Prospek Budidaya Bunga Gumitir Yang Menjanjikan

.
.
Bunga gumitir merupakan salah satu bunga yang mempunyai prospek yang cukup baik di daerah Bali khususnya di Kabupaten Tabanan, karena bunga ini hampir setiap hari digunakan khususnya untuk keperluan upacara keagamaan di Bali. Dengan semakin banyaknya tuntutan kebutuhan bunga ini, maka untuk pengembangannya dilakukan dengan mendatangkan bibit dari Bandung, yang konon sumber benihnya berasal dari Negara tetangga Thailand. 

Benih bunga import ini mempunyai sifat yang unggul jika dibandingkan dengan bunga lokal yang ada di Bali, karena bibit bunga ini dibuat melelui breeding. Tanamam gumitir murupakan tanaman perdu dengan bentuk daun lancip bergerigi, kecil-kecil berwarna kehijauan. Secara morfologi tinggi tanaman gumitir kurang lebih 50 - 60 cm tergantung kesuburannya. Apabila sudah cukup umur ( + 50 hari) tanaman gumitir akan berbunga yang berwarna kekuningan, dengan mahkota bunga yang mengembang sehingga tampak sangat bagus dengan diameter mencapai + 10 cm. Sedangkan bunga lokal mahkotanya kurang mengembang sehingga bunga kecil-kecil. Dengan keunggulan ini maka bunga ini banyak dibudidayakan pada daerah ketinggian, seperti di daerah Baturiti dan Penebel karena daerah tersebut berada pada ketinggian dan berhawa sejuk. Namun bunga gumitir ini dapat juga tumbuh pada daerah dataran rendah. Secara umum bunga gumitir banyak digunakan untuk membuat sesajen, sehingga pada saat menjelang hari raya bunga gumitir harganya bisa melonjak tinggi. Biaya yang dihabiskan untuk budidaya satu pohon tanaman gumitir sampai berproduksi berkisar + Rp 2.500. 
Sedangkan produksi satu pohon selama tanaman hidup dengan 25 kali pemetikan bisa mencapai 2 kg. Sehingga satu pohon tanaman gumitir petani bisa meraup keuntungan Rp. 16.500 - 24.500 per pohon dalam waktu 2 - 3 bulan. Bila menginginkan keuntungan yang lebih tinggi sesuai yang diinginkan, maka tinggal mengalikannya dengan jumlah pohon yang akan di tanam. 
Cara budidaya bunga ini sangat sederhana, sebelum di tanam tanah digemburkan dengan menggunakan cangkul atau bajak sedalam 20 - 30 cm, kemudian diratakan dan dibuat guludan setinggi 30 - 40 cm, sebagai saluran drainase dibuat parit dengan ukuran 50 - 60 cm disisi bedengan dan disekeliling bedengan. Tanah diratakan dengan menggunakan garu. Agar memudahkan dalam pemeliharaan tanaman dan gangguan gulma, maka diberi perlakuan dengan mulsa plastik. Dengan menggunakan mulsa plastik akan memberikan banyak pengaruh positif terhadap tanaman seperti kelembaban, menjaga kesetabilan suhu, mengurangi penguapan pupuk, menjaga struktur tanah terhadap pukulan air hujan sehingga tanah tetap gembur. Tanah sebelum ditutup dengan mulsa plastik diberi pupuk organik dengan dosis 20.000 ton per ha dan pupuk dasar NPK 150 Kg/Ha. Saat ini sudah banyak dijual bibit siap tanam di lapangan, sehingga petani tidak perlu melakukan penyemaian lagi, hanya tinggal memesan pada distributor bibit dan dalam 2-3 hari bibit sudah sampai di tempat. Penanaman hendaknya dilakukan pada sore hari, agar tanaman tidak layu karena kena sengatan matahari, sehingga tanaman tidak mengalami stagnasi. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 40 cm x 60 cm. Jarak dalam satu barisan dibuat dengan jarak 40 cm. Apabila memakai mulsa plastic tempat penanaman harus ditandai terlebih dahulu, kemudian dilubangi dengan alat pelubang yang telah disiapkan Pemeliharaan dilakukan dengan penyiraman setiap hari, kalau musim kemarau. Pemupukan susulan dilakukan 10 hari setelah tanam dengan dosis pupuk NPK 2 sendok /pohon. Pemupukan susulan selanjutnya dilakukan dua kali, dengan selang waktu 35 hari setelah tanam. Pengamatan hama dilakukan setiap hari untuk menentukan apakah ada hama atau penyakit yang menyerang tanaman. Hama yang sering menyerang adalah Jangkrik dan belalang, terutama pada saat permulaan penanaman. Hama ini akan memotong batang tanaman gumitir sehingga tanaman akan mati. Ada juga serangan ulat yang memakan daun tanamam gumitir. Bila ada serangan hama yang akan membahayakan tanaman maka dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida seperti Matador, Cymbush dll, dengan interval 1 kali dalam seminggu. Sedangkan pada musim hujan umumnya terjadi serangan cendawan yang menyebabkan daun tanaman berwarna hitam. Apabila melihat gejala - gejala tanaman sepeti tersebut maka sebaiknya langsung dilakukan eradikasi pada tanaman yang terserang dengan cara mencabut dan dibenam dalam tanah. Panen dilakukan setelah tanaman berumur 60 hari dan sudah kelihatan bunga pada bermekaran. Saat bunga sudah mekar akan kelihatan indah sekali berwarna kekuningan dan tersusun rapi. Sampai saat ini harga bunga gumitir ini bisa mencapai Rp 8.000 - Rp 12.000 per kg. Bunga gumitir banyak diperlukan pada saat menjelang hari raya keagamaan dan perayaan-perayaan hari nasional ataupun karnaval. Selain itu bunga gumitir juga banyak diserap oleh hotel-hotel yang digunakan sebagai hiasan meja, kalung bunga bagi tamu special, dan dekorasi lainnya. Tanaman ini selain dibudidayakan secara khusus, sering juga ditanam sebagai penghias halaman rumah dan tentunya juga bisa sebagai penambah pendapatan keluarga tani.


Budi daya bunga gemitir sangat menjanjikan.

Pasalnya, bunga sangat dibutuhkan masyarakat di Bali. Selain dipergunakan sebagai sarana upacara, bunga gemitir juga digunakan hiasan pada saat ada pesta, hiburan dan lainnya.
Di pasaran, bunga mitir pada saat harganya tinggi mencapai Rp 20.000 per kilogram sedangkan pada saat pasar lesu harganya mencapai Rp 8.000 per kilogram.
Salah seorang petani bunga gemitir, Kadek Sukadana, baru-baru ini menjelaskan, bunga gemitir sangat laku di pasaran. Khususnya untuk keperluan sarana upacara, harga bunga gemitir akan naik, apabila ada banyak upacara (hari baik umat Hindu).
‘’Kami menekuni budi daya tanaman bunga gemitir ini, sejak setahun lalu. Bunga gemitir yang bibitnya didatangkan dari luar Bali, dan hasil produksinya lebih bagus dibandingkan gemitir lokal. Harga bibit yang terakhir kami beli per pohonnya Rp 1.200.
Dalam hitungan enam bulan, satu pohon dapat menghasilkan bunga sekitar 3 kilogram. Harga sekarang di pasaran rata-rata Rp 15.000 dan harga di tingkat tengkulak mencapai Rp 10.000. Dengan modal bibit Rp 1.200, dapat menghasilkan minimal Rp 30.000 per pohonnya,’’ ujarnya.
Sukadana menegaskan, untuk memelihara bunga gemitir, tidak rumit. Cara budi daya juga lebih mudah, hanya menyiapkan lahan yang sebelum ditanami bibit, dibuatkan gundukan dengan lebar satu meter. Di sisi kiri dan kanan, dibuatkan lubang untuk aliran air.
Gundukan dicampur pupuk kandang, dan dilubangi menjadi dua leret, dengan jarak 40 cm. Dalam hitungan satu are, tanaman bunga gemitir yang ditanam sebanyak 400 pohon, hasil yang diterima dalam waktu enam bulan, berkisaran Rp 12 juta (harga sekarang).
‘’Perawatannya mudah, tinggal diberikan pupuk dan lakukan penyiraman pada saat tanam, sampai dua minggu. Apabila tanaman sudah hidup baik, perawatannya tinggal penyemprotan pupuk daun dan bunga. Di samping membersihkan rumput (gulma), sehingga tanaman dapat hidup dan tumbuh subur,’’ jelasnya.

Sumber : http://cybex.pertanian.go.id/materilokalita/detail/7233

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive