Cara Memacu Budidaya Ikan Bandeng Agar Cepat besar

.
.

CARA MEMACU BUDIDAYA IKAN BANDENG AGAR CEPAT BESAR


Image result for agar bandeng besar
Bandeng dalam bahasa Inggris (Chanos chanos), disebut ikan bandeng menetas di laut dalam, setelah menetas 2-3 minggu kemudian bermigrasi ke tepi, pantai dan bakau-bakau dan kembali lagi ke laut tengah untuk berkembang biak. 
Bentuk tubuh bandeng ramping seperti torpedo dan berenang cepat, keperakan putih dan biru dalam sisi kulitnya. ikan ini pemakan tumbuhan plankton ganggang, lumut, klekap (herbivora) yang tumbuh di dasar perairan. Ikan ini dibudidayakan untuk konsumsi rumah tangga dan restoran dalam bentuk susu kari, digoreng, direbus, asap dan panggang.
HABITAT IKAN BANDENG
Bandeng (Chanos chanos) adalah sejenis ikan laut dari Family Chanidae, Ordo Malacopterygii. Namun ikan bandeng diklasifikasikan Euryhalin yang memiliki daya penyesuaian (toleransi) cukup tinggi terhadap perubahan kadar garam (salinitas) mulai dari 0-60 per mil. Selain itu, juga cukup tahan terhadap perubahan suhu tinggi hingga 40 derajat Celcius. 
Bandeng pertama di ketahui hidup di India di laut Fasifik berkerumun di sekitar terumbu pesisir dan pulau tapi ahir-ahir hidup di air payau, danau air tawar. Untuk bandeng pertanian adalah pembesaran lebih cocok dilakukan di tambak air payau untuk menumbuhkan pakan alami dan artificial feeding atau pelet. 
Lokasi kolam bandeng budidaya telah dipilih, antara persyaratan lainnya :
Tanah dapat pasang surut air. Tinggi yang ideal pasang surut adalah 1,5 - 2,5 m. 
Dalam pasang surutnya lokasi lebih rendah di bawah 1 meter pengelolaan air dengan menggunakan pompa.
Air segar tersedia untuk mengatur kadar garam yang cocok untuk pertumbuhan bandeng.
Tekstur tanah yang ideal adalah tanah liat berpasir, karena tanah dapat menahan air sumur.
Lokasi yang ideal ada sabuk hijau (green belt) hutan mangrove ditumbuhi dengan panjang minimal 100 m dari garis pantai.
Keadaan sosial ekonomi untuk mendukung operasi seperti budidaya keamanan yang kondusif.
Dalam hal ini kolam yang disiapkan adalah kolam yang telah ada dan telah berulang kali melaksanakan budidaya dan panen bandeng. jadi kita tidak lagi berbicara tentang pemilihan lokasi (tapak) dan tata letak kolam, 
Petani ikan meskipun tidak benar dalam memenuhi tahapan persiapanbudidaya. mereka memang bisa panen bandeng namun hasilnya kurang maksimal karena langkah-langkah dalam penyusunan kolam ini sering diabaikan atau tidak dilakukan dengan benar Tingkat pH tanah yang optimal untuk bandeng antara 7-8, dengan kandungan oksigen terlaru 3,5 ppm. Hal ini juga dapat beradaptasi dengan perbedaan salinitas yang ekstrim. Kebiasaan pembudidaya ikan bandeng di desa Talun memberikan akan dengan cara pemupukan kolam dengan pupuk urea dan pupuk SP – 36. Pemupukan dengan pupuk pabrikan atau anorganik memiliki sisi kelemahan yakni semakin lama lahan semakin membutuhkan pupuk anorganik dan akan merusak lingkungan. Dalam mensiasati pakan alami berupa lumut dan klekap tetap mencukupi kebutuhan bandeng hingga panen adalah melakukan pemupukan secara bertahap. Pupuk yang digunakanpun bukan pupuk kimia melainkan pupuk organik bokhasi dari kotoran ternak dan limbah pertanian lainnya. Membuat sendiri pupuk organik bokhasi tidaklah sulit, karena semua bahan bakunya cukup tersedia, seperti kotoran ayam, dedak, jerami padi dan lainnya. Bahan baku pembuatan pupuk bokhasi itu tidak dibeli, cukup datang ambil ke tempat peternakan ayam. Bahkan jerami padi selama ini hanya dibakar oleh petani tidak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk. Dengan pemanfaatan bahan organik dalam menstabilkan ketersediaan makanan alami di tambak agar bandeng cepat bongsor (gemuk), juga berdampak melestarikan lahan kolam budidaya ikan.
Pengeringan Kolam .
Air dikeringkan melalui saluran pembuangan
Benteng kolam bocor benar disegel dan diperkuat
Lumpur cair ditambah atau dibuang di kolam
Tampaknya kering tambak retak bawah -retak (2 minggu).
Pintu masuk air untuk menghindari kebocoran diperbaiki dalam posisi yang lebih tinggi
Pintu drainase posisi yang lebih rendah dan berfungsi untuk pengeringan kolam saat panen bandeng Bagaimana cara menjaga kesuburan kolam dan meningkatkan roduksi ikan bandeng. Untuk membuat pupuk organik bokhasi cukup disiapkan 200 kg jerami atau sisa hijauan daun pisang, 600 kg kotoran ternak ayam yang telah kering, 50 kg serbuk gergaji atau dedak, 50 kg arang sekam, 100 kg humus, 1 liter larutan dekomposer (EM4) atau bahan probiotik merk dagang jenis lainya. dan 1 kg gula pasir atau molase.
Cara membuatnya, cacah jerami atau hijauan kecil-kecil, campuran bahan-bahan organik yang telah disiapkan, aduk hingga merata dengan cangkul atau sekop. Tambahkan  kapur pertanian (Ca) untuk memperkaya kandungan hara pupuk bokashi yang dihasilkan. Selanjutnya encerkan larutan EM4, ambil 1 liter larutan campurkan dengan 200 liter air bersih dan 1 kg gula pasir. Kemudian siramkan pada campuran bahan baku sambil diaduk. Atur kelembaban hingga mencapai 30-40%. Untuk memperkirakan tingkat kelembaban, kepalkan campuran hingga bisa menggumpal tapi tidak sampai mengeluarkan air. Apabila kelembabannya kurang, tambahkan air secukupnya. Sebaiknya bahan-bahan tersebut ditutup plastik agar suhu fermentasi hingga maksimal 45 derajat Celsius. Setelah 15-20 hari pupuk organik bokhasi sudah jadi dan siap ditebar di tambak.
Aplikasi awal sebelum tebar nener (bibit bandeng) pastikan petakan tambak sudah bebas hama. Masukkan air pada saat pasang sampai tanah dasar tambak macak-macak. Tebar pupuk organik bokhasi sebanyak 1.000 kg tergantung kondisi tanah dasar tambak (berpasir/lempung berpasir/liat berpasir) semakin tinggi kandungan pasirnya maka dosis bokhasi makin ditingkatkan. Biarkan tanah tambak selama 3-5 hari lalu masukkan air kembali sampai ketinggian 30 cm di atas pelataran, setelah kena sinar matahari klekap akan tumbuh. Air tambak dinaikkan sampai 50 cm lalu tebar nener gelondongan sebanyak 3.000 ekor/ha.
Seiring dengan makin bertambah besarnya bandeng maka secara bertahap air tambak ditinggikan hingga 70 cm tujuannya disamping bandeng bebas bergerak juga untuk memancing tumbuhnya lumut dan tumbuhan air hydrilla (sampine, bahasa lokal petambak).  
Jika ketersediaan klekap menipis maka air tambak disurutkan hingga tanah dasar macak-macak untuk pemupukan susulan bokhasi. Pada saat itu bandeng berlindung di parit keliling tambak. Jika tanah dasar tambak berubah warna dari coklat menjadi hijau berarti klekap sudah tumbuh. Selanjutnya air tambak ditinggikan agar bandeng menikmati makanan alami yang sudah tersedia kembali.
Selama masa pemeliharaan 3-4 bulan ukuran size bandeng sudah ada mencapai 3 ekor/2 kg.Maka pada saat itu mulai dilakukan panen parsial (penjarangan). Jika kondisi harga pasaran bagus sebaiknya dilakukan panen total. Namun ada sebagian petambak sudah merencanakan target panen disesuaikan dengan saat harga ikan tinggi, misalnya saat menjelang hari raya Idul Fitri/Idul Adha, Imlek, tahun baru, dan musim hajatan. Panen parsial juga penting dilakukan dengan pertimbangan daya tampung tambak sudah maksimal. Kondisi ini dicirikan dengan pertumbuhan ikan yang mulai melambat atau bahkan terlihat gejala ikan kekurangan oksigen (lebih banyak berenang dipermukaan/megap-megap) pada pagi hari sebelum terbit matahari. Dengan panen parsial maka daya dukung lingkungan akan lebih tinggi dan ruang gerak ikan lebih luas, sehingga ikan yang tersiasa laju pertumbuhannya makin cepat.


Sumber http://mediapenyuluhanperikananpati.blogspot.co.id/2015/06/cara-memacu-budidaya-ikan-bandeng-agar.html
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive