Jeruk Keprok - Jeprok RGL Komoditas Potensial Desa Rimbo, Lebong Bengkulu

.
.

Jeruk Keprok - Jeprok RGL Komoditas Potensial Desa Rimbo, Lebong Bengkulu


















Jeruk Keprok Rimau Gerba Lebong (RGL) atau dikenal dengan Gerba Lebong merupakan salah satu komoditas potensial Desa Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong, Bengkulu karena mampu meningkatkan penghasilan masyarakat.
Jeruk RGL memiliki cita rasa yang berbeda dengan jeruk keprok lainya dan memiliki beberapa keunggulan yaitu buahnya berwarna kuning-oranye, berbuah sepanjang tahun, ukuran buah besar 200-350 gram, kadar sari buah tinggi dan mempunyai potensi pasar yang baik.
Jeruk yang menjuarai kontes Buah Nusantara yang diadakan di IPB International Convention Centre, Kamis (26/11/2015) lalu ini berbuah sepanjang masa. Satu pohon ada 4-6 generasi, dalam satu pohon ada bunga, buah muda sampai buah siap panen.
Lebih spesifik lagi, jeruk Gerga memiliki karakteristik fisik diantaranya Total Padatan Terlarut (TPT) berkisar antara 12-16 brix, sementara ditinjau dari karakteristik kimia buah jeruk Gerga mengandung 89,20% air, 0,92 asam, 18,34 mg/100 gram vitamin C.
Jeruk ini mulai dikenal di masyarakat pada tahun 2009, kemudian pada tahun 2010 didaftarkan ke Departemen Pertanian (kala itu) untuk menjadi varietas lokal. Pada tahun 2011 secara resmi jeruk RGL ini ditetapkan sebagai varietas lokal lebong dengan nomor 16/PVL/2011 dan pada tahun 2012 diresmikan sebagai varietas unggul nasional dengan SK No. 2087/Kpts/SA.120/6/2012 yang berasal dari Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong, Bengkulu.
BPTP Bengkulu Telah melakukan pengkajian jeruk ini sejak tahun 2012, yaitu pengkajian pemupukan serta umur petik buah yang optimal serta pengendalian hama dan penyakit.
Pada awalnya petani banyak belum paham dengan teknologi jeruk sehingga baik kuantitas dan kualitas buah jeruk tidak begitu bagus, terlihat penampilan buah yang burik dan kusam dan rasa buah yang masih beragam. Teknologi yang telah didiseminasikan oleh BPTP Bengkulu dalam mengatasi hal tersebut yaitu dengan paket teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat Spesifik Lokasi Bengkulu (PTKJS).
Petani diberi pengetahuan tentang teknik dan dosis pemupukan, cara pemangkasan tanaman, serta teknologi pengendalian hama dan penyakit jeruk melalui kegiatan Model Pengembangan pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) yang dimulai sejak tahun 2013, serta dilanjutkan pada tahun 2015 dengan kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Hortikultura Jeruk.
Kegiatan tersebut untuk memperderas diseminasi teknologi jeruk spesifik lokasi dalam mengatasi permasalah petani dari aspek budidaya tanaman hingga pembinaan kelembagaan kelompok tani.
Sponsored Links
loading...
Loading...
.

Blog Archive