta dapat ditularkan secara mekanik, melalui benih (8.5% PeMoV; 37% PStV bila infeksi sebelum fase pembungaan) dan beberapa spesies aphis (Aphis craccivora, A. gossypii, Myzus persicae, Rhopalosiphum padi, R. maidis) secara nonpersisten

Pengendalian Penyakit

Pengendalian dapat dilakukan dengan mengurangi sumber inokulum di lapangan yaitu memusnahkan tanaman yang menunjukkan gejala belang dan menggunakan benih bebas virus

LAYU BAKTERI

Kacang tanah umumnya kurang rentan dibandingkan tomat, kentang, tembakau dan terung. Insiden penyakit 4-8% pada kultivar kacang tanah resisten dan 10-30% pada yang rentan.

Gejala Penyakit

Gejala awal berupa kelayuan tidak permanen, tanaman segar kembali malam atau pagi hari. Daun yang layu melengkung ke atas. Gejala ini diikuti oleh kematian sebagian atau seluruh cabang dalam satu tanaman. Jaringan xylem dan pith mengalami perubahan warna. Pada kondisi ini sistem perakaran tidak berfungsi sehingga tanaman layu dan mati

Penyebab Penyakit

Bila akar dipotong dan dicelupkan dalam air bening maka terlihatlah ooze putih yang merupakan masa sel bakteri. Pseudomonas solanacearum adalah patogen tular tanah. Kelembaban tanah yang tinggi membantu bakteri untuk bertahan. Suhu tanah 22-33C optimum untuk perkembangan penyakit. Disamping tanaman sakit, benih yang terinfeksi juga dapat berfungsi sebagai inokulum awal di lapangan. Dilaporkan penularan melalui benih 5-15%, tetapi daya tahan bakteri cepat menurun bila kelembaban benih di bawah 9%

Pengendalian Penyakit

Penanaman varietas yang rentan atau tersedianya inang alternatif (gulma) yang terus menerus akan memungkinkan patogen bertahan dalam jangka lama. Gulma tersebut antara lain Ageratum conyzoides, Crotalaria juncea, Croton hirtus, dan Crassocephalum crepidiodes.

Schwarz-21 adalah kultivar sangat resisten pertama kali ditemukan di Indonesia. Kultivar ini telah digunakan selama 50 tahun tetapi tetap resisten. Kultivar resisten yang lain: Gajah, Macan, Kidang, dan Banteng. Rotasi dengan tanaman bukan inang Pseudomonas solanacearum seperti padi, jagung, kedelai, dan tebu efektif untuk mengurangi serangan penyakit. Kultur teknis seperti merendam tanah selama 15-30 hari kemudian diikuti dengan perbaikan drainage sebelum penyemaian dapat mengurangi insiden penyakit.

LAYU PYTHIUM

Gejala Penyakit

Dilaporkan terdapat di negara-negara penghasil kacang tanah; kerugian bervariasi 0-80% tergantung isolat patogen dan varietas kacang tanah. Gejala layu muncul karena sistem perakaran, terutama jaringan pem-buluh telah terinfeksi Tanaman layu permanen mempunyai perakaran jauh lebih sedikit. Infeksi pada fase generatif menyebabkan polong mengalami pembusukan

Penyebab Penyakit

Pythium myriotylum (lebih dominan dari P. aphanidermatum, P. debaryanum, dan P irregulare) adalah cendawan penghuni tanah, dapat hidup sebagai saprofit. Oospora adalah struktur bertahan; sporangium berumur pendek . Inokulum dapat disebarkan aliran air erosi atau alat pertanian

Pengendalian Penyakit

Pengendalian dapat dilakukan dengan penanaman varietas resisten; fumigasi pada tanah-tanah terinfestasi berat; dan walaupun diketahui mempunyai kisaran inang yang luas, penelitian menunjukkan bahwa insiden busuk polong lebih banyak pada daerah yang ditanami kacang tanah terus menerus

BUSUK BATANG SCLEROTIUM

Penyakit tersebar luas dan ditemukan pada lebih dari 200 spesies tanaman

Gejala Penyakit

Gejala mula-mula timbul pada batang atau daun dekat permukaan tanah. Biasanya pada bagian ini terdapat kumpulan miselium putih dan sklerotium. Sclerotium rolfsii menghasilkan oxalic acid, suatu phytotoxin penyebab warna ungu pada polong dan klorosis atau nekrosis pada daun. Pada kondisi lingkungan optimum, miselium tumbuh dengan cepat bahkan dapat sampai ke tanaman di sebelahnya. Sklerotium (0,5-2,0 mm) yang dibentuk pada mulanya berwarna putih kemudian menjadi coklat gelap. Sklerotium yang tertanam di dalam tanah dapat bertahan sampai satu tahun, tetapi bila di atas permukaan tanah dapat sampai beberapa tahun.

Pengendalian Penyakit

Pengendalian harus dimulai dengan pencegahan penimbunan inoculum. Pengendalian gulma efektif menekan insiden penyakit ini karena gulma dapat menciptakan lingkungan yang lembab dan dapat menjadi inang alternative. Trichoderma harzianum adalah agen pengendali hayati yang efektif. Fungisida triazole efektif menekan perkembangan penyakit, tetapi benomyl memperparah penyakit karena menekan populasi T. harzianum

SAPU (WITCHES’ BROOM)

Gejala Penyakit

Tanaman yang terserang mempunyai cabang lateral atau cabang yang tumbuh pada buku-buku batang/cabang dalam jumlah banyak. Ginofor mengalami geotropi negatif atau tumbuh ke atas Cabang lateral ini ruasnya pendek, daun-daun yang tumbuhpun kecil-kecil sehingga penampakan tanaman seperti sapu

Penyebab Penyakit

Phytoplasma adalah organisme satu sel, tidak mempunyai dinding sel sehingga bentuknya berubah-ubah. Di dalam tanaman, phytoplasma terbatas pada jaringan phloem. Wereng Orosius argentatus adalah vektor yang efektif menyebarkan di lapangan

Pengendalian Penyakit


Sanitasi dengan mencabut tanaman kacang tanah yang tumbuh liar dan tanaman yang terserang sudah cukup untuk mengendalikan penyakit yang tidak berbahaya ini

Sumber : dari berbagai sumber
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive