Penyemprotan Antisipasi Bunga Mangga Rontok Saat Musim Hujan

.
.

Penyemprotan Antisipasi Bunga Mangga Rontok


TATA warga Blok Pataking, Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka sedang menyemprot mangga bersama temannya di kelurahan Munjul untuk memperkuat bunga agar tidak rontok terkena curah hujan yang tinggi, serta mengurangi serangan hama.*
TATA warga Blok Pataking, Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka sedang menyemprot mangga bersama temannya di kelurahan Munjul untuk memperkuat bunga agar tidak rontok terkena curah hujan yang tinggi, serta mengurangi serangan hama.
Petani mangga di Majalengka kini terus melakukan penyemprotan bunga mangga untuk memperkuat agar tidak rontok terkena curah hujan yang saat ini masih sangat tinggi. Musim mangga sendiri diperkirakan akan dimulai pada Juni mendatang.
Menurut keterangan sejumlah petani dan bandar mangga penyemprotan kali ini dilakukan hampir setiap minggu, karena curah hujannya sangat tinggi. Penyemprotan pertama dilakukan untuk merangsang agar bunga bisa muncul lebih cepat, setelah keluar bunga penyemprotan dilakukan terus menerus agar bunga tidak rontok serta menghindari hama wereng dan serangga lainnya.
“Kalau tidak disemprot seperti ini bunganya rontok terkena hujan, selain itu karena awal sudah terbiasa disemprot sekarang akhirnya bila ingin berbuah bagus harus terus dirangsang dengan penyemprotan seperti ini, bila tidak pembuahan kurang baik,” ungkap Tata warga Blok Pataking, Keluarahan Munjul ditemui sedang nyemprot mangga.
Hal yang sama juga disampaikan Ajis petani lainnya. Setiap minggunya dia mengaku menghabiskan obat-obatan hingga jutaan rupiah karena pohon mangga yang harus di semprot cukup banyak. Dia membeli sejumlah perkebunan mangga di Munjul dan Ciandeu. Bila pemeliharaan kurang baik, dia khawatir kejadian tahun 2013 kemarin terulang lagi hampir sebagian besar perkebunan mangga tidak berbuah. Ada beberapa jenis obat dan pestisida yang diraciknya untuk disemprotkan antara lain adalah geometrin, kabio dan panrani.
Menurut Ajis dan Tata,pemeliharaan pohon dan bunga mangga dilakukan secara terus menerus tersebut guna menghindari kerugian seperti yang dialami tahun lalu. Pada tahun lalu curah hujan tidak sebesar sekarang namun ternyata sebagian besar pohon mangga tidak berbuah. Bunga mangga setelah mekar menghitam dan rontok.
Rontoknya bunga mangga tersebut, sebetulnya banyak petani yang menduga akibat pembuahan yang dilakukan dengan cara dirangsang secara terus menerus. Itu dilakukan petani setelah mengetahui adanya obat-obatan yang dijual di toko. Tak heran bila musim mangga akhirnya tidak sesuai siklus tahunan seperti biasanya.
“Kemarin banyak kebun mangga yang tidak berbuah itu memang diduga akibat terlalu seringnya disemprot, namun kini petani tidak kapok malah sekarang semakin sering karena semakin takut bunga rontok, serta meyakini dengan disemprot bunga mangga akan kuat,” kata Ujang petani lainnya.
Sementara itu para petani memprediksi musim mangga tahun ini sudah bisa dimulai pada bulan Juni mendatang, bahkan ulai Mei mangga sudah ada dengan harga mahal. Tahun lalu harga mangga di Majalengka cukup tinggi, kondisi tersebut diduga akibat minimnya panen. Untuk harumanis harga terendah dari tingkat petani mencapai Rp 2.000,-/kg, di bandar di jual Rp 3.000,- hingga Rp 5.000,-/kg. Demikina juga dengan mangga cengkir dan golek harganya tidak jauh eda. Gedong gincu sempat mencapai harga Rp 20.000.-/kg hingga Rp 30.000,-/kg kualitas super dari tingkat petani harga terendah mencapai Rp 8.000,-/kg untuk kualitas super.
Beberapa tahun sebelumnya harga mangga di tingkat petani untuk mangga harum manis sempat mencapai Rp 750,- hingga Rp 1.500,-/kg, dan gedong gincu Rp 5.000,-/kg. Karena murahnya harga mangga saat itu banyak sejumlah petani memilih tidak menjualnya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2014/03/23/274908/penyemprotan-antisipasi-bunga-mangga-rontok
Sponsored Links
loading...
Loading...
.