Beberapa Jenis (Style) dalam Aquascape

.
.
Aquascaping adalah kerajinan mengatur tanaman air, serta batu,cavework, atau kayu apung, secara estetis dalam akuarium-berlaku, berkebun di bawah air. Aquascape desain mencakup sejumlah gaya yang berbeda, termasuk gaya Belanda taman-seperti dan gaya alam Jepang yang terinspirasi. Biasanya, rumah aquascape ikan serta tanaman, meskipun ada kemungkinan untuk membuat aquascape dengan tanaman saja, atau dengan rockwork atau hardscape lain dan tidak ada tanaman. Meskipun tujuan utama dari aquascaping adalah untuk menciptakan sebuah lanskap bawah laut licik, aspek teknis pemeliharaan tanaman air juga harus dipertimbangkan. Banyak faktor yang harus seimbang dalam sistem tertutup dari tangki akuarium untuk memastikan keberhasilan suatu aquascape. Faktor-faktor ini termasuk filtrasi, mempertahankan karbon dioksida pada tingkat yang cukup untuk mendukung fotosintesis bawah air, substrat dan pemupukan, pencahayaan, dan kontrol alga.


Dalam dunia aquascape, terdapat berbagai macam jenis (style) yang sesuai dengan selera para aquascapist. Berikut adalah macam-macam jenis aquascape yang banyak digunakan.

Dutch Style
Ini adalah style yang dipakai sejak tahun 1930an, diperkenalkan oleh bangsa Belanda. Cirinya, tanaman yang digunakan antara 10-12 spesies. Dan susunan tanamannya cenderung bergerombol. Warna antara tanaman disusun sehingga serasi dengan tanaman sekitarnya. Perinsip utama di balik Dutch Style aquascape adalam mengunakan banyak jenis tanaman, terutama tanaman stem tidak lebih dari 10-12 jenis untuk membentuk susunan yang subur. Pengunaan tanaman stem di Dutch style adalah paling dominan dengan mengelompokan dan menanam dari belakang ke depan. Pemilihan jenis tanaman dengan ukuran berebeda, warna daun , texture sangat penting ketika menciptakan Dutch sytle aquascape




Nature Style
Mengutamakan kealamian dalam formasi, bisa menyerupai bentuk suatu taman, hutan. Dipopulerkan oleh Takashi Amano di tahun 1980an. 

Perinsip utama dalam menciptakan nature style adalah di dasarkan dari konsep kebun jepang Wabi Sabi, dan usaha untuk mereplikasi gambar dari alam Ide dan inspiraso boasanya datang dari pemandangan gunung, rerumputan, laut, etc. Tidak seperti Dutch Style, pengunaan driftwood dan rocks memaikan peran penting dalam menciptakan struktur dan point focus dari nature style. Pengunaan berbagai ukuran dan jenis dari satu tipe driftwood dan batu, aquascaper menyusun apa yang umum di sebut “hardscape”. Pengunaan Schooling fish di rekomendasi untuk menciptakaan keseimbangan hidup di dalam “Nature”. Umum nya nature style aquarium hanya berisi 3-5 jenis tanaman.
Dalam minggu2 pertama setup nature aquascape, sering kali kita mengadapi masalah algea, terkecuali penanaman awal sangat padat. Cara paling mudah untuk membasmi algea pada tahap awal adalah dengan algea eater seperti amano shrimp atau ottocinclus





Iwagumi Style
Yang paling utama dalam gaya aquascape ini, adalah susunan batu-batuan di dalamnya. Dipopulerkan oleh Takashi Amano juga. Ada empat buah jenis batuan dalam Iwagumi Style, yaitu Oyaishi, fukuishi, soeishi dan suteishi.






El Natural Style
Style ini lebih mengacu ke ekosistem asli untuk habitat penghuninya. 
Jika kamu sudah pernah membaca buku Ecology of the planted aquarium yang di tulis oleh diana walstad kemungkin kamu sudah mengetahui apa itu aliran el nautral.
Aliran el natural kemungkinan besar adalah aliran yang paling simple, murah dah mudah dalam seni berkebun di bawah air, Ide dibelakang tekhnik Diana, adalah kita dapat memciptakan aquarium tumbuhan dengan murah tampa mengorbankan banyak uang dan waktu di dalamnya. Umumnya tekhnik el natural mengunakan tanah(potting soil) dan gravel sebagai penganti substrate, tanaman dan ikan.
Di setup yang umum, Ganti air di lakukan beberapa bulan sekali dan tanaman digunakan sebagai filter biologis untuk membersihkan air, Karena tidak ada filter yang di gunakan, powerhead di butuhkan untuk menciptakan arus di aquarium. Kotoran ikan memproduksi nutrisi untuk tanaman tumbuh, jadi tidak perlu lagi adanya fertilasi dan co2 tambahan . Pencahayaan untuk el natural umumnya cukup renadah, lampu PL dengan 1-2 watt per gallon (0.4-0.6 watt / liter) atau pengunan cahaya matahari langsung juga cukup umum.
Salah satu kekurangan utama, adalah keterbatasan jenis tanaman dan ikan yang bisa kita pelihara. umumnya tanaman jenis stem di aquarium membutuhkan cahaya medium to high lightning dan membutuhkan level co2 dan nutrisi yang cukup tinggi. di luar itu beberapa jenis ikan juga membutuhkan air yang lebih bersih.







Collectoritis Style
Jenis ini adalah yang paling umum untuk para pemula aquascape. Tipe collector memakai berbagai macam jenis tanaman yang disusun sesuka hati. Saya pun pertama kali memakai gaya ini.

Aliran collectoritis sudah menjadi praktek umum di hobby aquarium saat ini, Aliran ini sangat simple dan tidak membutuhkan pengalaman atau usaha yang spesifik. Focus di belakangan collectoritis setup adalah menumbuhkan berbagai jenis tanaman dalam jumlah banyak. Di setup yang umum satu aquarium bisa mempunya jenis tanaman berkisar 15 atau lebih jenis species. Walaupun banyak variasi style ini berbeda dengan aliran dutch style. Seperti sebelum nya dibahas aliran dutch style mengunakan jenis stem yang di atur rapi dalam gerombolan. dimana aliran collctoritis bisa mempunyai aneka jenis tanaman dari stem, ferns, crypt, anubias moss, dan tidak di atur dengan cara tertentuMemiliki aquarium aliran collectoritis adalah latihan yang baik untuk pemula aquascape,
Sumber : http://myaquascapebatam.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-aquascape.html

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Blog Archive