Lada Lokal Ciinten Berproduksi Tinggi dan Bermutu Baik

Sponsored Links

Lada Lokal Ciinten Berproduksi Tinggi dan Bermutu Baik

BuahLada








Lada lokal Ciinten adalah salah satu varietas lada yang telah lama dibudidayakan dan dikembangkan secara tradisional oleh petani di Kabupaten Sukabumi. Lada lokal Ciinten memiliki banyak keunggulan yang disukai oleh petani, antara lain memiliki potensi produksi yang tinggi, mutu yang baik, memiliki ukuran biji besar, warna biji putih dan harga yang tinggi. Lada lokal Ciinten tersebut telah didaftarkan pada Perlindungan Varietas Tanaman.
Budidaya lada lokal Ciinten oleh petani banyak menggunakan tiang panjat hidup dan sangat beragam seperti pohon gamal, pohon randu, kedondong lanang, kelapa, pinang, rambutan, randu, petai, pohon maja, dan tanaman karet. Alasan mengunakan tajar hidup dari berbagai tanaman tersebut karena memanfaatkan tanaman yang sudah ada di lahan, tahan rebah dan longsor sesuai topografi lahan di Sukabumi. Sehingga tanaman lada tumbuh dari pohon ke pohon dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya, dimana sulur cacing yang tumbuh dipermukaan tanah akan menjalar ke pohon yang lainnya, dan tumbuh merambat menjadi tanaman lada normal. Tinggi tanaman lada dapat mencapai 5 - 15 m.
Budidaya lada Ciinten di petani tidak dipelihara seperti pada SOP tanaman yaitu tidak membersihkan gulma, tidak dilakukan penyiangan terbatas atau bobokor, tidak dilakukan pemupukan, tidak dilakukan pemangkasan sulur cacing, tidak disemprot pestisida. Cara budidaya lada lokal seperti ini membuat tanaman lada relatif tidak terserang penyakit busuk pangkal batang (BPB).
Kandungan minyak atsiri lada lokal Ciinten 16%, dibanding dengan Natar-1 3,46%. Petaling-1 memiliki kandungan minyak atsiri lebih rendah dari lokal Ciinten yaitu 2,73 %. Kandungan Oleoresin lada lokal Ciinten jauh lebih tinggi yaitu 16,10% dibanding Natar-1 dan Petaling-1 masing-masing 15,25 % dan 8,37%.
Lada lokal Ciinten memiliki  malai yang panjang, ukuran biji yang tergolong besar, dan berwarna putih bersih serta disukai oleh petani dan pengguna.
Sumber Informasi  : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Sponsored Links
loading...
Loading...

Dukung Kami dengan Like Fanpage Di Facebook

Blog Archive