Sejuta Manfaat Makanan Pembuka Saat Berbuka Puasa - KURMA

.
.



Buah Kurma  bukan lagi makanan yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kurma menjadi salah satu oleh-oleh favorite yang pasti dibawa Jemaah haji pulang ke tanah air. Selain itu, kurma  juga sudah pasti jadi makanan favorit khas Ramadhan.  

Buah  dari pohon yang diyakini berkembang pertama di teluk Persia itu, selalu menjadi makanan pembuka di saat berbuka puasa sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. 

Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. 

Bangsa Mesir kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006). 

Pada zaman selanjutnya, orang Arab menyebar luaskan kurma di sekitar selatan dan barat daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765.

Hingga saat ini Kurma masih  menjadi  tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab, Afrika Utara sampai ke Maroko. 

Di negara-negara Islam, kurma dan yogurt atau susu adalah makanan tradisional yang utama untuk berbuka puasa pada saat bulan Ramadan. Kurma (terutama Medjool dan Deglet Noor) juga dibudidayakan di Amerika Serikat pada bagian selatan California, Arizona dan bagian selatan Florida. 

Pohon kurma dapat berbuah setelah ditanam selama 4 sampai 7 tahun dan bisa dipanen ketika telah berusia 7 sampai 10 tahun. Pohon kurma yang telah dewasa bisa menghasilkan 80-120 kg, buah kurma pada setiap musim panennya. 

Agar mendapatkan buah yang berkualitas untuk bisa dipasarkan, tandan kurma harus ditipiskan dan dibungkus atau ditutup sebelum matang supaya buahnya bisa tumbuh menjadi lebih besar dan terlindungi dari cuaca dan hama, seperti burung. 

Bicara tentang manfaat ternyata banyak sekali manfaat dari Kurma. Kurma mempunyai kandungan gula yang cukup tinggi dan umumnya berasal dari jenis glukosa dan fruktosa. Akan tetapi varietas Deglet Noor yang tumbuh di California mengandung sukrosa (gula pasir). 

Jenis gula yang terdapat pada kurma adalah hasil pengolahan secara alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Kandungan gula yang tinggi menjadikan buah ini merupakan sumber energi instan untuk mengembalikan energi yang hilang pada saat berpuasa dan menormalkan kadar gula darah. 

Itulah sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan berbuka atau sahur. Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr David Conning, Direktur Jenderal British Nutrition Foundation, akan diserap tubuh dalam 20-30 menit. 

Selain itu, Kurma juga merupakan sumber serat pangan yang baik. The American Cancer Society merekomendasikan untuk mengonsumsi 20-30 gram per hari. Serat pangan terdiri dari dua jenis yaitu serat pangan larut dan serat pangan tak larut. Serat pangan tak larut berfungsi meningkatkan volume feses sehingga menurunkan waktu transit di usus dan lebih mudah dikeluarkan.

Penurunan waktu transit feses akan menurunkan waktu kontak sel-sel mukosa usus besar dengan zat-zat karsinogen dari feses. Serat pangan larut dapat membantu mengontrol diabetes dengan menurunkan peningkatan kadar gula darah. 

Selain itu serat pangan larut juga berperan menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Kurma, juga mengandung mineral-mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti menetralisir fungsi mineral secara umum yaitu membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot serta berperan dalam tekanan darah. 

Kurma kaya akan kalium serta  rendah sodium. Kalium berperan dalam memelihara kontraksi otot termasuk juga otot jantung, serta berperan untuk memelihara sistem syaraf dan menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh. 

Karena kalium tidak disimpan dalan tubuh dan banyak hilang melalui keringat, sehingga perlu disuplai dari makanan, sedangkan Kalium membantu menurunkan tekanan darah. 

Menurut Dr. Louis Tobian,Jr, pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, kurma bisa membantu menurunkan tekanan darah, serta bisa memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung, bagaimanapun kondisi tekanan darah seseorang. 

Vitamin yang terkandung dalam buah kurma juga sangat banyak seperti  lain vitamin A, tiamin (Vit B1), riboflavin (Vit B2), niasin (Vit B3), dan asam pantotenat (Vit B5) dalam jumlah yang bisa diandalkan. Selain itu terdapat juga kandungan vitamin C dan vitamin E. 

Vitamin A berfungsi untuk memelihara fungsi mata dan mencegah kekeringan dan penyakit mata. Vitamin B berfungsi menenangkan sistem syaraf dan untuk relaksasi jantung serta membuat pikiran menjadi lebih riang. Buah yang memiliki berbagai jenis berdasarkan kondisi alam tempat tumbuhnya ini, juga  mengandung salisilat alami dalam dosis rendah. 

Salisilat dikenal sebagai bahan baku aspirin, obat pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam. Berdasarkan hal tersebut para pakar mengharapkan dosis rendah salilisat dalam kurma secara kontinyu bisa juga meredakan sakit kepala. 

Selain itu kurma mengandung semacam hormon yang disebut potuchsin yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam rahim, sehingga dengan demikian bisa mencegah terjadinya pendarahan rahim. Kurma juga mengandung sejumlah senyawa fenol dan karoten yang berfungsi sebagai antioksidan. (Wikipedia/NA/Yus).


Sumber : http://www.rri.co.id/post/berita/88217/arus_mudik_dan_balik/kurma_cerita_buah_kecil_dengan_sejuta_manfaat.html
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive