Cara Mudah Budidaya Buah Carica yang Baik dan Berkualitas

.
.
Komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pertanian di Indonesia. Buah-buahan adalah salah satu jenis hortikultura yang mempunyai daya tarik tersendiri. Buah mempunyai rasa yang segar dan khas, yaitu perpaduan dari berbagai macam rasa dengan komposisi yang tepat, sehinggga banyak digunakan sebagai pemicu selera makan dan sebagai jus. Selain itu, buah juga memiliki aroma dan warna spesifik, yang menjadi ciri khas bagi setiap jenis. Sebagai bahan pangan, buah mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan bahan pangan lainnya. Buah mempunyai kadar air, vitamin, mineral dan serat yang tinggi, tetapi mengandung, energi, lemak,dan karbohidrat yang rendah.
Cara Budi daya Buah Carica
Carica merupakan buah khas dari daerah dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Buah carica hanya dapat berbuah di ketinggian diatas 1500 mdpl, dan hanya bisa tumbuh di beberapa tempat saja di dunia, Bahkan budidaya buah ini di Indonesia hanya bisa dikembangkan di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo.
Buah carica masih masuk dalam marga pepaya, tetapi rasanya sungguh sangat berbeda dengan papaya. Rasanya adalah perpaduan dari buah mangga, nangka, jeruk, pepaya, dan beberapa buah lainnya. Daging buah ini tidak bisa dimakan secara langsung karena mengandung getah yang bisa membuat gatal pada bibir. Tetapi dengan pengolahan yang baik dan benar, maka buah ini bisa menjadi suatu olahan minuman yang rasanya sungguh eksotik karena tidak ada buah yang bisa menyamai rasanya. Selain manis, aroma dari olahan carica berbau khas.
Budi daya carica dilakukan dengan menanam biji, tapi masyarakat Dieng biasanya dengan perbanyakan stek, yaitu dengan memotong cabang yang sudah tua lalu ditanam. Tanaman dari hasil stek akan cepat berbuah setelah masa tanam satu tahun. Panen bisa dua kali seminggu.
Untuk menghasilkan tanaman dengan masa produksi yang baik bisa dengan cara pemangkasan cabang secara berkala sesuai kondisi dan kualitas buah pada cabang tersebut. Dari tunas-tunas baru tersebut akan menghasilkan buah yang lebih baik kualitas maupun kuantitasnya.
Perawatan tanaman secara rutin hanya dengan menggunakan pupuk kandang yang diberikan 6–12 bulan sekali. Usia tanaman bisa sampai 20 tahun, karena carica mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap serangan virus yang biasanya menyerang pepaya. Budidaya tanaman ini dapat dengan cara tumpangsari.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada penurunan tingkat produktifitas kentang/sayuran yang ditumpangsarikan dengan carica. Bahkan bisa menahan laju erosi, karena tingkat erosi tanah pada lahan tumpangsari adalah medium sekitar 11.944 ton/hektar/tahun, sedangkan pada lahan kentang monokultur adalah sangat tinggi sekitar 178.221 ton/hektar/tahun.
Bukan hanya bermanfaat menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Dieng, budi daya carica dengan teknik tumpangsari juga dapat meningkatkan pendapatan petani. Jika hasil panen sekitar 4–5 kwintal/minggu, dengan harga jual Rp2.000/kg, maka petani dapat tambahan penghasilan hingga Rp800.000hingga Rp1 juta.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive