Tumpangsari Kedelai dengan Buah dan Sayur

.
.

Tumpangsari Kedelai dengan Buah dan Sayur


Tumpangsari merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa dalam barisan-barisan tanaman. Penanaman dengan cara ini bisa dilakukan pada dua atau lebih jenis tanaman yang relatif seumur, misalnya jagung dan kacang tanah atau bisa juga pada beberapa jenis tanaman yang umurnya berbeda-beda.
Teknologi yang semakin maju dan lahan pertanian yang semakin terbatas menyebabkan model pertanaman tumpangsari (intercrop) makin banyak diterapkan. Di Kecamatan Muncar, yang merupakan salah satu sentra kedelai di Kabupaten Banyuwangi, kedelai ditanam secara tumpangsari dengan jagung, buah naga, jeruk dan tanaman cabai.
Petani di daerah tersebut memanfaatkan lahan di antara tanaman buah dengan ditanami kedelai. Sebagian besar petani setempat menanam kedelai lokal yang dikenal dengan nama Martoloyo.
Pola tanam kedelai di Kecamatan Muncar dilakukan dua kali musim tanam yaitu MK 1 (April‒Juni) dan MK 2 (Juli‒September). Dengan model pertanaman tumpang sari tersebut, petani dapat mengandalkan lebih dari satu komoditas pertanian dan masing-masing komoditas mempunyai umur panen yang berbeda, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
Penerapan pola tanam tumpangsari harus memperhatikan beberapa karakter morfologi dan fisiologi tanaman yang akan dipilih seperti bentuk tajuk dan sistem perakaran, pemanfaatan unsur hara tanah oleh tanaman sehingga hasil tumpangsari dapat maksimal.
Pemilihan waktu tanam yang tepat antara tanaman tumpangsari juga harus diperhatikan karena akan mempengaruhi penyerapan unsur hara dan pemanfaatan sinar matahari untuk fotosintesis. Proses fotosintesis yang tidak maksimal karena naungan akan mempengaruhi pertumbuhan dan mengurangi pencapaian potensi hasil.
Pemanfaatan tanaman kedelai untuk tumpangsari penting memperhatikan varietas yang digunakan agar hasil yang didapatkan optimal. Penggunaaan varietas yang toleran naungan seperti Dena 1 dan Dena 2 dapat menjadi alternatif.
Varietas Dena 1 dan Dena 2 toleran naungan sampai 50%, dengan potensi hasil Dena 1 sebesar 2,9 t/ha dan Dena 2 sebesar 2,82 t/ha. Umur panen untuk Dena 1 adalah 78 hari sedangkan Dena 2 adalah 81 hari. Kedua varietas tersebut juga toleran terhadap penyakit karat.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive