Cara SEMAI CABE "STERIL PRO", Dihasilkan Tanaman Serentak

.
.

Cara SEMAI CABE "STERIL PRO", Dihasilkan Tanaman Serentak


Peningkatan hasil panen perkebunan cabai secara besar-besaran tentu banyak dipengaruhi oleh faktor tertentu. Faktor penyemaian, penanaman, serta perawatan tanaman menjadi hal mutlak yang tak boleh terlewatkan dalam budidaya cabe.

Menyemai biji/bibit cabe tidak dapat dilakukan secara sembarangan, harus mengikuti kaidah dan tatacara yang telah banyak dilakukan oleh petani-petani modern, petani profesional di Indonesia maupun di dunia.

Setiap petani mempunyai teknik tersendiri dalam melakukan penyemaian bibit cabe, sebagai contoh ada yang menyemainya langsung di lahan semai, ada pula yang melakukannya dengan cara mengecambahkan terlebih dahulu biji cabe baru dipindahkan di pot/wadah guna pembesaran bibit sebelum ditanam di lahan terbuka (area bedengan di sawah, kebun, ladang, tegalan, dan lain sebagainya).

Contoh Pohon Cabe Yang Disemaikan Dipot Polybag
Cara terbaru dalam penyemaian bibit cabai adalah dengan menggunakan teknik "steril pro". Teknik ini telah berkembang pesat dan banyak diminati oleh para pembudidaya tanaman holtikultura di seluruh penjuru dunia. Salah satu keuntungan semai cabai dengan teknik steril pro adalah tanaman akan tumbuh secara serentak dengan umur yang sama. Jika anda tertarik untuk mencobanya, silakan ikuti langkah berikut ini.

Cara Menyemai Bibit Cabe Menggunakan Teknik "Steril Pro"

Barangkali anda baru saja mendengar istilah penyemaian bibit cabe dengan model steril pro?. Teknik steril pro ini merupakan cara mempercepat waktu penyemaian bibit tanam cabe dengan menggunakan media kain lembab yang sebelumnya biji cabe telah disterilkan menggunakan air hangat-hangat kukuh.

Penggunaan teknik steril pro ini jauh lebih praktis daripada menggunakan cara ini: Cara Semai Bibit Cabe Lado F1 Hibrida Yang Baik dan Benar. Namun, anda sangat boleh sekali untuk mencoba menggunakan kedua cara penyemaian cabe dengan cara tersebut, lalu anda bandingkan manakah dari kedua teknik tersebut yang lebih praktis? Dari situlah anda akan ditanamkan sikap ilmiah dalam melakukan aktivitas pertanian, serta wawasan anda akan semakin bertambah.

Berikut ini langkah *(cara) yang dapat ditempuh dalam melakukan penyemaian bibit cabe menggunakan teknik steril pro:

  1. Siapkan bibit/biji cabe yang telah dikeringkan atau memang sebelumnya bibit telah dibeli dari penjual bibit di pasaran. Pastikan bahwa bibit yang dibeli merupakan bibit unggul dan tahan terhadap penyakit (biasanya dalam kemasan bibit ada label seperti itu);
  2. Sebelum bibit disemai, siapkan bibit sesuai kebutuhan (misalnya 1 bungkus bibit cabai lado kira-kira dalam 1 bungkus berisi 1.400-an bibit), lalu setelah itu masukan bibit tersebut ke dalam 1 gelas air hangat-hangat kukuh, lalu diamkan selama 3 jam (sampai airnya menjadi dingin). Tujuan memasukan bibit ke dalam air hangat adalah untuk melakukan sterilisasi dan mengintrol kondisi bibit apakah layak tanam atau tidak?. Cara mendeteksi/mengontrol apakah bibit layak semai atau tidaknya dapat dilihat jika bibit mengapung maka jangan digunakan sebagai bibit. Pilihlah bibit yang tenggelam di dasar gelas;
  3. Saring/tiriskan bibit dari dalam air gelas, dan biarkan setidaknya 3 - 5 menit;
  4. Siapakan kain bekas pakaian yang bersih kemudian celupkan ke dalam air dingin sehingga kainnya menjadi lebih lembab;
  5. Kemudian letakkan bibit-bibit cabe yang telah ditiriskan tadi di bagian atas kain, lalu lipatlah kain secara perlahan sehingga biji benar-benar berada di dalam lipatan kain lembab tersebut.
  6. Diamkan bibit pada tempat khusus (misalnya diletakan di ember/baskom) selama 3 - 4 hari;
  7. Pada hari ketiga dan hari ke-4, biasanya bibit telah berkecambah, dan pada saat itulah penyemaian bibit segera dilakukan yakni dengan memindahkan bibit cabe yang berkecambah tersebut di dalam wadah polybag yang berisi tanah humus atau campuran antara tanah liat dengan jerami padi yang membusuk, atau bisa juga media tanam bibit kecambah tersebut dengan menggunakan media tanam dari kotoran sapi yang telah dikeringkan/bercampur dengan tanah di sekitar tempat pembuangan kotoran sapi tersebut.
  8. Setelah point ke tujuh selesai, maka siapkan beberapa pot polybag ukuran kecil yang telah dilengkapi dengan tanah+campuran kotoran hewan ternak dengan perbandingan 2:1, atau tanah liat+jerami padi dengan perbandingan 2:1, silakan pilih salah satu saja media tanamnya, dan pastikan juga bahwa di bawah pot plybag harus diberi lubang-lubang kecil untuk aerasi tanah sehingga waktu penyiraman air yang berlebihan dapat dibuang ke lingkungan;
  9. Setelah pot polybag kecil terisi media campuran tanah dengan kompos/pupuk kandang, selanjutnya adalah membuat lubang tanam pada media tanam di dalam polybag kira-kira setinggi 0,5 cm. Pembuatan lubang tanam tersebut berfungsi untuk menanam benih yang telah bekecambah tadi. Ingat bahwa dalam 1 wadah polybag kecil hanya untuk 1 pohon.
  10. Setelah dibuatkan lubang tanam pada media tanam di dalam pot polybag, selanjutnya adalah memasukan 1 biji bibit cabe yang berkecambah tadi di tiap-tiap lubang tanam yang telah disediakan, kemudian tutup lubang tanam dengan tanah yang halus. Ingat tidak perlu menenakan tanah yang digunakan untuk menutupi lubang tanam bibit, cukup diberikan tanah halus di sekitar lubang tanam;
  11. Selanjutnya adalah melakukan penyiraman rutin (pagi dan sore hari atau disesuaikan dengan kondisi tanah, apabila tanah masih lembab dan ketercukupan air cukup maka penyiraman tidak perlu dilakukan/seperlunya saja melihat kondisi) sampai bibit benar-benar telah melakukan pertumbihan dan perkembangan, sehingga bibit kecambah yang ditanam pada media tanam polybag tadi benar-benar sudah mulai tinggi sekitar 15 - 21 cm (saat tanaman diperkirakan berumur 20 hari). Pada ketinggian bibit seperti itu sangat ideal dan bibit siap untuk dipindahkan di lahan terbuka (bedengan yang diberi mulsa plastik ataupun bedengan tanpa mulsa);
Bibit Cabe Lado Merah dalam Pot Polybag
  1. Cara pemindahan bibit semai di lahan terbuka/bedengan adalah dengan cara memotong pada bagian plastik polybag menggunakan gunting, lalu tanaman bibit dewasa dapat langsung dipindahkan ke lubang tanam pada bedengan beserta dengan tanah pada wadah polybag tersebut;
  2. Selanjutnya adalah melakukan kegiatan perawatan tanaman yang meliputi penyiraman, pendangiran, pemupukan, penyiangan, perempelan, pengendalian hama dan penyakit tanaman hingga kepada proses pemanenan buah cabai. Semoga berhasil.


  1. Sumber : guruilmuwanblogspot.com
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Blog Archive