PETANI : Pahlawan yang Terlupakan dan Terabaikan

.
.
Hari ini ketika kita mendengar kata pahlawan pasti yang terngiang dalam benak kita yakni suatu semangat revolusioner,nasionalis dan tentunya berhubungan dengan pengorbanan yang besar bagi nusa dan bangsa Indonesia. Atau kita lebih mengenal lagi dengan suatu sebutan umum bahwa ada pahlawan tanpa tanda jasa yakni seorang guru . Memang framing berfikir semacam ini lekat sekali dengan paradigm berfikit kita mengenai pahlawan. Namun ada seorang pahlawan yang tanpa tanda jasa, tanpa pusaka dan bahkan sangat jarang disebutkan dalam sejarah Indonesia masa kini. Kita pun seolah lupa sosok primitive yang sebenarnya sangat berpengaruh penting terhadap majunya suatu negara. 

Iya dialah pak tani atau kebih dikenal dengan sebutan “petani”. Mengapa petani ini menjadi pahlawan, seorang petani dalam kondisi sadar ataupun tidak mereka selalu berusaha menyediakan sumber pangan bagi kita, entah apakah mereka merugi atau bahkan untung mereka tetap setia menggarap tanahnya demi menghasilkan bahan pangan tersebut. Sebenrnaya kalo dihitung secara ekonomi ketersediaan pangan adalah hal penting bagi kemajuan ekonomi suatu bangsa. Bangsa atau negara yang mandiri namun tidak bisa menyediakan pangan yang ekonomis, sehat,bergiizi dan murah bagi rakyatnya maka perlu ditinjau kembali kemandiria suatu bangsa negara tersebut. Sector pangan hari ini harus punya porsi yang besar dalam kebijaka pemerintah nasional. Tidak hanya peningkatan ekonomi makro dan hitung-hitungan investasi saja yang menjadi focus pemerintah.

 Soal pertanian dan pendayagunakan petani harus optimal untuk mewujudkan tatanan ekonomi yang pro rakyat. Harusnya Indonesia bisa melakukan rekayasa untuk meningkatkan hasi pertanian dimana hari ini sudah marak sekali alih fungsi lahan produktif menjadi perumahan ataupun pabrik-pabrik besar. Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris harusnya bisa melakukan swasembada pangan dengan masih tersisaynya lahan-lahan produktif. Untuk menjadi negara maju paradigma yang digunakan tidak melulu harus menjadi negara industry atau manufaktur. Menjadi negara maju juga bisa dilakukan melalui penegmbangan ekonomi pertanian yang hari ni mash sangat minim perhatian dari pemerintah. Indonesia harus mampu membuat regulasi yang pro terhadap petani sehingga profesi ini menjadi profesi yang bernilai ekonomis tinggi.

 Coba lihat hari ini siapa pemuda sekarang yang bercita-cita menjadi petani, saya rasa hampir tidak ada. Paradigm yang umum yakni bercita-cita menjadi dokter, pilot, tentara, pegawai negeri sipil dan lain-lain yang itu bagi saya sangat lah normatif. Mulai sekarang Indonesia harus berfikir matang dan mendalam untuk bisa bangkit dari kemunduran ekonomi pasca krisis 1998.Tidak banyak negara yang focus pada pengembangan pertanian sebagai urat nadi perekonomian nasional. Maka sudah saatnya Indonesia melakukan perubahan besar terhadap kondisi pertanian nasional. 

Indonesia harus berani melaju lebih cepat dan jangan mau kalah dengan negara tetangga Thailand dan Vietnam yang hari ini mengekspor beras ke negara kita. Indonesia juga harus melakukan inovasi-inovasui dalam produk dan teknologi pertanian sehingga mampu bersaing ditingkatan asia tenggara. Namun sebelum melakukan itu semua harus ada niatan yang kuat dan serius dari pemerintah untuk bisa mengembangkan sector pertanian. Karena dengan ketergantungan import pangan sekitar 65 % pertahunmaka ini akan sangat berbahaya pada kestabilan ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Ini berarti ketahanan pangan nasional Indonesia sangat bergantung pada import dan ketersediaan pangan di negara lain. Ini mengindikasikan kita belum merdeka sepenuhnya.

Sumber  : http://www.kompasiana.com/www.burhanhernandez.com/pak-tani-pahlawan-yang-terlupakan_54f93556a33311ef048b48b2
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Blog Archive