Untung Besar Modal Kecil Dengan Membuat Tempe dengan Bungkus Plastik

.
.

 

 

 

Persiapan  pembuatan Tempe

sebelum melakukan produksi,alangkah baiknya melakukan uji coba untuk kalangan sendiri,cobalah 1-2 kg kedelai,setelah yakin produk anda bisa ditrima pasar.mulailah dengan produksi dengan sekala lebih besar

Pembuatan tempe secara tradisional biasanya menggunakan tepung tempe
yang dikeringkan di bawah sinar matahari. Sekarang pembuatan tempe ada
juga yang menggunakan ragi tempe.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses pengolahan tempe agar
diperoleh hasil yang baik ialah:
1) Kedelai harus dipilih yang baik (tidak busuk) dan tidak kotor;
2) Air harus jernih, tidak berbau dan tidak mengandung kuman penyakit;
3) Cara pengerjaannya harus bersih;
4) Bibit tempe (ragi tempe) harus dipilih yang masih aktif (bila diremas
membentuk butiran halus atau tidak menggumpal).

Persiapan Angaran
Perkiraan Anggaran blanja  alat produksi untuk keperluan jangka panjang
  • panci besar 12 L                       Rp. 300.000
  • kompor gas/tungku kayu          Rp .250.000
  • bak air/                                     Rp. 50.000
  • penggilingan /mesin giling        Rp. 1.200.000
  • tray/rak bamboo/tampah           Rp. 50.000/1pcs X 3 pcs =Rp150.000
  • lain lain                                    Rp. 50.000
  • Total modal alat                       Rp. 2.000.000
Perkiraan Anggaran belanja jangka pendek/anggaran blanja  harian.
  • 10 kg kedelai                                     Rp. 70.000
  • ragi   100 gram                                  Rp. 5000
  • plastik  isi 100 lembar                     Rp. 10.ooo 
  • Gas 3 kg                                             Rp. 15.000
  • Total bahan baku                              Rp. 100.000

Peralatan dan perlengkapan:

  • panci berukuran besar untuk merebus kedelai
  • kompor gas / tungku kayu untuk merebus kedelai
  • tempat penampung air untuk mencuci kedelai
  • pengiling kedelai.mesin / manual. untuk mengupas kulit kedelai setelah di rebus
  • plastik / daun pisang untuk pembungkus.
  • rak /trai /tampah
penghitungan hasil.1 kg kedelai menjadi 5 potong tempe dengan ukuran normal.dengan penjualan Rp.3000/potong.

 10 kg kedelai
 1 pak plastik
 3kg gas
 ragi
 total
 70.000
 10.000
 15.000
 5000
 100.000





Rincian produksi 10 kg kedelai/hari 
modal;           Rp 100,000
hasil;              Rp.150.000
pendapatan   RP50.000/hari X 30 hari =Rp. 1.500.000./bln X 12 =Rp18.000.000/thn

Rincian produksi 100 kg kedelai/hari
modal Rp.1000.000
hasil Rp.1.500.000
pendapatan Rp 500.000/hari X 30 hari  = Rp 15.000.000 /bln X 12 =Rp 180..000.000/thn
Persiapan bahan baku:
Bahan 1) Kedelai 10 kg
2) Ragi tempe 20 gram (10 lempeng)
3) Air secukupnya

Alat 1) Tampah besar
2) Ember
3) Keranjang
4) Rak bambu
5) Cetakan
6) Pengaduk kayu
7) Dandang/ panci besar
8) Karung goni
9) Tungku atau kompor
10) Daun pisang atau plastik
 Proses pembuatan
1) Bersihkan kedelai kemudian rendam satu malam supaya kulitnya mudah lepas;
2) Kupas kulit arinya dengan cara diinjak-injak. Bila ada, dapat menggunakan mesin pengupas kedelai;
3) Setelah dikupas dan dicuci bersih, kukus dalam dandang selama 1 jam.
Kemudian angkaat dan dinginkan dalam tampah besar;
4) Setelah dingin, dicampur dengan ragi tempe sebanyak 20 gram;
5) Masukkan campuran tersebut dalam cetakan yang dialasi plastik atau
dibungkus dengan daun pisang. Daun atau plastik dilubangi agar jamur
tempe mendapat udara dan dapat tumbuh dengan baik;
6) Tumpuk cetakan dan tutup dengan karung goni supaya menjadi hangat.
Setelah 1 malam jamur mulai tumbuh dan keluar panas;
7) Ambil cetakan-cetakan tersebut dan letakkan diatas rak, berjajar satu lapis
dan biarkan selama 1 malam;
8) Keluarkan tempe dari cetakannya.
Catatan:
1) Ruangan untuk membuat tempe harus bersih dan tidak harus terbuat dari
tembok. Ruangan untuk pemeraman diberi jendela, agar udara dapat diatur
dengan membuka atau menutup jendela tersebut. Di waktu musim hujan
ruangan ini perlu diberi lampu agar suhu ruangan tidak terlalu dingin.
2) Tempe mudah busuk setelah disimpan 2 ½ hari dalam keadaan terbungkus,
oleh karena itu perlu diawetkan secara kering dengan cara sebagai berikut :
3) Iris tempe dengan ketebalan ½ mm, keringkan dalam oven pada suhu ±0-75 C selama 55 menit. Dengan cara pengawetan seperti ini produk tempe awetan yang dihasilkan tahan disimpan selama 3 sampai 5 minggu.
4) Kandungan protein dan lemak tempe kedelai, masing-masing sebesar 22,5%
dan 18%. Kebutuhan protein sebesar 55g/hari dapat dipenuhi dengan
mengkonsumsi tempe sebanyak 244,44 gram.

Cara memasarkan produk yang tepat.
ada berbagai cara untuk memasarkan produk Tempe,untuk pemula sebaiknya memikirkan cara yang termudah,tujuannya mengenalkan produk kita,dibawah ini ada berbagai cara memasarkan produk tempe.
  • menggelar dagangan di pasar/ di tempat yang strategis.(lapak)
  • mengunakan system keliling ke rumah rumah penduduk.
  • menjual ke warung/warteg dan tukang gorengan.
  • menjual ke industri pembuatan kripik tempe.
NOTE : perkiraan harga alat dan harga bahan disetiap daerah berbeda ini  hanya estimasi / memperkiraan harga alat dan harga bahan yang ada di daerah kami untuk topik ulasannya.

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive