Cara Mengendalikan Hama Penggerek Padi Hilang dengan Insektisida Sistemik

Sponsored Links

Furadan 3GR sudah umum dikenal petani. Namun ternyata masih sedikit petani yang mengaplikasikannya tepat dosis dan tepat waktu.
Kini penggerek batang padi menempati peringkat pertama sebagai hama yang paling ditakuti petani. “Saat ini serangan penggerek batang itu ada mulai dari persemaian sampai fase generatif. Dan kalau sudah menyerang, itu sangat sulit dikendalikan. Satu-satunya yang bisa mengendalikan penggerek adalah insektisida yang sistemik. Dan konsepnya adalah pencegahan, bukan kuratif,” tegas Agus Suryanto, Brand Manager PT Bina Guna Kimia 
Agus menambahkan, Furadan 3GR yang dipasarkan PT Bina Guna Kimia sebenarnya ampuh mencegah serangan penggerek batang padi. “Furadan sudah digunakan selama 40 tahun, sangat efektif dalam mencegah serangan penggerek batang, dan terbukti tidak menimbulkan resistensi pada tanaman,” ungkapnya.
Edukasi Petani
Sayangnya, manfaat Furadan 3GR belum dioptimalkan oleh petani pengguna. Selama ini, aplikasi Furadan 3GR dilakukan hanya karena kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun. “Dari dulu Furadan hanya digunakan sebagai pencampur (pupuk),” jelas Agus.
Dosis Furadan yag diaplikasikan petani hanya sekitar 6 kg/ha dan aplikasinya pun cuma sekalidalam satu musim tanam. Padahal, menurut Agus, dosis yang direkomendasikan sekitar 20 kg/ha. Bahkan pada wilayah serangan berat penggerek batang, dosis ditingkatkan menjadi 30 kg/ha.
“Kami melakukan edukasi kepada petani untuk mengaplikasikan Furadan ini dengan dosis dan waktu yang tepat. Kalau dilihat dari siklus sekarang, yang paling bahaya di petani itu ada di dua fasesebenarnya. Pada umur 15-20 hari yang dikatakan sundep, dan umur antara 50-55 hari yang nanti akan keluar malai yang dinamakan beluk. Secara umum petani hanya mengendalikan di dua waktu itu,” paparnya.
Padahal rekomendasi aplikasi pada kondisi serangan berat adalah empat kali dalam satu musim tanam. Saat di persemaian, bersamaan dengan pemupukan pertama yaitu umur 10-15 HST, bersamaan pemupukan kedua, yaitu pada 30-35 HST, dan terakhir umur 50-55 HST.
Beberapa demplot di Bekasi, Karawang, dan Subang, semua di Jawa Barat, yang menjadi wilayah serangan berat penggerek batang menunjukkan hasil signifikan. Padi yang diperlakukan dengan Furadan 3GR sesuai dosis rekomendasi relatif toleran terhadap serangan penggerek batang, sementara padi di lahan sekitarnya harus ditanam ulang. “Tanggapan petani pun sangat positif dan mereka menyadari kesalahan aplikasi selama ini,” beber Agus.
Furadan Blower
Meledaknya serangan penggerek batang saat ini juga disebabkan adanya regenerasi jenis ulat penggerek yang lebih tahan terhadap insektisida cair. “Karena itu kita edukasi petani juga untuk aplikasi Furadan 3GR dalam bentuk granularpada fase generatif. Furadannya dipakai tunggal, tidak bersamaan dengan pemupukan,” saran Agus menuturkan.
Karena diaplikasikan tunggal, petani biasanya menggunakan campuran pasir sebagai media agar sebarannya lebih merata. PT Bina Guna Kimia pun memperkenalkan alat yang dinamakan Furadan Blower. Sebenarnya alat ini biasa digunakan untuk aplikasi insektisida cair, tapi dimodifikasi dan dipatenkan untuk aplikasi Furadan 3GR granul.
“Dengan Furadan Blower, hasilnya bagus, efektif,dan sangatefisien, sebaran yang jauh lebih merata, serta tepat dosis,” imbuh Sarjana Pertanian dari Universitas Sebelas Maret ini. Keunggulan lainnya, waktu aplikasi jauh lebih singkat, maksimal dua jam untuk satu hektar lahan dan dapat dilakukan sendiri oleh petani.

Sumber : http://www.agrina-online.com
Sponsored Links
Loading...
loading...

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive