Cara Budidaya Bawang Merah Di Polibag / Pot

.
.


Bawang merah menjadi salah satu jenis tanaman sayuran yang tak pernah absen dalam bumbu masakan keluarga Indonesia. Meski beberapa wilayah Indonesia merupakan sentra bawang merah, tapi tingginya permintaan menyebabkan produksi dalam negeri tak mampu memasok seluruh kebutuhan. Akibatnya, harus ditambah dari impor.
Selama ini budidaya bawang merah dilakukan dalam skala luas di lahan pertanian yang cukup luas. Budidaya tanaman ini tidak harus di lahan yang luas, tapi bagi masyarakat yang hanya memiliki lahan terbatas, terutama lahan pekarangan alternatifnya adalah budidaya bawang merah dengan sistem polybag.
Dengan sistem ini, tiap keluarga bisa budidaya dari satu polybag hingga ratusan polybag tergantung pada kemampuan yang dimiliki. Budidaya bawang merah sistem polybag sangatlah cocok dikembangkan dan digerakkan kalangan ibu rumah tangga yang tergabung dalam anggota kelompok wanita tani.
Teknik Budidaya
Untuk memulai budidaya bawang merah dengan sistem polybag terlebih dahulu menyiapkan media tanam yakni tanah. Tanah yang baik terdapat dilapisan atas (tapsoil) yakni kedalaman 0-30 cm dari permukaan tanah. Sebab, lapisan atas banyak unsur organik yang diperlukan tanaman.
Untuk media di polybag jenis tanah yang dipilih yaitu harus berstruktur remah atau gembur agar peresapan air dan sirkulasi udara dalam tanah berjalan lancar. Tanah yang tidak baik sebagai media tanam bila strukturnya padat dan tidak berongga. Tanah seperti ini biasanya sulit ditembus air saat penyiraman, sehingga tanah menjadi becek. Tanah ini juga sulit ditembus akar tanaman.
Sebelum dimasukkan dalam polybag, tanah yang didapatkan harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat sebagai media tanam bawang merah. Caranya, pertama tanah diayak. Tanah yang belum diayak biasanya banyak mengandung batu, kerikil, potongan kayu dan kotoran lainnya.
Secara fisik tanah hasil ayakan sudah baik dijadikan media tanam, karena memiliki ukuran butiran yang halus. Dengan ukuran yang halus ini akar tanaman dapat meresap ke seluruh permukaan tanah, baik dilapisan atas, tengah maupun bawah.
Kedua, dicampur pupuk organik. Pupuk organik bisa berasal dari kotoran sapi, kambing, ayam atau kotoran hewan lainnya. Pupuk organik yang baik yaitu sudah betul-betul jadi dengan ciri-ciri sudah remah seperti menjadi tanah.
Perbandingan dengan tanah dan pupuk organik yaitu 2 : 1 (2 bagian berupa tanah dan 1 bagian berupa pupuk organik). Bawang merah yang ditanam di polybag ini tanpa pupuk anorganik (buatan) tanaman bisa panen dengan baik dan efisien biaya. Penambahan pupuk buatan seperti urea pada pertanaman di polybag bila tidak hati-hati justru bisa menyebabkan tanaman mati.
Ketiga, memasukkan media tanam dalam polybag. Setelah semua bahan dicampurkan, kegiatan selanjutnya ialah memasukkan media tersebut dalam polybag. Caranya, masukkan bahan tadi ke polybag yang sudah tersedia secara penuh/rata sesuai ukurannya.
Keempat, penanaman. Sehari sebelum ditanami, polybag disirami agar tanah yang sudah dicampur tadi mengendap dan rata. Bibit bawang merah yang sudah siap ditanam adalah yang telah disimpan selama 2-4 bulan. Pada bibit tersebut akan terlihat titik-titik tumbuh akarnya. Ukuran bibit yang ideal barukuran 1,5 x 2 cm, atau yang agak besar misalnya 2 x 2,5 cm. Jika ukurannya di bawah 1,5 cm memerlukan bibit yang banyak dan pertumbuhannya lemah, serta produktivitasnya rendah.
Kelima, pemotongan bibit. Sehari sebelum penanaman, bibit bawang merah dipotong ujungnya (dirampas) kira-kira sepertiga hingga seperempat bagian dari panjang umbi keseluruhan. Tujuan dari pemotongan ini adalah agar umbi dapat tumbuh merata, untuk merangsang tumbuhnya umbi samping dan mendorong tumbuhnya anakan. Sebelum umbi ditanam, luka pemotongan harus kering terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindarkan kemungkinan adanya pembusukan atau serangan penyakit pada bekas potongan tadi.
Keenam cara tanam. Media polybag yang sehari sebelumnya sudah disiram dan kelihatan media sudah mengendap, maka siap untuk ditanami bawang merah. Gunakan alat penugal lubang tanaman dibuat sedalam rata-rata setinggi umbi. Umbi bawang merah dibenamkan dalam lubang tanam dengan posisi tegak dan agak ditekan sedikit ke bawah, sehingga ujung umbi nampak rata dengan permukaan tanah, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis.
Setiap polybag dengan ukuran 40 x 35 cm ditanami 3-4 umbi bawang merah, Jika ukuran polybag besar, maka bisa lebih dan bila kecil hanya untuk 1 atau 2 umbi saja.
Tahap ketujuh, penyiraman. Penyiraman pertama dilakukan setelah umbi ditanam. Kemudian diulang setiap hari hingga daun pertama mulai tumbuh. Usahakan agar tanah tetap lembab sampai umur 50 hari. Penyiraman harus dijaga jangan terlalu basah dan tanahnya menjadi padat. Selanjutnya penyiraman di polybag menyesuaikan kondisi tanaman. Penyiraman dihentikan 10 hari menjelang tanaman dipanen.
Tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pemeliharaan ini meliputi perawatan tanaman dengan menjaga kondisi tetap sehat. Antara lain, pencabutan tanaman rumput, pendangiran dan pengendalian hama/penyakit bila ada.
Panen bawang merah untuk konsumsi bisa dilakukan pada umur tanaman 55–60 hari. Sedangkan untuk bibit harus di atas 60 hari dan tidak menggunakan pupuk anorganik.
Tanda-tanda bawang merah siap dipanen yakni, daun layu, menguning dan kering, pangkal daun bila dipegang lemah. Setidaknya hampir 70-80% daun berwarna kuning.Tanda-tanda lainnya, umbi lapis kelihatan penuh berisi, sebagian umbi tersembul di atas permukaan tanah dan batangnya roboh. Sudah terjadi pembentukan pigmen merah dan timbulnya bau bawang yang khas ditandai dengan timbulnya warna merah tua atau merah keunguan.

Sumber : http://tabloidsinartani.com
.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.