Cara Budidaya Tanaman Kacang Tanah agar Berumbi Banyak dan Besar

.
.
Pendahuluan
     Produksi kacang tanah di Indonesia relatif tidak mengalami peningkatan, tetapi kebutuhannya terus meningkat setiap tahun sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih perlu impor. Sementara itu rata-rata hasil dipetani lahan sawah berkisar antara 1,2-1,8 ton/ha polong kering. Luas panen kacang tanah di Indonesia dalam 3 tahun terakhir ini sekitar 650.000 Ha, 30% ditanam dilahan sawah berpengairan setelah padi. Rendahnya produktivitas ini salah satunya disebabkan karena petani sebagian besar masih menggunakan benih lokal. Diantara varietas unggul kacang tanah yang dilepas hanya beberapa varietas saja yang banyak ditanam petani yaitu gajah, macan, dan kelinci. Varietas unggul lainnya belum banyak ditanam petani, karena benih belum tersedia. Penggunaan benih bermutu dan penerapan input berupap pupuk, pengairan, pengendalian hama dan penyakit mempunyai potensi besar untuk meningkatkan produksi kacang tanah

Faktor Pembatas Rendahnya Produktivitas
1. Petani sebagian besar masih menanam varietas lokal berpotensi hasil rendah.
2. Mutu benih yang digunakan rendah, daya tumbuh kurang dari 80%
3. Gangguan gulma, hama dan penyakit belum dikendalikan dengan baik.
4. Pengairan tidak sesuai dengan saat tanaman memerlukan air karena menunggu giliran air

Teknologi Budidaya Anjuran1. Penyiapan Lahan
 
Budidaya kacang tanah sesudah padi sawah ditanam berstruktur ringan tidak memerlukan pengolahan tana. Namun perlu dibuat saluran tanaman drainase yang cukup untuk pembuangan air.
2. Waktu TanamDilahan Sawah, kacang tanah biasanya ditanam setelah tanaman padi yaitu pada musim kemarau I (Maret/April-Juni/Juli) dan musim kemarau II (Juni/Juli-September/Oktober) waktu tanam sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu setelah padi dipanen, terutama untuk tanaman yang tidak memerlukan pengolahan tanah. Penundaan waktu tanam lebih dari dua minggu setelah padi dipanen dapat menimbulkan penurunan hasil yang cukup besar. Apabila tanah diolah pengaruh penundaan waktu tanam tidak terlalu besar terhadap hasil kacang tanah
3. Cara Tanam
 Populasi tanam yang baik antara 250.000-400.000 perhektar yaitu dengan jarak tanam (30-40)cm x 10cm. Untuk tanh dengan kesuburan tinggi, diperlukan populasi tanaman lebih rendah dari pada tanah yang kurang subur. Cara tanam ditugal dengan jumlah tanaman satu batang/lubang.
4. Pemupukan
Kacang tanah di lahan sawah kurang respon terhadap pemupukan, terutama yang ditanam sawah yang mendapat pemupukan cukup. Namun untuk memacu pertumbuhan awal dan mempertahankan keseimbangan hara, cukup diberi tambahan pupuk urea sebanyak 25-50 kg/ha
5. Pengairan
Kacang tanah dibandingkan kedelai dan kacang hijau lebih toleran terhadap kekeringan. Walaupun begitu kebutuhan air pada masa krisis tumbuhan tanaman yaitu pada waktu berkecambah, pembungaan dan pengisisan polong sangat diperlukan. Kegiatan mengairi harus dilakukan pada waktu yang tepat dan air tidak tergenang terlalu lama dalam petakan. Frekuensi pengairan yang optimal adalah 3 - 5 kali terutama diberikan pada awal pertumbuhan, periode berbunga dan pengisisan polong. Dua minggu sebelum panen diusahakan agar kondisi tanah tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. Hal ini untuk mempermudah panen dan mengurangi polong yang tertinggal di dalam tanah.
6. Pengendalian Gulma Biji kacang tanah memerlukan waktu 5-10 hari untuk berkecambah dan muncul kepermukaan tanah sehingga tanah baru tertutup kanopi, setelah tanaman berumur 35-50 hari. Sementara itu biji gulma berkecambah dan tumbuh lbh cepat sehingga apabila pengendalian gulma terlambat dilakukan akan mengakibatkan penurunan hasil yang cukup besar. Penyiangan dilakukan 2 kali yaitu pada umur 21 hari dan 24 hari setelah tanam.
7. Pengendalian Hama
 
Hama penghisap, penggerek dan pemakan daun sering menimbulkan kerugian yang sangat berarti pada kacang tanah. Pengendalian hama pada kacang tanah antara lain: menggunakan varietas tahan, tanam serempak, cara bercocok tanam dan penggunaan insektisidaefektif bila diperlukan berdasarkan pemantauan hama (penerapan konsep PHT).
8. Pengendalian Penyakit
 Penyakit utama kacang tanah yang sering menimbulkan kerugian, hasil cukup besar (60%), adalah layu bakteri, bercak daun dan karat daun. Upaya pengendalian penyakit secara terpadu dapat dilakukan dengan memanfaatkan varietas tahan, tanam serempak, secara bercocok tanam, sanitasi lingkungan, eradikasi, tanaman sakit. Penggunaan pestisida efektif yaitu Tiofanatmetil dua kali pada umur 4 dan 6 minggudan Triadinufon dua kali pada umur 8 dan 10 minggu, cukup efektif untuk mengendalikan penyakit bercak daun, karat dan layu bakteri.
9. Panen
 Untuk mendapatkan mutu biji yang bai, pemanenan kacang tanah dapat dilakukan pada saat masak optimum. Penentuan saat panen dapat dilakukan secara visual yaitu bila sebagian besar polong sudah berubah warna dan memperlihatkan guratan-guratan yang gelap/jelas atau juga berdasarkan umur tanaman. Pemanenan dapat dilakukan secara secara manual dengan cara cabut atau dengan cara mekanis yaitu dengan traktor yang dilengkapi dengan alat panen, tetapi alat ini masih belum berkembang di Indonesia. Panen yang terlalu cepat akan menurunkan hasil serta mutu karena biji menjadi keriput, bila panen terlambat akan menurunkan hasil serta mutu karena biji menjadi keriput dan banyak polong yang tertinggal dalam kacang asin, kacang dipanen sebelum polong masak benar yaitu umur 70-80 hari, untuk kacang goreng dan minyak goreng dipanen 90-95 hari, sedangkan untuk benih dipanen pada periode masak fisiologis pada saat panen kadar air +- 20%

10. Varietas Unggul Anjuran
 Anoa, Rusa, Topir, Pelanduk, Tupai, Mahesa dan Badak rata-rata umur 100-105 hari dengan kisaran hasil 1.5 ton-3.0 ton/tahun. Kelinci, Jerapah, Zebra, dan Simpai rata-rata umur 93-95 hari dengan kisaran hasil 1.5 ton.

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive