Mimpi Indah Seorang Anak Petani Menjadi Ahli Komputer

.
.


Mimpi Indah Anak Petani. Mimpi Indah ku. Iya, aku adalah anak seorang petani dari desa kecil tepat disebelah selatan kota B. Kota ini adalah kota sejarah, kota kenangan, kota impian, begitu juga dengan desa ku. Tempat dimana seorang anak petani lahir untuk terus bermimpi dan mengejarnya.
Desa ku, sebut saja Desa Kace. Desa ini menyimpan beribu kenangan masa kecil ku, ditempat ini pula anak seorang petani memulai mimpi-mimpi indahnya, memulai berpikir, memulai mengejar asa, mulai berharap pada sesuatu ketidakpastian, yang biasa disebut “Masa Depan”. Iya, bagaimana masa depan anak seorang petani dari desa kecil yang dahulu hanya bisa bermain layangan di sawah, mencari belut, mandi di kali, dengan senyum bahagia masa kecil mencoba me-metamorfosis-kan dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih berguna di masa depan. Bagaimana mungkin anak seorang petani bisa bermimpi untuk menjadi pemimpin di masa depan?
Pemimpin besar, sebesar mimpi-mimpi indahnya.
Bagaimana perjuangan selama ini? Apakah anak petani ini cukup mampu membangun masa depannya kelak?
Inilah permasalahan yang sekarang sedang bergerumbul di otak ku.
Menendang-nendang layaknya pemain sepak bola yang haus akan kemenangan. Pernah berpikir, apakah diri ini mampu? Apakah diri ini bisa mengangkat derajat keluarga kecil ini?
Tak hanya mimpi indah yang membebani ku, aku juga merupakan sosok seorang kakak, anak pertama dari dua bersaudara. Aku lah masa depan keluarga ini. Aku akan berusaha untuk menjadi lebih sempurna, melampaui batasan-batasan kemampuan ku, terus berjalan dan belajar, menghilangkan kebodohan yang selama ini melekat pada anak desa ingusan yang kerja setiap sore mencari belut di sawah.
Dan disinilah aku sekarang, disinilah kaki ini berdiri, di negeri orang, di tempat rantau ini. Memikul berat tanggungjawab ku sebagai anak dan seorang kakak. Perjuangan ku di mulai.
Mentari senja mengantarku untuk duduk dan merenung, begitu pula angin sore yang berbisik lirih di telinga ku. “Kamu bisa.. Kamu kuat.. Kamu lah masa depan keluarga ini..” . Begitu pun seterusnya, setiap sore. Kedua orang tua ku adalah motivasi terbesarku, tatapan mata mereka, menembus merasuk kedalam hati kecil ku dan berkata “Nak, belajarlah sungguh-sungguh, inilah keluarga mu, kamu lah masa depan keluarga ini. Kami akan bekerja setiap hari untuk membiayai kamu sekolah, jangan pernah mengecewakan harapan kami nak.. kejarlah mimpi-mimpi indah mu nan jauh disana.. Maafkan kami, kami hanyalah seorang petani..” . Saat itu juga, hati anak petani yang sangat kuat pun roboh, menangis tersedu-sedu dalam keheningan, sadar akan betapa kerasnya perjuangan ayah dan ibundanya.
Untuk keluarga ku, untuk adik ku tercinta. Aku akan membawa kalian ke masa depan yang indah, aku akan berusaha, aku hanya meminta do’a, do’akan anakmu ini bunda.. Semoga menjadi seorang anak yang sholeh, anak yang tidak akan pernah sombong, anak yang selalu mengingat kepada Tuhan nya, anak yang selalu diberikan kekuatan pikiran dan jiwanya untuk terus berjuang meraih mimpi-mimpi indahnya.
Akan aku kejar mimpi indah itu, akan aku dapati mimpi indah itu di masa depan ku. Dan di tempat ini, di kampus swasta ini, aku temukan teman-teman seperjuangan, yang mungkin sama halnya seperti aku, memikul beban tanggungjawab untuk menghidupi keluarganya kelak.
Di tempat ini aku belajar menjadi pemimpin, belajar menjadi imam sebelum mengimami keluarga ku kelak. Mengetuai beberapa organisasi. Ayah..Bunda.. ternyata berat menjadi seorang pemimpin, tidak semudah apa yang ada di mimpi-mimpi indah ku :’)
Tapi aku bahagia, pengalaman ini tak akan pernah aku lupakan, pengalaman yang membangun, mempercepat metamorfosis anak petani ini.
Dari sini aku memulai perjalanan menuju masa depan indah ku.
Dunia IT adalah jembatan ku. Iya, anak seorang petani yang sok mengerti akan kerja suatu system komputer, yang sok bisa membuat program ini itu, yang sok sibuk dengan alat-alat elektronik yang tak pernah aku jumpai ketika menanam padi disawah.
Iya, inilah anak mu ayah..bunda.. Ini jalan ku, aku nyaman ditempat ini, mengerti akan kerasnya perjuangan petani yang menggarap sawah dari siang sampai sore dan begitu seterusnya, aku lebih nyaman dengan layar monitor ini, aku lebih nyaman dengan keyboard ini, aku nyaman dengan dunia ku sekarang. Tapi tak akan pernah aku lupakan kerasnya perjuangan kalian disawah. Akan aku tarik lengan kalian untuk keluar dari lingkaran yang membelenggu sekarang ini.
Inilah mimpi indah ku..
Mimpi indah anak petani..
Iya, anak petani yang fanatik dengan dunia teknologi, dunia baud.
Inilah sedikit kisah dari anak seorang petani dari desa kecil yang mencoba memberanikan diri mengejar mimpi-mimpi indahnya.

Sumber  : https://devilcry4u.wordpress.com/2014/07/10/mimpi-indah-anak-petani/
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive