Cara Mengatasi Keriting (Brekele) pada Cabai dan Tomat Cabai Diduga Terserang Virus

.
.

Cara Mengatasi Keriting (Brekele) pada Cabai dan Tomat

Cabai Diduga Terserang Virus
  
Baru – baru ini petani banyak mengeluh dengan  kondisi tanaman budidaya seperti cabe dan tomat tampak kriting dan cebol, untuk daerah Batu dinamakan Brekele. Sangat sulit sekali kalau penanganannya dilakukan setelah terjadi/ terserang penyakit tersebut. Ada beberapa pengetahuan dasar yang kami tahu mengenai jenis penyakit ini. Saat ini  kami memang menaruh perhatian khusus pada jenis penyakit ini dan berusaha kami tangani dengan pestisida sebagai solusi terakhir. Sepertinya petani mulai kualahan dengan penyakit ini dan sangat beresiko gagal panen. Tingkat serangan jenis penyakit ini sedang – tinggi, sepengetahuan kami sangat banyak pada musin kemarau, dan tingkat serangannya sedikit berkurang pada musim penghujan.
        
    Seperti kejadian dalam foto, yang kami temui pada petani di daerah Batu. Tampak tanaman tomat dan cabe mengalami pertumbuhan tidak semestinya, dari segi fisik daun tumbuh kriting, kecil, berwarna agak kuning dan mampat (cebol). Kami terjun langsung yang dibantu petani untuk berusaha membantu mengatasi  permasalahan ini. Dugaan kami tanaman tersebut terkena VIRUS, karena secara fisik sesuai dengan tanda – tanda tanaman terserang VIRUS.  Berikut Tanda – tanda tanaman terserang virus yang kami pelajari dari berbagai sumber:
1.      Kemunduran Pertumbuhan -> Dilihat dari segi ekonomi maksudnya penyakit tersebut dapat mengurangi angka hasil (yield) atau bahkan akan mengakibatkan gagal panen. Karena tanaman mengalami penurunan daya hidup (cebol), hal ini terkait dan sebab bertambahnya kerentanan dan kepekaan terhadap penyakit sekunder.
2.      Deviasi Warna -> Yang paling nyata dan lebih banyak diketahui adalah perubahan warna, terutama pada daun.  Karena tanaman mengalami klorosis akibatnya klorofil kurang dihasilkan.
3.      Kekurangan Air -> Kekurangan air karena transpirasi yang berkelebihan atau suplai air yang terganggu, dapat menyebabkan kelayuan atau yang lebih serius jaringan tanaman akan menjadi kering dan akhirnya akan mati.
4.      Nekrosis -> Kematian sel dengan cepat disebut nekrosis dan biasanya disertai dengan penghitaman atau pencoklatan.
5.      Malformasi-> Virus dapat menjadi penyebab terjadinya cacat pada tanaman atau organ tanaman, hal ini disebabkan karena perkembangan yang tidak seimbang.

Tanaman Tomat yang Diduga Terserang Virus


Dari tanda – tanda diatas maka kasus kriting pada tomat dan cabe seperti dalam foto dugaan kami disebabkan karena virus. Sepengetahuan kami sampai saat ini belum ada obat untuk mengatasi virus. Sehingga kalau penanganannya setelah terjadi serangan  akan sangat terlambat. Virus masuk pada tanaman melalui vector (perantara), pengamatan kami dilapang kami menemukan 2 jenis hama pada tanaman tersebut, yaitu thrip dan kutu kebul (Bemisia). Thrip  biasanya berada di pucuk daun atau bunga dengan badan kecil agak lonjong dan warna hitam  sedangkan kutu kebul (Bemisia) seperti kaper berwarna putih yang berada dibagian bawah daun dan biasanya meninggalkan sarang seperti  kapas, kalau kita goyang tanamannya biasanya akan berterbangan. Dua jenis hama tersebut bisa menjadi vector masuknya virus ketanaman, jadi untuk mengatasi virus tersebut dengan  cara preventif (pencegahan) dengan memberantas vectornya.
Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana menberantas hama thrip dan kutu kebul (Bemisia)? Menurut pengakuan petani, hama kutu kebul (Bemisia) yang paling sulit dibasmi, sepertinya  sangat sulit menemukan pestisida yang cocok untuk kutu kebul.  Dari beberapa literatur dan pengalaman pestisida yang ampuh untuk menganggulangi serangan hama ini dengan penyemprotan dengan bahan aktif Tiametoxam dan Bifentrin bisa juga dicampur dengan pestisida golongan piretroid.
Kutu Kebul (Bemisia)
Penanggulangan :
-          Mekanis
Pungut dan musnahkan kutu kebul (Bemisia) yang tampak
-          Kimiawi
Untuk mencegah resistensi penyemprotan dengan kimia digunakan pada saat hama diambang batas ekonomi. Pestisida kimia bisa menggunakan Actara yang berbahan aktif tiametoxam, Taldin 33EC yang berbahan aktif Bifentrin dan Abamektin yang bekerja dual fungsi yaitu kontak dan sistemik. Untuk mencegah dari resistensi bahan aktif bisa diselang dengan Marshal 200EC atau pestisida lain.
-          Budidaya
Pada serangan ringan, yellow trap efektif. Lantaran yang paling banyak tempat tinggalnya (inangnya) pada tanaman buncis dan terong maka harus tetap waspada jika disamping tanaman kita terdapat tanaman tersebut. Menanam jagung yang merupakan inang pemangsa alami kutu kebul ditepi hamparan bisa menjadi pilihan.
 Akhirnya dengan mengetahui terlebih dahulu serangan dan ciri-cirinya maka kita dapat mengantisipasinya sebelum menular kesemua tanaman kita. Kita pasti sepakat bahwa produktifitas yang tinggi akan menjadi tujuan utama kita, dengan cara melindungi tanaman kita dari hama penyakit tanaman. Semoga bermanfaat …

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive