TUTORIAL LENGKAP - Cara Pembuatan Sistem Aeroponik yang Efisien dan Hemat Daya

Sponsored Links

Pembuatan Sistem Aeroponik yang Efisien dan Hemat Daya


Aeroponik adalah teknik menanam di udara di mana akar terekspos langsung di udara. Tidak ada media yang menopang akar tanaman pada sistem aeroponik. Akar mendapat air dan nutrisi dari pengkabutan atau spraying pada ruang perakaran.

Aeroponik berbeda dari hidroponik pada umumnya. Aeroponik adalah evolusi dari hidroponik yang lebih efisien dan dapat mengatasi kekurangan dari sistem hidroponik. Sistem aeroponik menawarkan tanaman tumbuh lebih cepat serta penggunaan air dan pupuk lebih hemat dari sistem hidroponik.


Daftar Isi

  • Prinsip Sistem
  • Komponen yang Diperlukan
  • Alat-alat yang Diperlukan
  • Pembuatan Sistem Aeroponik
  • Perawatan Sistem Aeroponik
  • Variasi Sistem

Pada hidroponik, pemupukan dan penyiraman tanaman dilakukan dengan larutan nutrisi dengan media air atau substrat. Tetapi pada aeroponik, pemupukan dan penyiraman dilakukan dengan cara dikabutkan di ruang perakaran tanaman tanpa media apapun. Dengan teknik pengkabutan, penggunaan air dan pupuk lebih hemat daripada hidroponik biasanya dan nutrisi lebih mudah diserap akar.

Karena akar otomatis langsung kontak dengan udara, akar dengan mudah mengambil oksigen langsung dari udara. Sehingga akar tanaman lebih cepat menyerap hara dan air dari semprotan kabut nutrisi. Maka dari itu, tanaman yang ditumbuhkan dengan metode aeroponik dapat tumbuh lebih cepat dibanding hidroponik biasa karena aerasi yang ideal ini.

Perbandingan Semaian Selada Hidroponik dan Aeroponik, terlihat akar dari aeroponik lebih panjang dari hidroponik

Walaupun kedengarannya simpel, pembuatan instalasi aeroponik yang sebenarnya lebih kompleks jika dibandingkan sistem hidroponik pada umumnya.

Ada dua jenis sistem aeroponik yaitu aeroponik bertekanan rendah (Low Pressure Aeroponic, LPA) dan aeroponik bertekanan tinggi (High Pressure Aeroponic, HPA). Yang membedakan dari kedua sistem aeroponik ini adalah ukuran partikel penyemprotan air dan teknik penyemprotannya.

Aeroponik bertekanan rendah (LPA) adalah sistem yang biasanya paling banyak orang-orang bayangkan tentang aeroponik. Karena sistem aeroponik yang sering diperkenalkan pada pelatihan-pelatihan hidroponik dan di wisata-wisata agro hidroponik itu adalah sistem aeroponik bertekanan rendah (LPA)

Sistem Aeroponik Bertekanan Rendah yang biasa diperkenalkan di pelatihan-pelatihan hidroponik

Pembuatan sistem aeroponik bertekanan rendah (LPA) tidak membutuhkan biaya yang mahal dan sangat mudah dibuat. Yang dibutuhkan hanya sprinkle / sprayer dan pompa dengan debit yang tinggi. Dan cara kerjanya sederhana, dari tandon/reservoir, pompa menyemprotkan akar tanaman yang menggantung melalui sprinkle/sprayer. Kemudian akar menerima semprotan larutan nutrisi dan tetesannya kembali lagi ke reservoir/tandon

Tanaman dapat tumbuh sangat bagus dengan sistem aeroponik ini. Akan tetapi sistem aeroponik bertekanan rendah (LPA) sangat tidak efisien.

Semprotan yang dihasilkan pada sistem aeroponik bertekanan rendah (LPA) tidak bisa halus membentuk kabut karena pompa akuarium yang biasa digunakan tidak memiliki tekanan yang tinggi. Maka dari itu sistem ini disebut aeroponik bertekanan rendah (LPA). Tekanan yang rendah membuat sprinkle/sprayer cuma asal semprot saja, tidak dapat mengasilkan semprotan yang halus

Selain itu penggunaan energi pada sistem ini sangat tidak efisien. Karena satu pompa hanya mampu melayani beberapa tanaman saja, tentu hal ini akan sangat boros listrik. Sistem ini lebih cocok untuk instalasi peraga pengenalan aeroponik dan instalasi untuk hobi rumahan.

Sistem aeroponik yang lebih efisien adalah sistem aeroponik bertekanan tinggi (HPA). Sistem aeroponik jenis ini lah yang dikembangkan oleh NASA untuk penelitian menanam di luar angkasa. Sistem ini awalnya membutuhkan alat-alat yang mahal dan susah dicari untuk membuatnya.

Aeroponik yang sebenarnya seharusnya semprotannya membentuk kabut

Pada sekitar tahun 2010-an, aeroponik HPA sekarang dapat dibuat untuk skala rumahan hingga skala usaha dengan biaya pembuatan yang lebih terjangkau dan biaya operasional yang lebih murah. Akan tetapi untuk orang awam, agak sulit memahami prinsip kerja dari sitem aeroponik bertekanan tinggi (HPA). Sistem aeroponik tidak cocok untuk pekebun pemula.

Sistem ini membutuhkan air bertekanan tinggi sekitar 60-80 PSI. Dengan tekanan yang sangat tinggi, air dapat membentuk kabut yang halus saat disemprot melalui nozzle mist sprayer.

Semprotan kabut yang halus membuat nutrisi dan air lebih mudah diserap dan akar dapat mengambil oksigen dengan maksimal. Selain itu dengan tekanan tinggi jangkauan semprotan dapat lebih luas dan efektif dibanding dengan sistem aeroponik bertekanan rendah (LPA). Maka dari itu penggunaan air dan nutrisi lebih efisien pada sistem aeroponik ini (HPA).

Walaupun dengan tekanan tinggi, bukan berarti daya listrik yang dikonsumsi juga tinggi. Penyemprotan hanya berlangsung secara selang-seling menyemprot sekitar 2-3 detik dan berhenti sekitar 3-5 menit. Tiap mist spray dapat menghasilkan semprotan sekitar 1,5 ml/detik.

Pompa reverse osmosis dengan debit 0,5 liter/menit yang berdaya sekitar 30-50 watt dapat digunakan sistem aeroponik bertekanan tinggi. Dipadukan dengan tangki bertekanan, pompa dapat melayani penyemprotan ratusan tanaman dan pompa tidak perlu menyala terus-menerus sehingga lebih hemat daya listrik.

Teknik pembuatan dan perawatan sistem aeroponik bertekanan tinggi dan mengapa biaya operasional aeroponik lebih hemat akan lebih dibahas dalam artikel ini

Ringkasan
  • Biaya Pembuatan : Mahal
  • Tingkat Kesulitan Pembuatan : Sulit
  • Tingkat Kesulitan Perawatan : Sulit
  • Cocok untuk Tanaman : Semua tanaman, cocok untuk penyetekan tanaman
  • Kelebihan : Aerasi yang lebih baik daripada hidroponik biasa, jadi tanaman tumbuh lebih cepat, lebih hemat air dan nutrisi karena irigasi dikabutkan
  • Kekurangan : Butuh kedisiplinan tinggi, kesalahan pada sistem dapat menggagalkan tanaman dalam hitungan menit
  • Toleransi Listrik : Sangat tergantung listrik

Prinsip Cara Kerja Aeroponik Bertekanan Tinggi

Penyemprotan Akar

Pada sistem aeroponik HPA, akar disemprot oleh mist sprayer yang memiliki lubang keluaran sebesar maksimal 0,8 mm. Saat air disemprot dengan nozzle mist sprayer pada tekanan 60-80 PSI, air akan membentuk semprotan yang halus. Ukuran partikel air pada semprotan itu berukuran 30-50 mikron dan dengan debit 1,5 ml/detik pada semprotannya.

Air yang bertekanan tinggi akan menghasilkan semprotan yang halus membentuk kabut nutrisi

Hal ini dilakukan berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh NASA, akar lebih mudah menyerap hara dan air pada ukuran 30-50 mikron dan kondisi penyemprotan ini tidak dapat dilakukan tanpa tekanan yang tinggi

Jika ukuran partikel semprotan air terlalu besar, oksigen dalam semprotan itu sedikit. Dan jika ukuran partikel semprotan terlalu halus (seperti kabut asap yang dihasilkan pengkabut ultrasonic), hanya rambut akar yang tumbuh sedangkan cabang-cabang akar tidak terbentuk.
 

Teknik Aeroponik Tekanan Tinggi (HPA)

Sistem aeroponik HPA termasuk sistem resirkulasi, artinya larutan nutrisi digunakan berulang. Perbedaan dari sistem resirkulasinya dari sistem hidroponik terletak pada sistem perpompaannya

Sirkulasi Aliran pada Aeroponik Bertekanan Tinggi (HPA)

Larutan nutrisi dari tandon/reservoir dipompa menuju pressure tank oleh pompa booster. Pompa booster ini dihubungkan dengan high pressure switch yang berfungsi sebagai saklar otomatis berdasarkan tekanan.

Dengan high pressure switch, pompa hanya menyala hingga tekanan dalam pressure tank mencapai 80 PSI.

Pressure tank ini berfungsi sebagai pengumpul tekanan yang dikeluarkan oleh pompa.

Selang keluaran pressure tank ini dipasang solenoid valve untuk mengatur aliran yang keluar dari pressure tank. Solenoid valve ini dihubungkan dengan cycle timer untuk mengatur frekuensi penyemprotan pada akar tanaman. Biasanya penyemprotan dilakukan 2-3 detik dan kemudian mati selama 3-5 menit.

Karena tekanan yang sangat tinggi dalam pressure tank, air akan mendesak keluar menuju nozzle mist sprayer saat solenoid valve dibuka. Karena sifat air yang menekan segala arah, tekanan air yang dialami pada semua mist sprayer semuanya sama dengan debit yang sama juga. Yaitu sekitar 1,5 ml/detik tiap nozzle mist sprayer.

Satu nozzle mist sprayer dapat melayani range area 40x40 cm hingga 60x60 cm, artinya satu mist sprayer dapat melayani sekitar 9-16 sayuran selada dewasa.

Penyemprotan yang dilakukan pressure tank berlangsung hingga tekanan dalam tangki turun mencapai 60 PSI. Saat tekanan dalam pressure tank turun mencapai 60 PSI, high pressure switch akan menyalakan pompa booster untuk mengisi kembali pressure tank hingga 80 PSI

Semprotan yang tidak sempat diserap akar, akan kembali lagi menuju tandon/reservoir. Dan siklus itu berlangsung terus menerus.

Karena debit penyemprotan tiap nozzle mist sprayer 1,5 ml/detik hanya berlangsung beberapa detik dan mati beberapa menit, hitungan keluaran debit semprotan dalam satu menit sangat kecil sekali, sekitar beberapa mililiter saja.

Misalnya penyemprotan dilakukan 2 detik nyala 5 menit mati, maka otomatis volume air yang dikeluarkan tiap nozzle mist sprayer hanya 2 x 1,5 / 5 ml/menit = 0,6 ml per menit. Jika pada sistem ada 40 mist sprayer, maka total debit keluaran semprotan hanya 40 x 0,6 = 24 ml/menit.

Artinya, laju pengurangan volume air pada pressure tank juga 24 ml/menit

Maka dari itu walau debit keluaran pompa booster kecil sekitar 0,5 - 1 liter per menit, pompa masih mampu melayani puluhan hingga ratusan nozzle mist sprayer dengan bantuan pressure tank. Karena kecepatan pompa tiap menitnya untuk mengisi pressure tank 0,5-1 liter per menit masih lebih besar dibanding kecepatan keluaran air pada semprotan tiap menitnya 24 ml / menit.

Artinya waktu yang dibutuhkan pompa untuk mengisi kembali pressure tank dari 60 PSI ke 80 PSI masih lebih cepat dibanding waktu yang dibutuhkan semprotan untuk membuat pressure tank turun dari 80 PSI ke 60 PSI

Hal ini dengan catatan asal debit keluaran total semua mist sprayer (jumlah nozzle mist sprayer x durasi detik penyemprotan x 1,5 ml/ durasi menit off) tidak melebihi debit pompa (0,5-1 liter/menit)


  

