Ditemukan, Cabe Menjalar dan Berumur Panjang

.
.

Ditemukan, Cabe Menjalar dan Berumur Panjang


Komoditas cabe yang pada musim hujan harganya hampir se­har­ga emas, ternyata ada jenis yang menjalar. Tentu jangan diba­yangkan menjalar seperti tanaman sirih atau melon. Ta­na­man cabe temuan salah seorang peneliti BPTP Jatim ini (Saiful Hosni, SP.), tidak mempunyai sulur. Pertumbuhannya yang cenderung memanjang memerlukan bantuan para-para seperti ta­naman anggur sebagai penyangga (seperti terlihat pada gambar).

Kemampuannya “menjalar” bukanlah hal yang istimewa, karena justru akan merepotkan budidanya. Keistimewaannya terletak pada umur produktifnya yang sangat panjang.
Melihat keragaan tanamannya di lokasi penemuan, jenis cabe ini mungkin akan menjadi satu-satunya jenis sayuran tahunan (bukan lagi tanaman semusim). Tanaman cabe biasa yang dipelihara dengan baik dapat mencapai umur produktif 2-3 tahun.
Menurut penuturan pemiliknya, Bapak Sujarwo, tanaman cabe satu-satunya di halamannya itu sudah berumur lima tahun. Sejak mulai produktif sampai sekarang, tidak pernah absen berbuah. Saking rajinnya berbuah banyak sekali buahnya yang sampai kering tidak sempat dipanen.
Bapak Sujarwo tidak pernah melakukan pemeliharaan apa pun kecuali menyiram. Beliau, yang juga salah satu Ketua RT di Desa Kolor, Kec. Kota Sumenep, Kab. Sumenep ini menyatakan, bahwa benih cabe “menjalar” itu dibawanya dari Pulau Sepudi, Madura. Ditambahkannya, selain jenis yang berbuah merah seperti yang dimilikinya sekarang, ada juga yang berwarna coklat.
Semoga penemuan ini dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk menekan lonjakan harga cabe seperti kita alami tiga tahun terakhir. Ya, daripada hanya larut menangisi keadaan, dan kita marah kalau ada kekayaan genetik dicuri orang, mengapa tidak kita kembangkan potensi semacam cabe “menjalar” ini.
Boleh jadi masih banyak varitas unggul berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang tersebar di banyak daerah di seluruh Indonesia. Tentu, diperlukan kajian oleh ahlinya yang kompeten sebelum dikembangkan lebih lanjut. 

Sumber : BPTP Jatim
Sponsored Links
loading...
Loading...
.