Cara Menanam Pohon Pepaya Pendek dan Berbuah Lebat

.
.

Cara Menanam Pohon Pepaya Pendek dan Berbuah Lebat

Pohon Pepaya
Seringnya, pohon pepaya akan mulai berbuah ketika tumbuhan meninggi, hal ini tentu saja menyulitkan kita untuk memetiknya. Ketika dipanjat takut rubuh, ketika gunakan galah takutnya pepaya malah hancur saat jatuh. Bisakah tumbuhan pepaya dibuat pendek supaya mudah dipetik? Bisa kok.

Mari kita mulai caranya... 

1. Setelah bibit pepaya yang kita tanam berusia sekitar 4 Minggu atau ketinggian mencapai 40-50 cm, potong pupusnya supaya tumbuh beberapa tunas di batang bawah.

2. Tunggu sekiranya hingga 10 hari tunas baru akan bermunculan. Setelah itu batang pohon pepaya dipotong lagi sekitar 15 cm dari tanah atau dari tunas yang ke-3 atau ke-5. Supaya bekas potongan tidak membusuk sebaiknya dibungkus plastik.

3. Seminggu setelah itu mulai dilakukan seleksi tunas. Sisakan satu saja yang paling baik.

4. Setelah itu lakukan perawatan terhadap pohon-pohon pepaya sebagaimana biasa. Insya Allah, dalam beberapa bulan ke depan bunga bakal buah pun mulai bermunculan.

Perlu di Perhatikan

1. Menyiapkan Bibit yang Baik 
Sebelumnya tentu kita harus mempersiapkan bibit yang baik supaya tumbuhan mampu berbuah maksimal. Tumbuhan pepaya biasa diperbanyak secara benih, maka sebaiknya pilih benih pepaya secara kualifikasi sebagai berikut:
  1. Diambil dari buah yang masak penuh di pohon
  2. Dari tumbuhan induk yang harus terbebas dari segala jenis hama dan penyakit
  3. Produksinya tinggi dan kualitas buahnya baik 
  4. Ukuran benih seragam
  5. Benih diambil dari buah bagian ujung
Benih diambil dari buahnya secara cara memotong buah secara pisau. Pemotongan harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai melukai benih. Kemudian benih dikeluarkan dari buahnya. Yang kita gunakan sebagai benih ialah benih-benih yang biasanya berada di ujung buah. Dalam 1 buah hanya diambil kira-kira 2/3 nya dan sisanya tidak digunakan. Benih-benih yang terbisa pada ujung buah dekat tangkai buah biasanya daya kecambahnya lebih rendah dibanding yang di ujung buah. Hal ini karena pada bagian ujung biasanya buah pepaya lebih kecil, sehingga pertumbuhan benih dalam buah juga kurang baik. Ini yang berpengaruh terhadap perkecambahan.
benih pepaya. 

Benih-benih yang telah dikeluarkan dari buahnya kemudian dicampur secara abu dapur dan harus diangin-anginkan selama 3 hari. Setelah itu disimpan di tempat yang lembab sambil menunggu waktu penyemaian. Benih pepaya bisa ditanam langsung atau melalui pembibitan dahulu. Untuk menbisakan bibit yang baik dan pertumbuhan tumbuhan yang baik, sebaiknya dilakukan pembibitan dahulu kemudian dipindah tanam di lapangan. 

Sebagai tempat pembibitan digunakan kantong plastik seperti polybag. Kantong-kantong plastik diisi campuran tanah lapisan atas dan kompos atau pupuk kandang secara perbandingan 1 : 1. Pupuk kandang atau kompos yang digunakan harus telah masak, yaitu secara cara komposkan terlebih dahulu. Pupuk kandang yang masih baru atau belum masak tidak baik untuk campuran media tanam, dan akibatnya bisa mematikan tumbuhan yang ditanam. 

Setelah kantong plastik diisi media, kemudian dibuat lubang-lubang kecil pada kantong plastik untuk saluran pembuangan air siraman yang tidak bisa dimanfaatkan bibit. Air yang berlebihan di dalam kantong plastik justru bisa menghambat pertumbuhan bibit pepaya. Kemudian benih pepaya ditanam pada kantong plastik, 1 kantong plastik ditanami 1 benih. 

Selama di pembibitan bibit pepaya harus selalu menbisa air yang cukup. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman paling tidak sekali sehari. Pada umur 4 Minggu bibit pepaya diberi pupuk. Pupuk yang digunakan ialah urea secara dosis 1 gram tiap bibit. Bibit sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh, karena bibit belum siap terhadap sinar matahari yang terik. Pada umur 2 bulan bibit pepaya bisa dipindah tanam di lapangan. 

2. Teknik Menanam 

Bibit yang telah siap tanam diambil dari kantong plastik secara cara merobek kantong plastik. Usahakan tanah yang berada di dalam kantong plastik masih tetap menempel di akar bibit. Hal ini dimaksudkan supaya tidak terjadi stagnasi pertumbuhan tumbuhan, yaitu tumbuhan berhenti tumbuh beberapa waktu karena harus beradaptasi secara tanah yang baru. Sebelun penanaman sebaiknya dilakukan pemilihan bibit. Bibit yang pertumbuhannya kurang baik, bengkok, atau terserang hama penyakit sebaiknya tidak perlu ditanam. 

Bibit yang telah terpilih dimasukkan dalam lobang tanam. Tanah di sekitar tumbuhan dipadatkan secara tangan supaya tumbuhan cukup kuat dan tidak roboh. Setelah penanaman segera dilakukan penyiraman air secukupnya. Untuk tumbuhan baru tindakan penyiraman sangat diperlukan. Penyiraman dilakukan sehari sekali sampai tumbuhan berumur 1 bulan. Apalagi pada musim kemarau. Untuk itu sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan. 

Sumber:
http://agrobuah.wordpress.com/2011/06/08/pepaya-berbuah-cepat/ 
Pengelolaan Tanah Pekarangan Sebagai Sumber Penghasilan yang Permanen, karya Imam Suprayitna, SP., penerbit: C.V. Aneka, cet. ke-1 Maret 1996, hal. 40-42 

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive