Bahan Penghemat BBM Berbahan Serewangi - Bio Aditif

.
.

Bahan Penghemat BBM Berbahan Serewangi - Bio Aditif

Bioaditif Serewangi




Minyak atsiri hasil penyulingan dari Serewangi (Citronella) mempunyai karakteristik yang menyerupai/mendekati karakteristik bahan bakar minyak (BBM), seperti berat jenis, titik didih, dan sifat mudah menguap. Minyak ini tersusun dari senyawa-senyawa organik hidrokarbon yang spesifik dan hidrokarbon oksigenat. 
Kandungan hidrokarbon yang dimiliki minyak ini bisa dijadikan sebagai additive untuk bahan bakar minyak. Atas dasar itu Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) telah melakukan seraingkaian penelitian terhadap minyak atsiri dari serewangi dan telah memformulasikannya menjadi aditif untuk meningkatkan kinerja bahan bakar minyak yang selanjutnya dinamakan Bio Aditif.
Umumnya ada dua jenis bahan aditif yang terkandung alam BBM (bensin dan solar)  yaitu senyawa organik-logam (metalic compound) dan organik-nonlogam (non metallic compound).
Metallic compound merupakan bahan antiknock yang mengandung logam, diantaranya adalah tetra ethyl lead (TEL), tetra methyl lead (TML), metilcyclopentadienyl manganestricarbonyl (MMT).
TEL adalah antiknock yang mengandung timah hitam (Pb) merupakan cairan berat, sedangkan TML yang dapat larut dalam bensin dan berfungsi menaikan angka octan. jenis additif ini mulai ditinggalkan karena kandungan logam Pb dan akan menimbulkan gas buang yang bersifat toxic, sedangkan MMT. Non metallic compound merupakan bahan peningkat octan.
Bio Aditif ini telah di lisensi oleh PT Sinergi Alam Bersama dengan merek dagang Gastrofac. Gastrofac  warna merah diperuntukkan campuran bensin, dan Gastrofac warna hijau diperuntukkan campuran solar. Dengan ukuran hanya 1 mll setiap pemakaian 1 liter bensin maupun solar, dapat menghemat pemakaian BBM sekitar 10-20%.
Bio Aditif yang telah dicampurkan dengan bensin maupun solar juga dapat mendorong peningkatan torsi dan daya motor serta berkurangnya konsumsi bahan bakar. Uji emisi gas buang memberikan hasil yang baik untuk aditif bensin maupun solar, yaitu dengan berkuranggnya konsentraasi gas CO, CO2 dan HC dalam gas buang hasil pembakaran bensin dan solar.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive