Mulsa sebagai Pengendali Gulma dan Hama pada Tanaman Jeruk

.
.

Mulsa sebagai Pengendali Gulma dan Hama pada Tanaman Jeruk



Image result for Mulsa sebagai Pengendali Gulma dan Hama pada Tanaman Jeruk
Dalam budidaya jeruk banyak masalah yang dihadapi terutama dalam pengendalian hama, penyakit dan gulma yang tumbuh disekitar tanaman.
Untuk mengatasi gulma  petani biasanya secara manual maupun dengan obat kimia. Dengan cara manual diantaranya penyiangan dan pendangiran. Penyiangan gulma dapat dilakukan dengan kored, sabit, dicabut dengan tangan. Pengendalian dengan cara ini efektif menekan serangan gulma, tetapi mahal karena membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan waktu yang lama, kadang terkendala oleh kondisi iklim seperti hujan. Sehingga cara ini sudah mulai ditinggalkan petani karena besarnya biaya yang dibutuhkan. Kemudian dengan obat kimia yaitu penyemprotan herbisida. Penggunaan herbisida efektif dalam pengendaliannya namun harus dengan takaran yang tepat karena berdampak pada lingkungan seperti tanah, tanaman, sehingga lambat laun menjadi rusak.
Menurut Hadi Mulyanto, SP teknisi Balitbangtan yang sudah puluhan tahun bergelut dengan tanaman jeruk penggunaan herbisida untuk mengatasi rumput merupakan alternatif terakhir itupun jenis herbisida kontak bukan sistemik. Karena akar jeruk sensitif jika terkena herbisida sistemik yang masuk ke jaringan tanaman akar serabut akan rusak. Untuk itu petani dapat menggunkan mulsa sebagai cara efektif mengatasi gulma pada jeruk.
Mulsa yang digunakan yaitu Plastik Hitam Perak (PHP) yang dapat membantu pengendalian hama thrips selain fungsinya sebagai pengendali gulma. Dengan menggunakan mulsa tadi lingkungan sekitar tanaman menjadi panas dan pantulan cahaya yang silau menjadikan membuat thrips tidak menyerang.
Dalam pemasangannya ukuran mulsa plastik menyesuaikan besar batang dan umur tanaman.Pada usia belum produktif cukup menggunakan mulsa ukuran 1mx1m dan kalau usia 3 tahun 2mx2m. Sebelum pemasangan mulsa rumput dipendekkan terlebih dahulu jika gulma sudah tinggi. Kemudian pada saat pemasangan batang tanaman berada ditengan atau diapit oleh oleh dua mulsa jadi yang terbuka hanya pada lingkar batangnya. Waktu pemasangan mulsa pada periode pemupukan kedua karena kalau pada periode pertama akan menyulitkan pemupukan kedua. Petani biasanya melakukan pemupukan kedua sejak 3 bulan pasaca bunga. Setelah mulsa terpasang biasanya gulma-gulma mulai bertumbangan. Mulsa plastik ini dapat digunakan sampai 3 x musim tanam atau 3 tahun.
Dengan penggunaan mulsa ini produksi jeruk akan meningkat karena gulma sebagai tanaman pengganggu dapat diatasi. Selain itu yang terpenting biaya yang dikeluarkan untuk memasang gulma ini relatif lebih murah dibandingkan dengan cara manual yaitu peyiangan dengan menggunakan tenaga kerja.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Blog Archive