Cara Unik dan Murah Mencegah Penyakit Ayam Tetelo dengan "PIL BODREX"

.
.
Penyakit Newcastle Disease (ND) atau Tetelo hingga kini masih tergolong sebagai penyakit yang berbahaya bagi ternak golongan unggas, seperti ayam dan burung. Ternak yang terserang penyakit ini bisa mengalami angka kematian mencapai 90-100 % (persen). Waktu penyebaran penyakit ini yang sangat cepat, baik pada ayam kampung, ayam bangkok, ayam ras, ayam siam, ayam buras maupun jenis unggas lainnya.


Dalam ilmu kedokteran hewan, penyakit ND juga dikenal dengan nama lain seperti Avian distemper, domestik newcastle, Newcastle endemik, Parinfluenza, Pneumoencephalitis, Foll Pseudo Pest, Mesogenik Newcastle dan Newcastle Mild. Pada umumnya penyakit ini akan menyerang unggas yang masih dalam pertumbuhan juga unggas yang sudah berusia dewasa. "Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata), namun kasusnya sangat jarang dijumpai". 


Tanda-tanda ayam terserang penyakit ND 


Ayam yang terserang penyakit ND sangat mudah ditandai. Antara lain; ayam terlihat seperti yang terengah-engah, batuk, dan terjadi bengkak dibawah mata (sinusitis). Setelah 10 hingga 14 hari, akan menimbulkan gangguan pada saraf. Gejala klinis pada ganguan saraf meliputi; sayap terkulai, kaki mengejang, leher bengkok dan kepala terlihat berputar-putar (torticoles). Ganguang saraf disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. 


Gejala Klinis pada pencernaan meliputi; diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh organ reproduksinya yang tidak dapat normal kembali setelah setelah diserang penyakit ND.


Pencegahan Penyakit Tetelo, Ayan, ND atau Ta'uet ayam



Peunyaket Ta'uet atau ND biasanya menyerang ternak unggas pada musim pancaroba yaitu pergantian antara musim panas dan musim dingin. Pada saat terjadinya perubahan temperatur, suhu dan kelembaban udara, jika imunitas atau daya tahan tubuh unggas melemah, maka virus dan bakteri sangat mudah menyerang. Ternak yang sangat rentan terserang virus ND seperti, ayam, bebek (itek), burung, dan lain-lain.   


Penanggulangan penyakit ND sampai saat ini belum ada obat yang efektif untuk dapat menyembuhkan penyakit ini. Hanya dapat dilakukan melalui tindakan preventif (pencegahan), yaitu dengan meningkatkan imunitas pada ternak unggas itu sendiri. Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain dengan memperhatikan pola perawatan unggas yang baik, pemberian pakan yang bergizi, menjaga kebersihan kandang, merawat sanitasi air dan kebersihan lingkungan serta pemberian obat atau vaksinasi ND secara teratur. "Pola pemberian vaksin ND yang banyak diterapkan oleh para peternak unggas menggunakan pola 4-4-4” .


Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif. Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. 


Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan paling lambat hari ke-empat umur ayam, karena penundaan sampai umur dua minggu dan seterusnya akan menghilangkan kemampuan pembentukan antibodi aktif oleh antibodi induk, sebab pada umur tersebut antibodi induk sudah tidak berfungsi lagi. Program vaksinasi pada ayam pedaging sebaiknya dilakukan pada umur tiga hari dan vaksinasi lanjutan pada umur tiga minggu, sedangkan pada ayam petelur pada umur tiga hari, empat minggu, tiga bulan dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan. Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara semprot, tetes (mata, hidung, mulut), air minum dan suntikan.


Pencegahan penyakit tetelo atau ta'eut ayam, bisa juga dilakukan dengan menggunakan daun pepaya. Caranya sangat mudah, gampang dan ekonomis. Ikuti langkah-langkah berikut ini;

  1. Ambil daun pepaya yang sudah terlihat tua (daun yang belum menguning)
  2. Letakkan pada suatu wadah atau mangkok
  3. Beri air sebanyak 100 ml
  4. Peras daun pepaya yang sudah diberi air hingga berwarna hijau pekat
  5. Minumkan air ekstrak tersebut pada ayam sebanyak dua sendok makan atau sekitar 5 ml dan berikan sevara rutin tiga kali sehari.
Selain daun pepaya, ternyata beberapa jenis obat yang biasa dikonsumsi oleh manusia juga dapat digunakan untuk pencegahan atau mengobati penyakit unggas. Salah satu jenis obat yang bisa digunakan pada ternak unggas yaitu pil bodrex tablet. 

Pemberian pil bodrex secara teratur pada ternak unggas, dapat mencegah penularan penyakit tetelo, ta'uet, ayan atau Newcastle Disease (ND). Karena pil bodrex mengandung paracetamol yang bekerja sebagai analgesik untuk meringankan sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam. 


Agar ayam tetap sehat, ikuti langkah-langkah berikut :

  • Ambil 1 butik pil bodrex (sebaiknya gunakan pil bodrex extra atau pil bodrex flu & batuk)
  • Letakkan pada suatu wadah atau mangkok dan giling pil bodrex sampai halus.
  • Kemudian, campurkan pil bodrex yang sudah digiling halus dengan pakan atau makanan (dosis pemberian; 1 tablek bodrex untuk 40 ekor)
  • Berikan pil bodrex secara teratur, setiap sebulan sekali. (Baca petunjuk penggunaan dan jangan melampaui dosis)
Catatan: Pengobatan dan pencegahan penyakit tetelo atau ND dengan pil bodrex, sampai saat ini belum dilakukan penelitian secara ilmiah. Namun, cara ini telah di ujicoba atau diamati oleh seorang peternak ayam kampung di Desa Riseh Tunong Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, ternyata sangat mujarab dalam mencegah ayam terserang penyakit ta'uet atau ND.

Sumber : risehtunong.blog
Sponsored Links
loading...
Loading...
.