Panduan Cara Menanam Cabe Dengan Hasil Melimpah

.
.


Cabe Rawit
Cabe adalah tumbuhan biji yang tergolong tanaman dapat dibudidayakan, karena disukai hampir seluruh masyarakat, maka cabe memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga banyak menjadi komuditas pertanian bagi para petani, adapun cara bertani cabai yang benar sebagai berikut.

Tahap olah tanah.
Bajak tanah dengan bentuk bedengan (memanjang menggunduk) dengan jarak 2 meter, lalu taburkan pupuk kompos dengan volume 6 sampai 12 ton per hektar lahan, pupuk SP 500 Kg, pupuk kapur Dolomide, 1-2 ton perhektar lahan, bentuk bedengan dengan jarak 120 Cm dan tinggi 20 Cm disesuaikan dengan kondisi lahan, dengan lebar siring 80 Cm dan aduk kompos, Dolomide, SP, Kapur dengan tanah hingga rata, sehingga tidak merusak akar tanaman, lalu diperam selama 1-2 minggu.

Tahap penyemaian
Siapkan tanah kompos dengan perbandingan 2-1, plastik polibag ukuran 5 x 8 atau 5 x 9 kurang lebih 15 ribu per hektar lahan, ukuran jumlah benih berpariasi, jumlah benih 100 gram benih dimasukan dalam polibag 1 banding 1, disiram rata lalu ditutup dengan terpal diperam selama 4 hari, bila sudah tumbuh 80% benih dibuka diganti dengan kain kelambu dan di atas nya di tutup supaya sinar matahari tidak tembus selama 4-5 hari, Sehingga benih telah terlihat berdaun berdiri tegak dan berwarna hijau, umur persemaian 30 hari, diusia 20 hari mulai buka kain kelambu sedikit demi sedikit sesuai suhu alam sampai umur 30 hari benih siap ditanam.
Persiapan tanam
tutup bedengan yang sudah dirapikan dengan plastik molsa dengan ukuran variatif 120 cm atau 100 cm, kemudian lubangi plastik molsa dengan zig zag jarak antara lubang berkisar antara 80 cm x 70 cm atau sesuai selera lalu ditugal dengan kedalaman 9-10 cm.

Tahap pindah tanam
Persemian siap dipindahkan setelah berumur 30 hari.

Tahap Perawatan
Pemasangan ajir (bambu yang ditancapkan sebagai penahan tanaman) Pemupukan pertama pada usia cabai memcapai 7-10 hari setelah tanam, dengan volume pupuk mutiara 2 kg dicampur dengan 200 liter air, pemupukan dengan jarak waktu 7 hari dan volume berkala, 2 kg, 4 kg, 6 kg, 8 kg, 10 kg berbanding 200 liter air. Penyemprotan disesuaikan dengan gangguan yang terjadi pada tanaman dengan dosis yang direkomendasikan petugas pertanian. Pemupukan dihentikan pada usia 60 hari setelah tanam sedangkan penyemprotan tetap berjalan sesuai hama penyakit pada tanaman, diperkirakan keperluan pupuk mencapai 5 ratus kg per hektar lahan dengan jenis pupuk mutiara.

Masa panen,
Tanaman cabe dapat dipanen secara terus menerus tergantung perawatan, panen pertama pada usia 85 hari setelah tanam untuk cabe merah tetapi jika dipanen hijau pemetikan pertama dapat dilakukan pada usia 75 hari setelah tanam, selang waktu panen satu minggu sekali dan cabe merah selang waktu 2-4 hari.

Potensi hasil panen,
Cabe merah 1,5 kg perbatang atau 15-20 ton per hektar, cabe hijau 2-3 kg gram per batang atau 30-45 ton per hektar sesuai dengan tingkat kesuburan tanaman, syarat dan ketentuan berlaku.

Paska panen,
Setelah tanaman cabe tidak berproduksi aktif dapat diganti dengan tanaman jenis tanaman lain tanpa olah tanah dengan cara disemprot dengan herbisida secara merata supaya mati dan tidak menjadi kompetitor pada tanaman baru, jenis tanaman penggati yang sesuai ditanam pada bekas tanaman cabe diantaranya jagung, pare, kacang sayur, gambas, serta tomat.

Sumber : http://www.suaralampung.com/2014/08/cara-menanam-cabe-dengan-hasil-melimpah.html
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive