Cara Budidaya Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L) beserta Khasiat dan Manfaatnya

.
.




photo by : www.ciplukan.com


. Syarat Tumbuh

Tanaman ciplukan cocok hidup di tanah yang subur, gembur, tidak tergenang air, dan memiliki pH mendekati netral. Tanaman ciplukan mampu hidup pada tanah yang kurus, agak padat, dan kurang terawat bersama tanaman liar yang lain. Kondisi lapisan olah tanah bagian atas sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman ceplukan. Ciplukan dapat hidup di dataran rendah hingga dataran dengan ketinggian sekitar 1.500 m dpl.

B. Tahapan dalam Budidaya Ciplukan
Pembudidayaan tanaman ciplukan yang dilakukan dengan memanfaatkan bibit hasil perbanyakan generatif, memerlukan tahap-tahap kegiatan sebagai berikut :
a. Penyiapan Benih
Benih disiapkan dari buah ciplukan yang tua dan matang dari tanaman ciplukan yang berumur lebih dari 2,5 bulan. Buah yang telah tua dan matang, bila dipijit dengan jari akan mengeluarkan daging buah yang lunak beserta bijinya. Biji ini digunakan sebagai benih yang siap disemai.
b. Penyiapan Media Semai
Penyemaian dilakukan untuk mengecambahkan biji-biji ciplukan sehingga tumbuh menjadi tanaman mini yang telah siap untuk dipindahkan ke lapangan. Tanah yang akan digunakan sebagai media persemaian harus berfisik halus dan gembur serta memiliki unsur hara yang cukup.
c. Penyemaian Benih
Pemeliharaan benih ciplukan pada bak semai relatif lebih mudah dilakukan dibanding pemeliharaan benih pada bedengan. Penyemaian biji di bedengan perlu ditutup dengan sungkup plastik untuk menekan penguapan air dari media semai, menghindari terpaan panas atau air hujan, serta mencegah serangan hama dan penyakit. Bibit yang berumur 1-1,5 bulan telah siap untuk ditanam di lahan.
d. Penanaman
Bibit ciplukan yang tumbuh di persemaian memiliki akar relatif sedikit, batang masih lunak, dan jumlah daun ± 8 lembar. Bibit ini memiliki kelemahan yaitu akar dan batangnya mudah rusak, dan setelah dicabut daunnya cepat layu. Oleh karena itu, bibit ciplukan tersebut perlu dipindahkan hati-hati, dan setelah dicabut harus segera ditanam kembali.
e. Perawatan
Perawatan tanaman ciplukan di lahan tanam sama dengan perawatan tanaman ciplukan di pot. Penyuluhan tanaman harus segera dilakukan untuk menggati bibit tanaman yang mati. Penyiraman tanaman ciplukan tidak perlu berlebihan, mengingat kebutuhannya terhadap air tidak beda jauh dengan palawija, yaitu relatif sedikit. Memperhatikan sifat dan fisik tanaman ciplukan, maka pemupukan dapat dilakukan sebanyak dari dosis pupuk yang digunakan pada tanaman tomat.
f. Pemupukan
Prinsip pemberian pupuk buatan pada tanaman ceplukan adalah sebagai berikut.
1) Seluruh dosis pupuk Fosfor dan Kalium, diberikan pada lubang-lubang pertanaman, sedalam penanaman bibit.
2) Pupuk susulan I, berupa dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 14 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.
3) Pupuk susulan II, berupa dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 35 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.
4) Apabila budidaya ceplukan ditujukan untuk dipungut brangkasnya, maka dosis pupuk Nitrogen dapat ditingkatkan, sedangkan dosis pupuk Fosfat dan Kalium dikurangi.
5) Penggunaan pupuk pada tanaman ceplukan yang ditanam dengan sistem tumpang sari, disesuaikan dengan dosis pupuk yang digunakan bagi tanaman utamanya

Ciri-ciri tanaman Ciplukan :
Tanaman ciplukan tumbuh tegak dengan tinggi tanaman antara sekitar 30 cm sampai 50 cm. Batangnya berwarna hijau persegi, dan bercabang. Daun berseling dan berlekuk, bertangkai 7- 25 mm, dengan bentuk bulat telur memanjang dan ujungnya lancip. Ukuran panjang 3,5-10 cm dan lebar 2,5 cm. Pada permukaan daun bagian atasa berwarna hijau, dan permukaan bawah berwarna hijau muda dan berambut halus. Bunga buah keluar dari pangkal, buahnya berbentuk seperti lampion atau lentera, bila sudah masak berwarna kuning, rasanya manis agak keasam-asaman. Ciplukan ini memang bisa kita temui dimana saja diseluruh nusantara, namun Asal tanaman ciplukan ini sebenarnya dari daerah tropis di Amerika latin.
Manfaat Ciplukan :
1. Menyembuhkan Influenza dan Sakit Tenggorokan.
Ambil seluruh pohon ciplukan, termasuk akar dan dibersihkan, lalu dipotong-potong dengan ukuran 3-4 cm dan dijemur, lalu dibungkus kembali agar tidak lembab lagi. Jika akan menggunakan sebagai obat, ambil kira-kira 9-15 gram dan direbus, kemudian air rebusannya diminum. Lakukan sebanyak 3 kali sehari.
2. Mengobati Kencing manis (diabetes).
Cara meramunya sama dengan nomor satu. Hanya saja pada saat merebus, dilakukan dengan 2 gelas air, dan hingga air tersisa menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus pada pagi hari. Ampasnya bisa direbus sekali lagi, guna diminum pada sore harinya.
3. Mengobatai sakit paru-paru.
Sama dengan nomor satu. Saat merebus, gunakan 3-5 gelas air. Setelah mendidih, dinginkan dan saring, minum airnya 3 kali sehari.
4. Mengobati penyakit Ayan.
Buah Ciplukan 8 - 10 butir dimakan setiap hari.
5. Manfaat dan Khasiat Ciplukan untuk mengobati Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan (sama caranya dengan pengobatan Influenza)
Teh Ciplukan adalah produk teh celup berbahan baku simplisia tanaman ciplukan yang dikemas secara higienis. Seperti diketahui masyarakat umum, tanaman ciplukan memiliki banyak khasiat diantaranya sebagai penstabil kadar gula dan juga bagus untuk hipertensi. Produk ini memiliki banyak keunggulan yang akan membuat Anda yakin tidak akan salah pilih untuk memilih produk ini. Keunggulan teh Ciplukan antara lain:
1. Teh ciplukan adalah satu-satunya produk teh ciplukan yang ada di pasaran. Sehingga produk ini belum mempunyai pesaing.
2. Mengunakan bahan tambahan berupa daun stevia yang dikenal juga sebagai daun manis. Daun ini mempunyai zat pemanis yang manisnya bisa 300-400 x lipat manis gula tebu namun nonkalori. Daun stevia juga memiliki sifat antidiabetes.
3. Menggunakan tambahan daun teh hijau sebagai penambah antioksidan yang sangat berguna untuk tubuh.
4. Dikemas secara higienis yaitu setiap tea bag dikemas menggunakn sachet alumunium. Hal ini berguna untuk menjaga kehigienisan produk serta mencegah pengaruh cahaya laur yang dapat mengurangi kandungan zat aktif di dalam teh.
5. Proses produksi dilakukan di laboratorium LIPI dan di bawah pengawasan LIPI. Hal ini menjadikan proses produksi teh ciplukan lebih aman dan terjamin.
6. Sudah memiliki ijin pemasaran berupa No IRT dari dinas kesehatan dan izin halal dari LPPOM MUI. Kedua ijin ini menjamin keamanan dan kehalalan produk.
Selain untuk penyakit dalam, Ciplukan juga bisa digunakan sebagai obat luar.
Cara pemakaian:
1. Mengobati Bisul. Daun Ciplukan sebanyak 1/2 genggam dicuci bersih lalu digiling halus. Turapkan pada bisul, lalu dibalut. Diganti 2 kali sehari.
2. Mengobati Borok. Daun Ciplukan sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya, lalu diturapkan ke borok. Ganti 2 kali sehari.



Sumber : http://cybex.pertanian.go.id
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Blog Archive