Komponen yang Diperlukan

  • Wadah tertutup untuk tempat tanaman : dapat dibuat dari kolam rakit apung atau terpal
  • Pompa Booster RO : untuk mengisi air dan tekanan pada perssure tank bisa didapatkan pada toko Reverse Osmosis
  • Tangki Bertekanan (Tangki Membran) : untuk pengumpul tekanan yang dihasilkan pompa RO dan menyemprot tanaman bisa didapatkan di toko Perlengkapan pompa rumahan atau toko RO
  • High Pressure Switch : mengatur kapan pompa menyala dan mati berdasarkan tekanan bisa didapatkan di toko Reverse Osmosis
  • Cycle Timer : untuk mengatur frekuensi penyemprotan bisa didapatkan di toko sarana alat-alat listrik
  • Selang RO 1/4" : jaringan irigasi bisa didapatkan di toko Reverse Osmosis
  • Nozzle Mist Sprayer (Mist Jet Sprinkle) : untuk pembuat kabut nutrisi dengan semprotan bisa didapatkan di toko perlengkapan greenhouse
  • Solenoid Valve 1/4" : mengatur frekuensi penyemprotan bisa didapatkan di toko Reverse Osmosis
  • Disc Filter 3/4" : sebagai filter agar sistem tidak tersumbat bida didapatkan di toko perlengkapan greenhouse
  • Wadah Reservoir : sebagai tempat larutan nutrisi
  • Adapter Selang 3/4" ke 1/4" : penghubung selang dengan disc filter bisa didapatkan di toko perlengkapan greenhouse
  • Meja Dudukan : tempat dudukan tanaman

  

Alat-alat yang Diperlukan

  • EC/TDS meter : Untuk mengontrol konsentrasi larutan nutrisi
  • pH meter : Untuk mengecek tingkat keasaman larutan
  • Pengukur kelembaban : untuk mengukur kelembaban pada ruang perakaran

  

Prinsip Pembuatan Sistem Aeroponik Bertekanan Tinggi (HPA)

1. Skema Instalasi

Berikut adalah gambar susunan alat-alat pada sistem aeroponik tekanan tinggi (HPA)

Skema Instalasi Aeroponik Bertekanan Tinggi


2. Pembuatan Wadah Tertutup untuk Tanaman

Pembuatan wadah untuk tanaman dapat meniru kolam untuk rakit apung atau grow tray untuk Ebb Flow. Dapat dibuat dengan papan grc yang dilapisi terpal, kemudian penutupnya dapat menggunakan sterofoam yang tebal. Ketinggian wadah berkisar 30-50 cm.

3. Jaringan Irigasi, Filter, dan Penyemprotan

Pemasangan jaringan selang dibuat membentuk loop. Tujuannya agar tekanan tiap titik sama besar.

Nozzle mist spray yang digunakan harus benar-benar untuk pengkabutan dengan ukuran lubang maksimal 0,8 mm. Nozzle mist spray ini dapat Anda dapatkan di toko sarana irigasi atau perlengkapan greenhouse.

Contoh Mist Jet merk Antelco, tandanya jet berwarna kuning dengan kepala hitam

Pastikan nozzle mini sprinkle yang Anda beli adalah jenis untuk membuat kabut / mist.

Setahu saya toko yang menyediakan mist spray ini di www.veluska.net dan www.tokorafif.com

Penyemprotan dapat dilakukan dari atas atau bawah wadah tanaman. Yang penting usahakan semua bagian akar tanaman dapat terkena semprotan.

Penyemprotan sebaiknya dilakukan dari sisi samping atas atau bawah wadah agar range penyiraman atas bawah akar lebih maksimal. Spacing jarak antar nozzle mist sprayer 40-50 cm. Berikut adalah contoh pola jaringan irigasi dan penyemprotan pada sistem aeroponik.

Bagaimanapun bentuk sistem Anda, selalu gunakan pola loop agar semua titik mendapat tekanan yang sama

Disc filter dipasang di antara reservoir dan pompa booster

4. Pemasangan Solenoid Valve dan Cycle Timer

Solenoid valve dipasang pada saluran keluar pada pressure tank. Solenoid valve dihubungkan dengan cycle timer.

Cycle timer yang digunakan untuk aeroponik adalah cycle timer yang biasa digunakan pada lampu kuning flip-flop. Digital timer yang biasa digunakan untuk hidroponik tidak dapat digunakan pada aeroponik karena timer tidak didesain dalam settingan detik dan tidak dapat disetting untuk auto on off berulang-ulang.

Cycle Timer yang digunakan untuk Aeroponik. Untuk membuat mati hidup dengan durasi yang berbeda Anda perlu 2 timer ini yang dipasang seri

Untuk pemasangan dan perakitan cycle timer, Anda serahkan di orang yang mengerti perakitan alat-alat listrik. Salah satunya Anda dapat memesan langsung siap pakai dan berkonsultasi di toko peralatan listrik dan robotika Depoinovasi

Anda dapat mengunjungi dan kontak di www.depoinovasi.com

5. Pemilihan Pompa Booster RO

Pompa yang digunakan dalam aeroponik adalah pompa bertekanan tinggi dengan debit yang rendah. Pompa ini biasa digunakan untuk reverse osmosis

Pompa Reverse Osmosis, bertekanan tinggi dengan flow rate yang rendah

Agak sedikit banyak perhitungan di sini, tapi saya akan jelaskan aturan sederhananya saja. Pemilihan pompa booster yang penting memiliki tekanan kerja di atas 80-100 PSI, lebih tinggi lebih baik.

Untuk setiap pompa dengan kapasitas 0,4-0,5 liter/menit dapat melayani maksimal 4 meja berukuran 8 meter x 1,5 meter  @240 titik tanam atau setara dengan 960 titik untuk selada dewasa. Pompa dengan debit 1 liter/menit dapat melayani dua kali lipatnya. Sedangkan ukuran minimalnya tidak ada. Pemakaian listrik menyesuaikan dengan jumlah tanaman yang dilayani

Jadi walau instalasi Anda tidak berukuran maksimal, misal hanya 1x1 meter, pemakaian listrik Anda tidak sebesar 8 x 1,5 meter walau menggunakan pompa yang sama.

6. Memilih Pressure Tank

Pressure tank disini berfungsi untuk pengumpul tekanan agar pompa tidak mati hidup terlalu sering. Mengingat frekuensi penyiraman dilakukan dalam hitungan detik tentu dapat membuat pompa rusak dan boros listrik.

Tangki Bertekanan

Tangki ini sering disebut tangki bertekanan atau tangki membran. Kadang juga disebut tangki accumulator Tangki ini biasanya digunakan dalam instalasi reverse osmosis untuk mengumpulkan tekanan dan air dari pompa booster supaya air hasil reverse osmosis dapat langsung ready kita minum. Dan juga tangki ini digunakan untuk pengganti tangki gravitasi yang biasa dipasang di rumahan.

Sebenarnya tidak ada rasio ukuran baku untuk memilih pressure tank, yang penting spec tekanan kerjanya di atas tekanan kerja pompa.

Semakin kecil pressure tank artinya semakin singkat durasi istirahat pompa. Semakin besar semakin lama istirahat pompa, tapi agak eman kalau untuk instalasi kecil.

Tapi sebagai acuan kasar saja, tiap 50 m2 atau setara dengan 4 meja 8x1,5 menggunakan 1 buah pressure tank ukuran 12-50 liter

Untuk flow rate pompa hanya pengaruh cepat lambatnya pengisian. Tidak mempengaruhi kapasitas tekanan.

Pastikan pressure tank yang dipilih memiliki tekanan kerja di atas 100 PSI. Selalu pasang pressure release valve pada pressure tank untuk keamanan jika pressure switch mengalami gangguan

Jika pemasangan pompa dan pressure tank asal-asalan, instalasi Anda dapat menjadi bom karena tekanan yang tinggi. Sebaiknya setiap pompa dan pressure tank melayani tidak lebih 3-4 meja saja

7. Pemasangan High Pressure Switch

High pressure switch dipasang pada saluran pressure tank dan kabelnya dihubungkan dengan kabel sumbur daya pompa booster.  High pressure berfungsi untuk mengatur kapan pompa harus menyala dan mati berdasarkan range tekanan.

High pressure switch diset on pada tekanan 60 PSI dan off 80 PSI. Jadi pompa akan berhenti menyala saat tekanan pressure tank mencapai 80 PSI dan mulai menyala lagi saat tekanan pressure tank 60 PSI

Untuk pemasangan pompa booster, pressure tank, dan pressure switch sebaiknya Anda konsultasikan atau serahkan pada jasa pemasangan perakitan instalasi Reverse Osmosis

8. Ukuran Volume Reservoir

Tidak ada ukuran baku untuk reservoir, semakin besar semakin baik. Ukuran volume reservoir bisa Anda samakan dengan sistem resirkulasi seperti NFT, yaitu 1 liter untuk 3 tanaman.

kembali ke atas
  

Perawatan Sistem Aeroponik Bertekanan Tinggi (HPA)

1. Frekuensi Penyemprotan

Frekuensi penyemprotan disesuaikan dengan kondisi tanaman. Anda perlu bereksperimen sendiri untuk mendapat hasil yang terbaik dari sistem aeroponik Anda. Patokan awalnya Anda bisa gunakan 3 detik nyala dan 5 menit mati.

Selanjutnya sesuaikan dengan reaksi yang diberikan oleh tanaman. Intinya penyemprotan dilakukan untuk menjaga akar agar tidak kering. Tetapi jangan sampai terlalu basah, jangan sampai penyemprotan menghasilkan embun-embun pada akar.

Jangan sampai frekuensi penyemprotan menghasilkan embun, cukup basah saja

Jika penyemprotan menghasilkan embun, kurangi durasi penyemprotan. Perubahan frekuensi penyemprotan dilakukan secara bertahap. Lakukan perubahan frekuensi penyemprotan secara mingguan.

Tujuan dari penyemprotan yang singkat dan jagan sampai berembun ini untuk memacu pertumbuhan rambut-rambut akar. Rambut-rambut akar berfungsi untuk mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih cepat.

Intinya penyemprotan juga harus dapat menjaga kelembaban (Relative Humidity, RH) pada 60-70%

2. Pencegahan Kebuntuan dan Sterilisasi

Selalu rutin cek dan membersihkan disc filter seminggu sekali. Setiap akhir panen, sistem disterilisasi dengan menyirkulasikan sistem dengan bleach. Takaran menyesuaikan dengan takaran kemasan

Setelah sirkulasi dengan bleach, sistem disirkulasikan dengan air biasa supaya residu klorin dari bleach hilang.

3. Manajemen EC dan pH

Walau dalam aeroponik perubahan EC dan pH tidak mudah swing (berubah), sebaiknya setiap hari Anda perlu cek EC dan pH. Usahakan EC berada di 1,5-2,5 dan pH berada di 5,5-6,5.

4. Penggantian Nutrisi

Dalam aeroponik HPA pH dan EC larutan nutrisi lebih stabil. Maka dari itu penggantian nutrisi dilakukan saat larutan nutrisi di tandon / reservoir habis. Air di dalam pressure tank juga harus dikeluarkan semua.

5. Penempatan Pressure Tank, Pompa Booster, dan Reservoir

Jangan menaruh pressure tank, pompa booster, dan reservoir di tempat yang kontak langsung dengan sinar matahari. Tempatkan barang-barang tersebut di tempat yang teduh dan ternaungi

kembali ke atas 

Variasi Sistem

1. Aeroponik Tekanan Tinggi

Aero NFT

Aero NFT

Sistem Aeroponik yang dikombinasikan dengan NFT

Aero A Frame

Aero A Frame

Sistem Aeroponik yang dapat menambah jumlah titik tanam per satuan luas. Kekurangan dari sistem ini sama seperti NFT A frame, yaitu penyinaran matahari tiap sisi tidak bisa sama.

2. Aeroponik Tekanan Rendah

Teknik Sprinkle 
Teknik Sprinkle Aeroponik

Aeroponik jenis ini adalah yang sering diperkenalkan saat pelatihan-pelatihan hidroponik

Rain Tower

Rain Tower

Aeroponik jenis ini memanfaatkan gravitasi untuk membuat tetesan-tetesan seperti hujan di dalam pipa. Akar tanaman tumbuh menggantung di dalam pipa dan dibasahi oleh tetesan-tetesan larutan  nutrisi yang dihasilkan dari atas pipa  

Dewey Mister
Aeroponik ini memanfaatkan aerator dan pipa venturi untuk membuat semprotan-semprotan air. Sistem ini cukup hemat daya karena 1 aerator 2 watt dapat melayani 2 dewey mister. Sistem ini lebih cocok untuk penyetekan atau tanaman sayuran daun karena jangkauan semprotan tiap dewey mister tidak luas

Dewey Mister

Dewey mister dapat dibuat dengan memanfaatkan plastik bolpoin yang dihubungkan dengan selang aerator seperti gambar di atas


Catatan

Dengan perawatan yang tepat dan disiplin, Aeroponik dapat menghasilkan tanaman yang lebih bagus dan biaya operasional yang lebih murah dibanding hidroponik biasa maupun konvensional.


Sumber  : http://taman-berkebun.blogspot.com/2015/09/sistem-aeroponik-hidroponik.html


Sponsored Links
loading...
Loading...

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive