Cara Menanam Bunga Mawar dengan Biji

.
.








Ilustrasi mawar pada nampan pembibitan
Cara menanam mawar dari biji bisa dimulai dengan mempersiapkan nampan pembibitan yang dapat dibeli di toko-toko pupuk atau melalui online. Jika tidak, bisa menggunakan gelas plastik yang telah dilubangi bagian bawahnya untuk memudahkan melihat akarnya tumbuh dan agar drainase berjalan baik. Kemudian isi nampan pembibitan dengan media tanam yang steril seperti campuran tanah berhumus dan pasir dengan perbandingan 1:1 atau pun media arang sekam padi. Jangan menggunakan tanah biasa karena dapat berakibat benih membusuk.
Tanamlah biji mawar yang sudah Anda beli pada media dengan kedalaman ¼ inci (6 mm) dengan ruang biji minimal 5 cm untuk meminimalkan persaingan. Jika Anda menanam biji yang Anda stratifikasi sendiri yakni telah muncul kecambah, tanamkan dengan posisi kecambah yang menunjuk ke bawah karena itu adalah cikal bakal dari akar.
Jika benih yang ditanam hasil stratifikasi Anda sendiri (telah muncul kecambah), biasanya dia akan muncul/tumbuh dalam waktu seminggu. Namun, jika membeli biji mawar kemasan yang dalam kemasannya disebutkan telah distratifikasi, biasanya dia akan muncul lebih lama dalam waktu beberapa minggu. Apabila menanam biji mawar yang belum distratifikasi dengan metode yang saya tulis pada artikel sebelumnya, biji mawar bisa muncul sebagai tanaman selama dua hingga tiga tahun.
Jaga agar media tanam tetap lembab (selalu agak basah namun tidak terlalu basah) dengan suhu antara 16-21 derajat celcius, suhu tersebut merupakan suhu ideal bagi kebanyakan varietas mawar. Bibit biji mawar biasanya akan tumbuh dengan baik ketika menerima sinar matahari 6 jam atau lebih setiap harinya, namun disarankan Anda mengetahui varietas mawar yang ditanam sehingga dapat mengetahui lebih pasti berapa jam baiknya terkena sinar matahari setiap harinya kepada orang yang sudah ahli atau kepada penjual biji mawar Anda.
Ilustrasi mawar hasil transplantasi pada pot
Jika sudah tumbuh daun, Anda sebaiknya melakukan transplantasi. Namun, jika daun baru muncul hanya dua lembar yang biasanya itu adalah daun kotiledon atau daun biji, jangan Anda lakukan transplantasi sebelum muncul lagi beberapa daun yakni daun sejati dimana daunnya sudah berupa daun mawar yang khas itu, lebih baik lagi apabila akarnya sudah terlihat kuat dan mengelilingi wadah.
Transplantasi/pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar atau tanam di luar ruangan. Sebaiknya transplantasikan ketika cuaca dingin, mendung atau sore hari dimana tanaman sedang kehilangan air. Gali lubang tanam sehingga akar tanaman dapat masuk dengan baik, tanamkan dengan masih terdapat media yang diambil dari nampan agar kelembaban media masih dapat terjaga. Setelah itu, siramlah dengan cukup air. Kedalaman penanaman diusahakan sama seperti pada kedalaman media nampan pembibitan yakni batang yang sebelumnya di atas media/tanah, usahakan tetap sama seperti itu.
Ilustrasi mawar yang sudah tumbuh besar pada pot
Setelah itu, lakukan perawatan dengan baik, Anda bisa tanya kepada penjual biji mawar tersebut bagaimana cara merawat mawar dari biji?

Atau bisa juga dicoba dengan mengadaptasi perawatan mawar semi holland. 
Menantang sekali bukan, cara menanam mawar dari biji itu? Namun, sayangnya menanam mawar dari biji sangatlah susah dan kebanyakan suka tidak tumbuh. Oleh karena itu, jika Anda hendak membeli biji mawar, Anda harus bertanya kepada penjual biji mawar, mawar varietas apakah yang mereka jual? Dan apakah mereka dapat terus membimbing Anda untuk menumbuhkannya?

Mengetahui varietas mawar apa dapat membantu Anda untuk mencari referensi dalam hal menumbuhkannya melalui media seperti internet jika penjual tidak bisa membimbing Anda. Akan tetapi, jika Anda kurang suka dengan tantangan tersebut atau setelah dicoba ternyata memang tidak tumbuh juga biji mawarnya, Selamat berkebun dan semoga bermanfaat!

Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive