Duwet Putih Tanaman Unik dan Eksotis Cocok Untuk Penghias Pekarangan

.
.

Duwet putih tak hanya dinikmati rasa buahnya yang manis tanpa rasa sepat, tapi juga dinikmati pesona keindahannya saat berbuah. Tanaman ini termasuk jenis tanaman langka dan memiliki khasiat sebagai obat. Untuk koleksi tanaman buah di pekarangan rumah, sangat cocok untuk mempercantik halaman dan menyegarkan suasana kediaman kita.

Duwet Putih, Tanaman Buah Pekarangan Eksotis
Duwet putih, tanaman langka
Sampai saat ini hanya dikenal ada dua varietas duwet yaitu duwet ungu tua kehitaman dan duwet putih. Duwet ungu kehitaman sudah lazim dilihat di pekarangan-pekarangan maupun di kebun-kebun. Yang masih langka tentu duwet putih. Ia jarang ditemui. Itulah kenapa ia masuk kategori tanaman langka. Harga bibitnya juga mahal.

Sosok duwet putih berupa pohon pendek, rata-rata hanya 4 meter, walau bisa juga tumbuh sampai setinggi 12 meter. Daun berbentuk bulat telur, tepi rata dan tebal. Bunga kecil, berwarna putih kotor. Malai bunga muncul pada cabang yang daun-daunnya telah berguguran. Kemunculan malai bunga bisa soliter, bisa juga berkelompok. Tiap malai tersusun dari banyak bunga dan di bagian ujung malai biasanya berisi 3 kuntum bunga.

Duwet putih cocok ditanaman pada daerah dengan ketinggian 0- 500 m dpl. Tanaman ini adaptif dengan segala jenis tanah. Bahkan di tanah berkapur, ia masih tumbuh dengan baik. Perawatan tak butuh perhatian ekstra, tapi untuk memperoleh hasil tanaman yang baik perlu perlakuan teknis perawatan yang benar.


Bibit bisa diperoleh dari hasil perbanyakan biji. Biji ditanam di polibag sampai tumbuh daun sebanyak 3-5. Setelah itu dipindahkan ke polibag ukuran besar atau pot berukuran lebih besar. Lakukan penyemaian hingga pendederan duwet putih di tempat teduh sampai berumur 6 bulan.

Setelah bibit berumur 6 bulan, ini berarti tanaman siap di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Terlebih dahulu siapkan lubang tanam yang sudah diberi pupuk kandang dan zat antirayap. Setelah itu bibit tinggal ditanam dan disiram.

Tiap 4-6 bulan sekali, tanaman diberi pupuk kandang dan zat pengatur tumbuh untuk merangsang pertumbuhan. Tiap sebulan sekali lakukan penyemprotan antihama sebagai upaya pencegahan serangan hama penyakit.

Tanaman duwet putih yang berumur 4 tahun sudah mulai belajar berbunga. Tambahkan pupuk NPK (15:15:15) dengan dosis secukupnya. Jangan lupa tiap 6 bulan sekali diberi zat antirayap. Cara pemberian pupuk dengan membuat alur di sekeliling tanaman. Selanjutnya pupuk disebar merata mengikuti alur dan ditutup dengan tanah. Supaya tanah tetap gembur, lakukan pendangiran secara rutin.

Tiap 2 tahun sekali, lakukan pemangkasan cabangg-cabang yang tidak sehat atau mengganggu pertumbuhan tanaman. Dengan pemangkasan ini, nutrisi akan tersebar merata ke seluruh tanaman sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan sehat. Pada umur 5-6 tahun, tanaman sudah bisa berbuah dengan baik.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive