Langkah-langkah Budidaya Tanamanan Jahe Merah

.
.
budidaya-jahe-merah.jpg
Jika dibandingkan dengan jahe biasa, budidaya jahe merah terbilang lebih menguntungkan. Hal ini karena harga jual jahe merah ini lebih tinggi dibandingkan dengan jahe biasa. Tingkat persaingannya pun masih rendah, karena saat ini belum begitu banyak petani yang membudidayakan jahe jenis ini. Meskipun begitu, permintaan pasar akan jahe merah ini terus meningkat baik untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri maupun keperluan ekspor.
Pada dasarnya, tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan sempurna pada lahan yang terletak di ketinggian 500-2.000 meter dpl. Umumnya, tanaman ini dikembangbiakan di daerah dengan curah hujan yang berkisar antara 1.500-4.000 mm/tahun. Sementara jenis tanah yang cocok untuk membudidayakan tanaman jahe merah ini yaitu tanah andosol dan latosol merah coklat dengan tingkat keasaman tanah yang normal yaitu pH 6-7.
Selain dipelihara langsung di lahan terbuka, budidaya jahe merah juga bisa dilakukan dengan media polybag dan karung. Bahkan, pembudidayaan jahe merah dengan media tertutup ini diklaim jauh lebih menguntungkan. Secara keseluruhan, tingkat kesulitan budidaya tanaman ini tergolong mudah. Begitupun dengan biaya yang perlu dikeluarkan juga relatif rendah, apalagi jika seluruh prosesnya dilakukan sendiri.
Budidaya Jahe Merah dengan Media Karung
Di bawah ini langkah-langkah membudidayakan tanaman jahe merah :
1. Persiapan Bibit
Bibit yang layak digunakan berasal dari rimpang jahe merah yang setidaknya telah berumur 10 bulan. Bibit harus diambil dari rimpang yang sehat, tidak cacat, berukuran besar, dan berwarna cerah. Singkatnya, bibit harus berasal dari rimpang jahe merah yang paling berkualitas agar menurunkan anakan yang juga sehat dan subur.
Bibit yang sudah terkumpul selanjutnya diseleksi kembali untuk memastikan kualitasnya benar-benar terbaik. Setelah itu, bibit berupa rimpang jahe tersebut diangin-anginkan sebentar untuk menurunkan kadar airnya agar tidak gampang membusuk. Bibit yang sudah setengah siap ini kemudian disimpan dalam ruangan berventilasi baik selama 1 hingga 1,5 bulan.
2. Tahap Perlakuan Bibit
Langkah berikutnya adalah memotong dengan tangan rimpang-rimpang jahe yang telah disimpan tersebut menjadi beberapa bagian. Usahakan setiap potongan jahe mempunyai 3-5 mata tunas sebagai tempat tumbuhnya tunas tanaman. Lalu, biarkan jahe berada di dalam ruang semalaman.
Keesokan harinya, potongan-potongan rimpang jahe merah tadi dimasukkan ke dalam keranjang yang berlubang. Berikutnya, rendam keranjang tersebut ke dalam cairan fungisida dan zat pengatur tumbuh selama 1-2 menit. Gunanya adalah untuk meningkatkan kekebalan bibit terhadap hama jamur dan memastikannya lebih siap ditanam.
3. Tahap Persiapan Bedeng Semai
Sebelum digunakan, lahan yang akan dipakai sebagai bedengan semai harus dibersihkan dulu dari gulma. Selanjutnya, permukaan lahan tersebut diratakan dan bagian dasarnya ditaburi abu, sekam, atau gergajian dengan ketebalan 5-10 cm. Pada lapisan teratas, ditutup sekali lagi dengan campuran tanah dan pasir halus setebal 5 cm.
4. Tahap Penyemaian Bibit
Tujuan dari tahap penyemaian adalah agar semua bibit mampu tumbuh berkecambah secara serempak menjadi benih-benih jahe berkualitas. Setelah bedeng semai telah siap, letakkan bibit jahe merah secara berjajar merata di permukaannya. Jangan lupa tutup bibit-bibit tersebut dengan ladu berupa bambu dan plastik sebagai pelindung. Proses persemaian ini dilakukan sampai bibit berumur 3-5 minggu dan telah siap ditanam.
5. Tahap Persiapan Media Tanam
Budidaya jahe merah paling bagus dilakukan dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir halus, abu sekam, dan pupuk kandang. Khusus untuk pemberian dolomit dan NPK 1% dari seluruh campuran, dan MOL stater mikroba. Kemudian campuran tersebut diaduk agar seluruh lapisannya merata, dan ditutup dengan plastik sebagai pelindung.
Setiap pagi, media tanam yang sudah dicampur di atas diaduk-aduk kembali, dan setelahnya ditutup plastik. Proses ini dilakukan selama 7-15 hari bergantung pada struktur dan kondisi media tanam yang dipakai. Setelah melewati waktu tersebut, media tanam sudah siap digunakan.
6. Tahap Penanaman Benih Jahe
Siapkan tempat penanaman berupa karung atau polybag berukuran 60x60 cm. Gulung bagian teratas karung tersebut untuk mempermudah anda dalam memasukkan media tanam. Kemudian, masukkan lah media tanam yang sudah disiapkan di atas secukupnya.
Pilih benih jahe di persemaian yang tampak sehat dan bongsor. Dengan hati-hati, congkel bagian tanahnya untuk mengangkat benih tanaman tersebut. Lakukan dengan jeli agar benih tidak tergores dan rusak. Benih jahe merah tersebut selanjutnya ditanam pada kantung polybag.
Setelah semua benih selesai ditanam pada kantung polybag, langkah berikutnya susun dengan rapi polybag-polybag tersebut agar mudah dirawat dan dipantau kondisinya. Jangan lupa, pasanglah paranet setinggi 1,5 meter sebagai peneduh dan pelindung tanaman dari terik matahari dan hujan.
7. Tahap Perawatan Tanaman
Tanaman jahe memerlukan perawatan yang tergolong sederhana dan tidak rumit. Bentuk perawatan hariannya meliputi penyiraman tanaman dengan menggunakan air yang telah dicampur pupuk organik agar media tanam semakin subur. Media tanam juga perlu dibersihkan dari gulma yang tumbuh di polybag agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jage.
Secara berkala, semprot media tanam tersebut dengan insektisida atau fungisida organik secukupnya apabila ditemukan tanda-tanda serangan hama dan penyakit pada tanaman jahe merah. Setiap 25 hari, tambahkan media tanam setebal 10 cm untuk mendukung perkembangan tanaman jahe merah yang dibudidayakan.
8. Tahap Pemanenan Jahe Merah
Idealnya, rimpang jahe merah berkualitas tertinggi bisa dipanen setelah tanaman berusia 9-10 bulan. Proses pemanenan dilakukan dengan cara merobek pembungkus media tanam (polybag/karung), sehingga bagian tanahnya akan keluar. Setelah itu, angkat batang tanaman jahe merah dan goyang-goyangkan secara perlahan agar rimpangnya bersih dari gumpalan tanah.
Jangan lupa, selain dijual ke pengepul, sisakan juga rimpang jahe merah yang terlihat sehat dan berkualitas super untuk dijadikan sebagai bibit pada penanaman berikutnya. Untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas jahe merah yang dibudidayakan, hindari memotong rimpang-rimpang tersebut dengan pisau atau logam lainnya. Sebaiknya seluruh proses pemanenan jahe merah ini cukup dilakukan dengan menggunakan tangan kosong.


Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive