Falsafah Petani Agar Padi Bernas Berisi

.
.
Ada nilai luhur ajaran Jawa berkaitan dengan budidaya tanaman padi yang mungkin sekarang sudah dilupakan. Salah satunya adalah ungkapan “Wulen sepanen, Jotho tinoto. Las kang mentes.”  Dengan bahasa sederhana ketiga kalimat pendek penuh makna itu bisa diartikan, “Dalam satu rumpun bisa panen serempak, bulir dalam satu malai bisa tertata rapi tidak bersela, dan, semua bulir yang ada bisa bernas tidak ada bulir kosong atau hampa.” Artinya, ketika seseorang menanam padi maka harus diupayakan dengan segala ikhtiar dan cara untuk bisa tumbuh dengan sempurna agar menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas.
Ungkapan itu juga merupakan gambaran ideal proses budidaya padi untuk bisa memetik hasil terbaik. Panen yang melimpah dengan bulir padi bernas tanpa hampa hanya bisa dicapai apabila petani telah melalui proses budidaya yang baik dan benar. Lahan diolah dengan sempurna, pemupukan dilakukan dengan jenis pupuk dan dosis yang tepat, air juga disediakan dengan cukup tidak kurang dan tidak berlebihan, benih dipilih dari sumber terbaik, dan tanaman dijaga dari hama dan penyakit. Kalau semua persyaratan itu terpenuhi maka bisa diharapkan panen padi akan melimpah dengan biji padi yang bernas.
Dengan pemahaman lain falsafah luhur itu juga menyiratkan penghargaan tinggi pada proses untuk mencapai prestasi. Hasil akhir memang penting, namun sesungguhnya proses melalui tahapan-tahapan yang sudah digariskan juga tidak kalah penting. Penghargaan pada makna proses sesungguhnya merupakan ‘roh’ dari aktivitas usahaatani. Apapun yang ditanam tidak akan bisa dipanen tanpa melalui proses tahapan yang semestinya. Benih tidak akan bisa mentransformasi diri menjadi tanaman dewasa dengan biji atau buah melimpah tanpa melalui proses pertumbuhan bertahap. Panen juga tidak akan bisa dilakukan bila petani tidak menanam, memupuk, menjaga dan memelihara tanamannya.
Oleh karena itu tidak ada tahapan yang paling penting dalam proses usahatani karena semua tahapan sesungguhnya sangat penting. Kesalahan dalam salah satu tahapan akan mempengaruhi tahapan lain, yang pada akhirnya akan berdampak pada hasil panen. Dengan demikian aktivitas usahatani sesungguhnya merupakan cermin dari konsistensi para petani dalam mengelola usahataninya. Meskipun mungkin hanya ‘menganggur’ menjaga lahan tananaman padinya, tetapi sesungguhnya para petani sedang menunjukkan komitmennya untuk memelihara tanaman padinya, salah satunya berusaha melindungi dan menjaga tanamannya dari serangan hama dan penyakit.  Komitmen dan konsistensi ini yang menjadi garansi untuk meraih hasil panen terbaik.
Kalau sekarang para petani sedang menebar benih di awal musim tanam maka sesungguhnya itu menjadi bagian sangat penting yang mengawali seluruh rangkaian proses usahatani yang mereka kelola. Di setiap butir benih padi yang disemai disertakan doa dan semangat agar bisa tumbuh subur dan menghasilkan padi yang bernas padat berisi.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive