Model Vertikultur Sayuran untuk Pekarangan Lahan Sempit

.
.
Kebutuhan manusia akan sayuran selalu tumbuh setiap saat. Otomatis, usaha pertanian sayuran pun harus berkembang. Namun, hal itu tidak diiringi dengan pengembangan lahan pertanian, justru menjadi semakin sempit. Oleh karena itu, manusia membutuhkan kreativitas dalam memanfaatkan lahan untuk mendapatkan kebutuhan sayuran yang diinginkan. Selain itu, kebutuhan sayur tidak hanya dipenuhi dari masyarakat desa, tetapi masyarakat kota juga dapat mengusahakannya sendiri dengan memanfaatkan lahan terbatas. Salah satu bentuk solusinya adalah vertikultur.
Mengenal Beberapa Model Veltikultur
Sebelum menerapkan aplikasinya, sebaiknya Anda harus mengenal sekilas tentang vertikultur. Dengan demikian, akan lebih mudah dalam pelaksanaan dan memperkecil kesalahan. Termasuk beberapa model veltikultur.
Banyak bentuk dan model pertanian vertikultur. Bentuk dan model yang ada tergantung kreativitas masing-masing dan kemampuan memanfaatkan bahan yang ada. Secara umum dan yang sering dijumpai adalah berbentuk persegi panjang, segitiga, piramid, bentuk anak tangga dengan beberapa undakan, bentuk rak (ditempelkan pada tiang, ditempel di tembok, dan sistem gantung).
Pertanian vertikultur dengan sistem gantung dapat menggunakan pot, kaleng bekas cat, botol bekas air minum, atau bahan lainnya. Asal bahan yang digunakan sebagai wadah harus yang ringan agar bisa kuat ketika diikat. Bahan yang dimanfaatkan dapat berupa bahan baru atau bekas yang tidak terpakai. Beberapa di antaranya bambu, pipa paralon, kaleng bekas, polibag, pot, saluran talang air almunium, sampai lembaran karung beras pun bisa. Bahkan, saat ini sudah ada rakitan untuk bertanam vertikultur yang diperdagangkan.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive