Cara Unik Meningkatkan Produksi Getah Karet dengan Bawang Merah

.
.
Di Indonesia karet merupakan salah satu hasil pertanian terkemuka karena banyak menunjang perekonomian Negara. Sampai saat ini ada tiga Negara yang menguasai karet dunia yaitu Indonesia, Thailand, dan Malaysia.


Luas lahan karet yang dimiliki Indonesia mencapai 2,3 – 3 juta hektar. Ini merupakan lahan karet terluas di dunia. Sayangnya perkebunan yang luas tidak diimbangi dengan produktivitas yang memuaskan. 
Produktivitas lahan karet Indonesia rata-rata rendah, sebaliknya Malaysia dan Thailand memiliki produktivitas yang baik. Malaysia dan Thailand masih menguasai pasar karet internasional, sementara Indonesia hanya menjadi bayang-bayang keduanya. 
Usaha untuk meningkatkan hasil getah karet dapat dilakukan dengan cara pemberian stimulator dan ethrel. Peranan stimulator dapat membantu produksi getah karet sehingga jumlahnya dalam pohon meningkat.
Ethrel LS adalah plant growth regulator yang dipergunakan untuk menstimuli aliran latex pada pohon karet dengan cara kerja sistemik yaitu masuk ke dalam lapisan tanaman dan mengalami dekomposisi menjadi ethylene, yang mempengaruhi proses pertumbuhan. 
Salah satu perkebunan karet di Sumatra Utara tepatnya di Kab. Deli Serdang, Kec. STM Hulu menggunakan bawang merah sebagai stimulator peningkat hasil getah karet. Dari penggunaan tersebut, diketahui ternyata bawang merah berpotensi sebagai stimulator untuk meningkatkan produktivitas getah karet. 
“Dari sanalah timbul keingintahuan kami tentang kandungan yang terdapat pada bawang merah yang berperan sebagai stimulator produksi getah karet,” ujar Apriansyori Barus, mahasiswa Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB, didampingi Dosen Pendamping Ir. Rita Kartika Sari, M. Si.
Bersama empat orang rekannya (Resti Puji Lestari , Yeni Elpia, Sugianto, dan Irwan Fauzi), Apriansyori melakukan penelitian di kebun karet Cikabayan IPB. Sedangkan ekstraksi dan persiapan stimulator dilakukan di Laboratorium Kimia Hasil Hutan Fahutan IPB. Waktu penelitian pada Januari – April 2010. 
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan stimulator bawang merah berpengaruh nyata terhadap produksi getah karet. Karena berpengaruh nyata, maka dilakukan dengan uji
Duncan. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa pemberian stimulator konsentasi beberapa persen menghasilkan getah yang tidak berbeda dengan kontrol (tanpa
stimulator).

Dari pernyataan di atas, stimulator yang paling baik adalah pada konsentrasi yang terakhir. Dengan demikian telah teruji bahwa penambahan konsentrasi stimulator bawang merah akan meningkatkan produksi getah karet.
Sementara, pendugaan bahan kimia yang terdapat dalam kandungan bawang merah terhadap peningkatan produktivitas getah karet dilakukan berdasarkan studi pustaka. Berdasarkan studi pustaka, kandungan bawang merah dapat menghambat aktivitas mikroba yang berada di dalam lateks, yang menyebabkan lateks tidak cepat menggumpal.
“Hal ini dapat melancarkan aliran lateks yang keluar, dan lateks yang keluar lebih lama. Artinya pula menyebabkan produksi getah karet meningkat,” kata Apriansyori. 
Meski demikian, Apriansyori menegaskan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap penyempurnaan metode pemberian stimulator ekstraksi bawang merah.

Sumber  : http://poskota.co.id

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive