Bukan Kebahagiaan yang Menjadikanmu Bersyukur, tetapi Besyukurlah yang Menjadikanmu Bahagia

.
.
Seorang sahabat yang lebih muda dari saya, bertanya – mengapa saya selalu membuka email dan sapa saya dengan doa atau harapan bagi kebaikan orang lain.

Saya tanyakan kembali kepadanya, apakah ada cara lain yang lebih baik daripada menjadikan harapan dan doa Anda sebagai salam bagi kebahagiaan orang lain?

Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.

Maka harapkanlah, doakanlah, dan lakukanlah yang ada dalam kemampuan Anda untuk membantu orang lain mencapai kebahagiaan, terutama mereka yang ada dalam kewenangan Anda sebagai pemimpin atau sebagai anggota keluarga.

Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.

Bukan karena kebahagiaan itu jauh, tetapi justru karena semua alasan untuk menjadi berbahagia itu terletak sangat dekat dengan diri dan dalam kehidupan kita – sehingga sering tidak terasa dan sulit terlihat.

Dan ini yang ingin saya ingatkan kepada sahabat-sahabat saya yang lebih muda, bahwa

Kebahagiaanmu adalah keindahan dari suasana hatimu.

Maka apakah yang sedang kau upayakan agar hanya keindahan yang menjadi pengisi hatimu?

Untuk itu, syukurilah keberadaanmu dalam kehidupan ini, dan syukurilah keberadaan orang lain dalam kehidupanmu.

Adikku terkasih, sadarilah ini – bahwa,

Bukan kebahagiaan yang menjadikanmu seorang yang bersyukur, tetapi kemampuanmu untuk mensyukuri-lah yang menjadikanmu pribadi yang berbahagia.

Janganlah engkau hanya menunggu agar kebahagiaan datang menghampirimu. Bergeraklah, aktiflah, bergaullah, dan bekerjalah – karena di dalam keterlibatan-keterlibatan seperti itulah engkau akan menemukan kebahagiaan.

Jadilah pribadi yang aktif tertarik untuk menjadikan dirimu dan para sahabatmu bergembira.

Jika ketertarikanmu adalah mengupayakan kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran dalam keseharianmu bersama orang lain – maka tumbuhlah kebahagiaanmu.

Engkau akan segera mengerti mengapa aku selalu mengajakmu menjadi pribadi yang bergerak badannya, yang aktif pikirannya, dan yang ceria hatinya.

Jika engkau merasa kecil dan gagal mencari kebahagiaan; itu bukan karena engkau tidak menemukannya, tetapi karena engkau tidak berhenti sejenak untuk menikmati yang telah kau miliki dan yang ada dalam pengupayaanmu.

Dan jika engkau menggariskan bahwa engkau baru akan merasa berbahagia nanti saat engkau sudah memiliki yang ingin kau miliki, ingatlah bahwa

Kebahagiaanmu bisa bersumber dari yang kau miliki, tetapi lebih banyak dari kedamaianmu mewujud karena keikhlasanmu dalam menerima yang tidak kau miliki.

Maka berdirilah tegak, 
luruskanlah pandangan matamu yang penuh kasih itu, 
merdukanlah suaramu, indahkanlah kata-katamu, 
muliakanlah perilakumu, 
dan sambutlah semua jiwa dengan sepenuhnya dirimu – 
bukan hanya sebagai pribadi yang bergembira, 
tetapi lebih sebagai pribadi yang sedang mengupayakan penikmatan kehidupan, 
yang dengannya menjadikan kebahagiaan 
sebagai udara yang kau hirup bersama jiwa-jiwa kecintaanmu.

Maka sematkanlah ini di hati-indahmu, bahwa

Kebahagiaan mudah datang kepadamu yang jelas dalam kecintaanmu, yang jelas dalam pekerjaanmu, dan yang jelas dalam harapanmu.

Jika kebahagiaan itu penting bagimu, 
upayakanlah kebahagiaan bagi orang lain, 
lalu perhatikan apa yang terjadi.

Mario Teguh Golden Moment
JIWA YANG MEMBANGUN KEBAHAGIAANNYA


Sumber : Mario Teguh Fanpage
Sponsored Links
loading...
Loading...
.