Peluang Usaha Budidaya Cacing tanah atau lumbricus rubellus

.
.
Budidaya cacing, mungkin membuat merinding bagi yang belum terbiasa. Tetapi memelihara hewan ini, ternyata sangat menguntungkan.
Selain modal relatif kecil, hemat lahan, perawatannya pun mudah dan murah. dan yang jelas, budidaya cacing ini bisa menghasilkan uang jutaan rupiah.
Cacing tanah atau lumbricus rubellus, selama ini dipandang sebagai hewan menjijikkan. Namun bagi sebagian besar masyarakat dusun Mloyo, desa Tasikhargo, kecamatan Jatisrono, Wonogiri, memelihara cacing menjadi usaha sampingan yang cukup menguntungkan selain bertani. salah satu peternak cacing adalah Gatot Kuswoyo.
Setiap dua bulan sekali, pria ini bisa menjual hewan peliharaannya minimal 50 kilogram, sekali panen, dengan harga penjualan sekira Rp1,5 juta.
Modal awal paket hemat usaha cacing ini relatif kecil, yakni sekira Rp,1,2 juta untuk pembelian bibit dan media cacing. Cukup satu kali mengeluarkan modal, peternak cacing bisa panen selamanya setiap dua bulan sekali.
“Budi daya cacing memerlukan tempat teduh, tetapi tidak perlu lahan luas.untuk paket hemat, cukup dibuatkan rak susun setinggi dua meter berukuran tiga meter kali lima puluh sentimeter,” ujar Gatot Kuswoyo.
Jika rak pemeliharaan sudah disiapkan, lanjutnya, bibit dan media cacing tinggal ditebar merata di setiap lantai rak. Pakan hewan ini-pun tidak perlu membeli tetapi cukup diberi daun-daunan, atau limbah organik bekas sayur dan buah-buahan yang bisa kita dapatkan di pasar.
“Bisa juga diberi sisa-sisa nasi dan ampas tahu. meski mudah dan murah, usaha cacing ini butuh ketekunan dan ketelatenan jika ingin berhasil,” ujarnya.
Ketua kelompok peternak cacing Wonogiri, Wiji Erna Elisabeth mengatakan, sedikitnya ada 60 peternak cacing dengan hasil produksi antara satu setengah hingga dua kuintal setiap minggu. Hasil panen cacing ini, di pasar lokal banyak dimanfaatkan para pemancing dan peternak burung.
“Sedangkan untuk pasar lebih besar, panenan cacing dikirim ke Jakarta dan Surabaya untuk industri pakan ternak. Komoditas cacing tanah asal Indonesia, juga diekspor ke Tiongkok sebagai bahan baku obat dan kosmetik,” ujarnya.
Budi daya cacing tanah atau lumbricus rubellus, terhitung sangat mudah, yakni cukup dibuatkan rak susun setinggi dua meter berukuran tiga meter kali lima puluh centimeter. Semakin banyak rak pemeliharaan cacing, semakin besar pula hasil panenan. Di rak-rak tersebut,  bibit dan media cacing tinggal ditebarkan secara merata, kemudian setiap hari diberi pakan secukupnya.
Pakan hewan ini-pun tidak perlu membeli. Tetapi cukup diberi daun-daunan, gedebog pisang atau limbah organik bekas sayur dan buah-buahan yang bisa kita dapatkan di pasar. Bisa juga diberi sisa-sisa nasi dan ampas tahu.  Meski mudah dan murah, usaha cacing ini butuh ketekunan dan ketelatenan jika ingin berhasil.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.