Cara Membuat Tabulampot Jambu Bol Jamaika Berbuah Lebat

.
.

Tabulampot jambu bol harman tampil ekslusif dan siap memberikan keteduhan pada halaman rumah Anda. Tabulampot jambu ini bisa berbuah sebanyak 2-3 kali dalam setahun. Tajuknya dipenuhi dengan banyak daun. Buah yang muncul berwarna merah cerah itu akan tampil menawan di antara cabang-cabang pohon.

Sinonimnya yaitu jambu bol jamaika dan memang sedang tren karena ia termasuk rajin berbuah sehingga banyak orang yang menyukainya. Meskipun ditanam di dalam pot yang terbatas, tapi ia bisa tetap tumbuh besar dan rajin berbuah. Rasa buahnya pun manis dengan dagingnya yang tebal. Saat jambu mulai tua, warna merah hingga merah gelapnya akan menambah semarak pohonnya.

Pembibitan jambu bol 
Sayangnya, jambu ini sulit diperbanyak dengan cara cangkok. Oleh karena itu, jenis ini tak banyak ditemui di pekarangan rumah. Beberapa penangkar, menggunakan teknik susuan. Untuk batang bawahnya menggunakan jenis jambu bol lokal Cianjur.

Biji-biji yang diambil dari buah lokal ini, selanjutnya disemaikan ke dalam polibag-polibag kecil. Media semai berupa campuran tanah, pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Polibag yang sudah berisi biji-biji jambu ini selanjutnya ditanam ke dalam tanah dengan kedalaman 2/3 tinggi polibag.


Biarkan calon batang bawah tumbuh berkembang selama 8 bulan untuk siap disambung dengan jambu bol jamaika yang pernah berbuah minimal 3 kali. Panjang entres berukuran 5 cm yang disambungkan dengan cara sisip samping. Setelah kurang lebih 2,5 bulan, entres sudah menyatu. Hasil perbanyakan susuan ini siap dipindahkan ke polibag berukuran 40 cm. Biarkan bibit tumbuh sampai setinggi 1 meter atau telah dipelihara selama 6-12 bulan. Bibit ukuran ini siap dipindahkan ke polibag ukuran 50 cm. Bibit ini dipelihara selama 12 bulan sebelum dipindahkan ke drum atau pot besar.

Perawatan tabulampot jambu bol 
Pindahkan bibit ukuran 1 meter tersebut ke dalam drum atau pot besar. Letakkan tabulampot jambu bol jamaika di tempat terbuka untuk bisa menerima sinar matahari penuh. Tidak perlu dilakukan pemangkasan karena bentuk tajuk sudah menarik.

Bila tajuk yang ada dirasa kurang lebat, cabang-cabang boleh dipangkas supaya nanti tumbuh tunas-tunas baru. Beri pupuk NPK 15:15:15 atau 16:16:16 sebanyak 20-40 gram yang pemberiannya tiap 3 bulan sekali.

Penyakit yang biasa menyerang jambu bol jamaika yaitu puru. Gejala tanaman terserang penyakit puru terlihat dari daun-daunnya yang terdapat bentol-bentol. Hal ini terjadi karena terlambat melakukan penyemprotan pestisida selagi daun-daun masih muda. Penyakit puru ini tidak mempengaruhi produksi buah.

Setelah pemeliharaan tabulampot jambu bol harman selama 1,5-2 tahun, tanaman siap berbunga. Bunga-bunga akan bermunculan di cabang-cabang. Bila buah pentil terlalu banyak, lakukan penjarangan untuk memperoleh buah dengan ukuran besar. Sisakan tiap dompolan hanya 2-3 buah saja. Setelah 3 bulan, buah-buah ini sudah matang dan siap dinikmati.

Agar Berbuah Lebat lakukan Perlakuan ini :
Tunggu sampai tanaman tidak memiliki pupus daun muda, setelah itu lakukan permangkasan terhadap daun-daun tua (sekitar 50 %).  Lakukan seditkit stress air, berikutnya tambahkan pupuk dengan kadar P dan K yang tinggi (sebaiknya pupuk dilarutkan dalam air dan lalu disiramkan).  Pemberian hormon perangsang bunga juga bisa dilakukan.
Satu lagi yang tak kalah penting, buat sayatan terhadap kulit batang selebar kira-kira 1/2 - 1 cm pada pangkal batang secara melingkar.  Sayatan dilakukan pada pangkal batang kira-kira 5 - 10 cm dari dasar tanah. 

Semoga Berhasil

Sumber : http://birdbody.blogspot.co.id/2015/10/tabulampot-jambu-bol-harman-eksklusif.html


Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive