INPARI Varietas Padi Toleran Kekeringan, Rendaman, Salinitas, dan Tahan Hama Penyakit Utama

.
.

INPARI Varietas Padi Toleran Kekeringan, Rendaman, Salinitas, dan Tahan Hama Penyakit Utama










Varietas Padi





Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) beserta jajarannya terus melakukan penelitian untuk mengatasi masalah yang dihadapi petani dalam berproduksi, termasuk mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan produksi padi dan palawija menuju swasembada pangan berkelanjutan. Di antara beberapa teknologi yang telah dihasilkan melalui penelitian, varietas unggul toleran kekeringan, rendaman, dan salinitas merupakan komponen teknologi yang dapat dikembangkan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.
Balitbangtan telah melepas sejumlah varietas unggul padi yang toleran terhadap dampak perubahan iklim. Varietas unggul padi yang telah teruji toleransinya terhadap kekeringan adalah Inpari 18, Inpari 19, Inpari 20, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 8, dan Inpago Lipigo 4. Varietas toleran rendaman meliputi Inpari 29, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpara 4, Inpara 5, dan toleran salinitas adalah varietas Inpari 34 dan Inpari 35.
Untuk padi yang relatif toleran terhadap kekeringan pada padi sawah irigasi varietas Inpari 13, Inpari 18, Inpari 19, dan Inpari 20 dengan potensi hasil 8,0-9,5 t/ha. Keempat varietas unggul ini tahan terhadap hama wereng batang coklat (WBC) dan penyakit hawar daun bakteri (HDB).
Berbeda dengan varietas Inpari lainnya, Inpari 34 Salin Agritan dan Inpari 35 Salin Agritan toleran terhadap salinitas pada fase bibit. Keunggulan lainnya dari kedua varietas ini adalah berdaya hasil tinggi, mencapai 9,5 dan 9,6 t/ha, tahan penyakit blas yang kini juga telah mulai merusak pertanaman padi sawah di beberapa daerah, dan agak tahan terhadap hama WBC. Padi rawa pasang surut varietas Inpara 5 toleran salinitas, potensi hasil 7,2 t/ha.
Balitbangtan juga menghasilkan padi varietas Inpari 9 Elo yang memiliki ketahanan terhadap penyakit tungro dengan potensi hasil 9,3 t/ha. Varietas Inpari 15 Parahiyangan tahan penyakit blas ras 033 dengan potensi hasil 7,5 t/ha. Padi unggul varietas Inpari 28 Kerinci tahan terhadap penyakit hawar daun patotipe III dengan potensi hasil 9,5 t/ha.
Selain padi sawah Balitbangtan menciptakan padi gogo yaitu varietas Inpago 4, Inpago, 5, Inpago 6, Inpago 8, dan Inpago Lipigo 4 juga berpotensi hasil tinggi, berkisar antara 6,2-8,4 t/ha. Varietas unggul padi gogo ini umumnya tahan terhadap blas yang merupakan penyakit utama padi gogo dan toleran keracunan aluminium yang menjadi masalah pada umumnya lahan kering masam.
Pada musim penghujan yang akan datang petani tidak usah kawatir dengan banjir pada areal sawahnya, karena Balitbangtan menciptakan padi varietas Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub 1 dapat dikembangkan pada lahan sawah irigasi rawan banjir masing-masing dengan potensi hasil 9,5 t dan 9,6 t/ha.
Untuk lahan rawa pasang surut dan disarankan untuk dikembangkan pada daerah rawa lebak dangkal dan sawah rawan banjir yaitu padi varietas Inpara 4 dan Inpara 5. Varietas Inpara 4 dan Inpara 5 toleran rendaman selama 14 hari pada fase pertumbuhan vegetatif. Potensi hasil kedua varietas masing-masing 7,6 t dan 7,2 t/ha, tahan penyakit HDB patotipe IV dan VIII, dan pengembangannya diarahkan pada lahan rawa lebak dangkal dan lahan sawah rawan banjir.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive