Cara Membuat EM -Lokal (MOL) dengan Bahan Murah Meriah

.
.
 resep Membuat EM-0 Lokal, yang sudah dipraktekkan oleh seorang teman Petani dari Jogja yang menjalankan pertanian organik lebih dari 17 tahun.
Alat dan Bahan :
1. Buah, cukup buah tak terpakai, menggunakan prinsip re-use sehingga murah (misalnya: pepaya kematengan, pisang kematengan, dll - yg penting mengandung zat gula) sekitar 1 kg.
2. Gula (bisa gula kelapa, bisa gula tebu) sekitar 5 Sendok makan.
3. Air untuk melarutkan gula - Secukupnya.
4. Wadah, misalnya: Botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter atau ember (yg penting bukan dari logam)

Cara Pembuatan :
1. Buah pepaya / pisang dikupas, lalu dihancurkan hingga menjadi bubur (Pure / jus).
2. Campurkan dengan Gula yg sudah dicairkan.
3. Tuang ke wadah.
4. Tutup wadah (jika botol akan lebih praktis karena sudah ada tutupnya. Jika ember, perlu ditutup dengan plastik, dan diikat. Ini karena Bakterinya Anaerob.
5. Letakkan di tempat yg terlindung dari cahaya matahari langsung.
6. Selanjutnya, setiap hari, tutup botol dibuka selama 10 menit, lalu tutup lagi. Tujuannya mengurangi Gas hasil dari fermentasi.
7. Lakukan sampai 14 hari. EM-0 Siap dipakai.
8. Tanda2 fermentasi berhasil : baunya seperti tapai. kalau baunya busuk berarti gagal.


Cara Aplikasi:
EM-0 ini dapat dimanfaatkan baik sebagai starter kompos, yakni untuk mempercepat proses dekomposter atau proses pembuatan kompos, maupun sebagai pupuk tanaman.  Secara umum dosis penggunaan untuk starter kompos perbandingannya lebih pekat jika dibanding untuk digunakan sebagai pupuk, yakni 1 : 5 (1 bagian EM : 5 bagian air) untuk starter, dan 1 : 10 untuk pupuk siram/semprot tanaman.

Yang perlu diingat, EM ini sifatnya korosif terhadap logam, jadi gunakan alat menyemprot dan menyiram yang berbahan plastik atau karet.


Catatan :
Cara Pembuatan EM di atas hanya salah satu dari banyak cara membuat EM.  Mungkin dilain kesempatan saya akan menuliskan cara atau resep lain membuat EM.

EM-0 ini sifatnya masih umum, penggunaannya bisa untuk memupuk hampir semua jenis tanaman, namun belum merupakan inputan yang spesifik.  Maka disarankan EM-0 dibuat menjadi EM-1 terlebih dahulu agar lebih spesifik, lebih pas sesuai kebutuhan tanaman sepesifik.  

Demikian Sahabat Petani, semoga artikel berjudul Cara Membuat EM dan Aplikasinya ini bermanfaat.

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive